![Pernikahan Konyolku[TAHAP REVISI]](https://asset.asean.biz.id/pernikahan-konyolku-tahap-revisi-.webp)
Keesokan harinya matahari sudah muncul menampakkan dirinya dengan malu,tetapi belum ada tanda-tanda Revan sudah bangun membuat Tiara terpaksa harus memasuki kamarnya membangunkan pria itu,pasalnya hari ini adalah hari Senin jika saja keduanya terlambat pasti mereka akan dihukum.
Tiara masuk dan menampakkan Revan yang masih tertidur pulas di atas kasurnya dengan bertelanjang dada."Bisa-bisanya dia nyenyak tidur di hari Senin ini,"Tiara naik ke atas kasur dan menggoyang-goyangkan tubuh Revan agar ia terbangun.
Tak ada respon dari pria itu,membuat Tiara menjadi kesal. Ia Isa dihukum jika begini."Revan bangun dong!"Tak menyerah,Tiara terus saja menggoyangkan tubuh Revan.
Tak lama Revan terbangun,hal pertama yang ia lihat adalah Tiara yang menampakkan wajah kesalnya."Pagi,Ra!"Revan menyinyir.
"Cepetan mandi,udah telat nih."Ucap Tiara mengingatkan."Emang mau dihukum Pak Ahmad?"
Tidak masalah bagi Revan dihukum,tapi sekarang ia tidak ingin Tiara ikut dihukum karenanya. Revan pun beranjak pergi kekamar mandi dan segera bersiap.
...•...
...•...
Tidak seperti biasanya,kini Revan dan Tiara turun bersamaan di sekolah mengingat Tiara akan terlambat jika turun ditempat biasanya. Setelah sampai keduanya menuju kelas menaruh tas mereka,belum terlambat ternyata.
"Pagi Revan!"Seru Talia menghampiri meja Revan,kemudian ia memberi sebuah kotak makan pada pria itu."Revan kamu makan ya,pasti belum sarapan kan?"
__ADS_1
Benar Revan belum sarapan karena hampir telat,diingatnya Tiara juga pasti belum sarapan. Ia pun mengambil kotak makan itu,tapi diberikannya pada Tiara."Makan,lo belum sarapan tadi!"Ucapnya,melihat itu Talia menjadi kesal.
"Itu buat kamu Revan,bukan dia!"Kesal Talia,ia memberi itu untuk Revan tapi pria itu malah memberikannya pada Tiara.
"Berarti punya gue kan?Terserah dong mau gue apain!"Kemudian Talia beranjak pergi sambil menghentakkan kakinya.
Tiara memakannya,dan menawarkannya kepada Revan."Makan,kamu juga belum sarapan kan?"Mendengar itu Revan tersenyum dan segera memakannya,berbagi dengan Tiara.
"Gila apa!Romantisan kok disini!"Mayang bersuara."Hormati para jomblo ini dong kalian!"
"Halah,nikah juga terpaksa!"Sambung Vani menyahut,membuat Revan menatapnya tajam.
"Gak usah di pikirin Van,dia cuma iri aja tuh nenek!"Ujar Mayang,membuat Vani kesal.
"Biarin gemuk,daripada lo isinya tulang terus!Dasar kerempeng!"
Tak lama bel berbunyi,membuat para murid berhamburan keluar untuk melaksanakan upacara bendera tiap Seninnya.
...•...
__ADS_1
...•...
Setelah upacara selesai Tiara dan teman-temannya segera menuju kantin. Cukup lama mereka menunggu,akhirnya pesanan merekapun datang.
"Boleh gabung?"Tanya Doni tiba-tiba datang,membuat Mayang antusias memperbolehkannya.
"Ara duluan ya,Nov,Mayang."Ujar Tiara menata benci Doni,ia sangat tak suka perlakuan Doni terhadapnya kemarin.
"Eh kenapa?Makanan Lo belum habis Ra."Seru Novi bingung.
"Buat Mayang aja,"Kemudian Tiara beranjak pergi,namun kemudian ia tak sengaja bertabrakan dengan Revan,membuat minuman yang dipegangnya mengotori seragam Revan.
Tapi bukannya marah,Revan menariknya membawa Tiara kedalam Toilet."Kalau dia ganggu Lo lagi,bilang sama gue!"Ucapnya,ia tahu kenapa Tiara berjalan gopoh tadi.
"Iya,tapi ngapain kesini?"Tanya Tiara,mereka sedang di depan cermin beserta wastafel di toilet sekolah.
"Bersihin baju gue!"Perintah Revan,Tiara yang baru menyadarinya langsung membersihkan seragam Revan yang basah.
Cup.."Gue sayang sama lo,Ra!"Ucap Revan mencium kening Tiara membuat gadis itu terdiam,apa ini?Revan mengatakan menyayangi dirinya,benarkah itu?
__ADS_1
Doni yang melihat itu,kemudian beranjak pergi meninggalkan mereka berdua dengan perasaan kesal. Ini alasan Revan mengatakan ia menyayangi Tiara,sebab ia menyadari Doni sedang mengintip mereka berdua.
"Tenang aja tadi cuma akting aja,Doni ngintip kita tadi. Jadi lo tenang aja,gue gak punya rasa ok sama lo."Ucap Revan lalu berlenggang pergi ke luar. Mendengar itu Tiara mengerti,tetapi kenapa ada rasa kecewa setelah ia mendengarnya?