![Pernikahan Konyolku[TAHAP REVISI]](https://asset.asean.biz.id/pernikahan-konyolku-tahap-revisi-.webp)
Selang beberapa hari,kini Revan dan Tiara telah resmi menjadi suami istri. Sekarang ini,mereka tengah berada di apartemen yang diberikan Robi sebagai hadiah pernikahan.
Setelah sampai,Tiara langsung disibukkan oleh barang-barang yang harus ia kemasi saat ini.
Tak ada satu patah katapun yang terucap oleh kedua pasangan ini. Revan,pria itu tengah disibukkan oleh ponselnya.
Inilah yang terjadi,ini bukan mimpi tapi kenyataan bagi keduanya hanya karena kejadian lampu jatuh itu membuat mereka harus menikah,tinggal satu atap,dan tidak!Mereka tidak akan sekamar,mereka memilih untuk pisah kamar lagipula kamar di apartemen ini ada dua.
Revan merebahkan dirinya ke kamar miliknya dan mengusap kasar wajahnya,ia masih belum percaya kini dirinya sudah menikah dan menjadi suami untuk orang yang bahkan tidak begitu ia kenal. Tapi ia juga merasa iba pada gadis yang dinikahinya itu,melihat bagaimana dirinya seperti telah dipukuli saat itu membuatnya terus merasa kasihan,kasihan,dan kasihan. Lagipula pernikahan ini tidak terlalu buruk,ia sekarang bebas berbuat apa tanpa diawasi ayahnya dan ibunya--Amelia.
...•...
__ADS_1
...•...
Pagi hari tiba,Tiara yang tengah membuat sarapan menoleh pada Revan yang telah siap dengan pakaian sekolahnya,membuat Tiara bingung bukankah mereka dikeluarkan?
"Lo,gak sekolah?"Tanya Revan sambil memasang dasinya.
"Kan udah dikeluarin,jadi mau ngapain lagi?"
"Bodoh!Itu surat peringatan terancam dikeluarkan,bukan udah dikeluarkan dari sekolah,"Jelas Revan membuat Tiara mengerti."Jadi kita jelasin yang terjadi,hm?"Mendengar itu, Tiara segera berlari ke kamarnya,dia sudah mandi sedari tadi jadi ia hanya perlu mengganti bajunya.
...•...
__ADS_1
...•...
"Pak,bapak bisa lihat difoto ini Revan emang ada diatasnya saya tapi bisa bapak lihat yang lainnya?Disini ada pecahan kaca yang saya bilang pecahan lampu itu pak,bapak juga bisa lihat bagaimana punggung Revan berdarah yang pastinya itu akibat pecahan kaca tersebut pak."Jelas Tiara panjang lebar,kenapa Pak Ahmad tidak mendengarkan mereka dari tadi.
"Kita gak bodoh pak ngelakuin hal gak senonoh di depan umum."Sambung Revan membuat Pak Ahmad membuka suaranya.
"Oh iya,makanya kalian langsung ke UKS,bukan begitu?"Lihat,betapa keras kepala guru ini dengan pikiran kotornya.
Menghela nafas,Tiara kembali bersuara. "Kaitkan foto satu dengan dua.Di foto pertama punggung Revan terluka bukan?Jadi saya mengobatinya di UKS, bukankah itu fungsi UKS untuk mengobati orang yang terluka pak?Tolong dimengerti."
"Baiklah,okee! Tapi sama seperti saya,orang lain juga akan salah paham melihat ini dan itu akan mencoreng nama baik sekolah kita Revan,Tiara?"Ucap Pak Ahmad menjelaskan,memang ada benarnya tapi bukankah pendidikan untuk mereka berdua lebih penting? Lagipula ini tahun terakhir mereka bersekolah.
__ADS_1
"Foto itu gak akan dilihat orang lain kalau kita tidak menyebarkannya kan pak?Jadi,tinggal jangan sebarin apa susahnya sih?"Kini Revan yang bersuara,setelah ini terserah ia tak peduli.
"Baiklah,sesuai surat itu kalian hanya terancam,jadi saya akan mempertimbangkannya."Akhirnya,Pak Ahmad memilih mempertimbangkan terlebih dahulu,membuat Revan dan Tiara tersenyum puas. "Silahkan keluar."Lanjutnya mempersilahkan.