![Pernikahan Konyolku[TAHAP REVISI]](https://asset.asean.biz.id/pernikahan-konyolku-tahap-revisi-.webp)
"Hey nona,jangan sembunyi!"Anak buah Doni ikut masuk kedalam rumah kosong ini,dengan perlahan Tiara mencoba bersembunyi sebisanya. Ia terus mencoba menghubungi Revan,namun nihil Revan tidak mengangkatnya.
Disisi lain Revan segera menaiki motornya setelah membelikan hadiah untuk Tiara,ia tak menyangka ini menghabiskan begitu banyak waktunya. Pasti Tiara sudah lama menunggu.
Berfikir untuk memberitahu Tiara bahwa ia akan segera datang,ia membuka ponselnya dan betapa terkejutnya dia melihat 36 panggilan tak terjawab dari Tiara.
Revan segera menghubungi Tiara,yang langsung dijawab gadis itu."Van!Tolong Ara!"Ucap Tiara berbisik,nada suaranya menunjukkan bahwa ia sedang ketakutan sekarang.
"Jangan matikan dulu Ra,gue kesana sekarang!"Tanpa aba-aba Revan segera melajukan sepeda motornya dengan kecepatan tinggi,yang dipikirkannya saat ini hanya Tiara.
Tiara mengikuti perintah Revan,ia sangat takut sekarang.
"Ketemu! Jangan coba-coba lari lagi kau!"Ketahuan,anak buah Doni menemukan Tiara dan melemparkan ponsel Tiara,agar ia tak menelpon pikirnya.
Doni masuk keruangan dan segera menghampiri Tiara,menampakkan dirinya yang tersenyum penuh kemenangan pada Tiara."Don,lepasin Ara!"Pinta Tiara ketakutan,air matanya sudah bercucuran sekarang.
"Gue gak akan nyakitin lo Ra,asal lo nurutin kemauan gue!"Ujar Doni,mendapat tatapan tajam dari Tiara.
"Kau kurang ajar Doni!"Tiara menangis,bagaimana mungkin Doni keras kepala seperti ini.
"Diamlah Ara,lo sangat sempurna jadi jangan biarkan marah ini merusak kesempurnaan diri lo sendiri,hm?"Tangan Doni bergerak mengusap pipi Tiara,membuatnya reflek mendorong Doni penuh benci."KAU BENAR-BENAR KURANG AJAR,DONI!"Tiara berteriak.
__ADS_1
"Lo benar-benar cari masalah ya?"Ujar Doni kesal,ia kembali mendekati Tiara dan mencengkeram kuat lengannya membuat Tiara meringis kesakitan.
"Lo cari masalah dengan Tiara, berarti lo cari masalah sama gue,bajing*n!"Ucap Revan yang tiba-tiba datang,tangan pria itu menarik kerah baju Doni dan segera melayangkan pukulannya.
Anak buah Doni bergerak ingin menghajar Revan,tapi Doni menghentikannya. Pria itu mengusap sudut bibirnya yang berdarah."Lo ninggalin Tiara sendirian disini,lo yang bajing*n!"Ucapnya.
Revan menghampiri Tiara, memasang sebuah kalung yang ia beli sebagai hadiah untuknya,ia tersenyum menoleh Tiara dan kemudian kembali menghampiri Doni.
Perkelahian terjadi diantara mereka,membuat Tiara merasa ketakutan. Diambilnya ponselnya yang dilempar tadi
Nyiu~Nyiu~Nyiu~..Suara serine mobil polisi itu membuat Doni beserta anak buahnya segera kabur.
Revan menghampiri Tiara dan memegangi pipinya."Lo,gak apa kan?"Tanyanya khawatir,Tiara mengganguk.
"jadi,polisinya gak ada?"Tanya Revan diangguki cepat oleh Tiara,detik berikutnya Revan segera memeluk tubuh Tiara dan mengusap manis rambutnya.
...•...
...•...
Sekarang ini Tiara sedang mengobati luka disudut bibir Revan.
__ADS_1
Revan,pria itu memperhatikan wajah Tiara yang sangat cantik,ternyata ia baru menyadarinya.
"Dah selesai!"Ujar Tiara dan segera mengemasi kotak obat itu.
"Makasih Ra,balasannya gue bakal masakin Nasi goreng yang super-duper enak buat lo."Seru Revan."Sekalian balas karena Lo udah buatin gue juga waktu itu."
"Lah,emang kamu pandai masak?"
"Jangan salah,gini-gini masakan gue enak tau!"Ucap Revan bangga diri. Ia berlenggang pergi menuju dapur dan mulai memasak.
"Tada!Udah jadi deh,"Tak butuh waktu yang lama,selang beberapa menit nasi goreng yang ia buat telah jadi.
"Wih..dari baunya sih enak,gak tau deh rasanya."Goda Tiara,tapi memang benar baunya sungguh harum.
"Makanya cobain dulu,atau mau disuapin?"
"Eh Ara udah gede kali,bisa sendiri."
Setelah dicicipinya,Tiara terkagum-kagum dengan nasi goreng buatan Revan. Enak sekali,wanginya harum,bumbunya sangat terasa,pokoknya nasi goreng ini sangat enak."Enak banget,Van!"
Tak lama kemudian makanan yang mereka lahap habis tak tersisa."Kalo gini mah tiap hari mending Revan yg masak."Seru Tiara.
__ADS_1
"Ih,enak aja!"