![Pernikahan Konyolku[TAHAP REVISI]](https://asset.asean.biz.id/pernikahan-konyolku-tahap-revisi-.webp)
Di bandara,Revan sedang duduk di kursi tunggu ditemani Tiara, menunggu keberangkatannya.Sedangkan Alfin entah pergi kemana.
Tiara menyandarkan kepalanya di bahu Revan dan tangannya memeluk perut Revan.
"Van?."
"hmm?."
Revan terus mengelus kepala Tiara.
"van."
"iya,yank kenapa?."
"aku nanti kangen kamu,kamu gak kangen aku ya?."tanyanya memasang wajah cemberut.
"ya kangenlah yank..tapi aku bakal sering sering datang kesini..cup..".jawabnya diakhiri dengan sebuah kecupan manis di kening Tiara.
"pesawat menuju Indonesia akan segera berangkat,untuk para penumpang segera memasuki pesawat!."
Suara yang mengakhiri kegiatan pasangan itu terdengar sangat nyaring di seluruh ruangan.(anggap aja pakek bahasa inggris ya wkwk..).
"yah Van."Lirih Tiara,berat baginya untuk melepaskan Revan lagi,seandainya saja ia lebih bersifat dewasa saat itu,mungkin tidak akan ada perpisahan diantaranya.
Revan berjalan dengan koper nya menuju pesawat yang akan dinaikinya itu.
Sampai digaris pembatas mereka berhenti,berkali kali Revan mengecup Tiara.
"jangan nakal ya!."Ucap Tiara dengan matanya yang mulai mengeluarkan air mata.
"dadah yank!."
Revan berlalu pergi meninggalkan Tiara,keduanya masih berat dan enggan melepaskan satu sama lain, membuat mereka menangis.
Tak sanggup untuk melihat kepergian suaminya,Tiara berbalik dan mendapati Alfin yang tengah berlari menuju dirinya.
"huh..huh ini!."ucapnya dengan napas ngos-ngosan.
__ADS_1
Alfin menyodorkan sebuah tiket penerbangan dan paspor Tiara.
"apa?."tanya Tiara bingung.
"Cepetan,ntar ketinggalan pesawatnya!."jawab Alfin menunjuk ke arah pesawat.
"aku boleh pulang??."tanya Tiara antusias.
"cepetan Tiara Fadillah!."
Air mata Tiara kembali menetes,rasa bahagia dan terharu tercampur aduk.
Ingin sekali dia memeluk Alfin,tapi niat itu diurungkannya saat Alfin menyodorkan tas ransel milik Tiara.
"cepet pergi!jangan nyusahin disini!!."ujar Alfin
"makasih Fin!!aku bakal ingat dengan kamu makasihh..!!."ucap Tiara.
Tiara berjalan hendak pergi,tapi ia kembali berbalik dan menghampiri Alfin .
"cepetan!atau aku berubah pikiran!!."
Tiara berlari mengejar Revan yang masih mengantri untuk masuk.
Tas ransel yang ia bawa ikut bergerak ke kiri dan kekanan mengikuti langkah Tiara.
"Revan!!."teriaknya saat sudah dekat dengan Revan.
Revan yang mendengar namanya dipanggil berbalik mencari sumber suara itu dan terlihatlah Tiara, istrinya yang sedang berlari menuju ke arahnya.
"Ara!!."
Keduanya berpelukan sangat erat.
"kamu ngapain disini lagi yank?."tanya Revan. "Aku gak akan sanggup pergi kalo kayak gini".
Mengelap air matanya dengan senyum merekah,Tiara memperlihatkan tiket penerbangannya kepada Revan.
__ADS_1
"ini..kamu pulang yank??."
Tiara menunjuk ke arah Alfin yang tengah memandangi kedua pasangan itu.
"MAKASIH BRO!!GUE BAKAL INGAT SAMA LO!!."teriak Revan bahagia.
"ISTRINYA DIJAGAIN JANGAN DI BUAT KABUR LAGI!OKEE!!."jawab Alfin dari sana.
Revan mengacungkan kedua jempolnya dibalas senyuman dari Alfin.
Dengan segera Revan dan Tiara memasuki pesawat dan duduk bersama.
Sedangkan di garis pembatas,Alfin sedang bahagia melihat kedua pasangan itu,tapi ia juga merasa sedih karena rumahnya akan kehilangan pelayan yang berbeda dari lainnya,yang ceria,bawel dan banyak maunya.
Pesawat sudah lepas landas,Alfin segera berbalik ingin pulang tapi dia tak sengaja tertabrak dengan seorang wanita yang membawa banyak barangnya.
"aww."ringis wanita itu saat jatuh.
"maaf nona,saya tidak sengaja maaf."ucap Alfin meminta maaf.
Alfin membantu wanita itu mengambil barangnya yang jatuh.setelah selesai mereka kembali berdiri.
"Alfin!!."ucap wanita itu setengah berteriak.
"Lid..lidya!!."sahut Alfin terkejut melihat gadis didepannya itu adalah kekasih nya yang sudah lama tak memberi kabar.
"Alfin..maaf!."ucap Lidya menangis dan hendak pergi.
Lidya hendak pergi,tapi Alfin menarik tangannya dan membawa nya ke dalam pelukannya.
"berjanjilah kau tidak akan meninggalkan ku lagi!berjanjilah."ujar Alfin.
Lidya membalas pelukan itu dengan sangat erat.
"maaf."lirih nya
Mereka berpelukan sangat erat tak peduli mereka sedang diperhatikan banyak orang.
__ADS_1