![Pernikahan Konyolku[TAHAP REVISI]](https://asset.asean.biz.id/pernikahan-konyolku-tahap-revisi-.webp)
Diperjalanan pulang Tiara bertemu dengan orang yang sudah tak asing lagi baginya,"Doni?"Gumamnya,ya pria itu adalah Doni orang yang terus saja bertemu dengan Tiara entah itu sengaja atau tak sengaja sekalipun.
"Araaa!!"Teriak Doni menaruh kedua telapak tangannya disamping kanan dan kiri mulutnya,detik berikutnya pria itu berlari dan menghampiri Tiara yang tak jauh darinya.
"Lo kok masih pakek baju sekolah sih?emang dari tadi belum pulang?"Tanyanya menyadari pakaian yang dikenakan Tiara sekarang.
Tiara memperhatikan bajunya,kemudian tersenyum."Tadi nemenin teman dulu Don."Ia malah jadi mengingat kembali bagaimana dirinya merasa bosan tadi,tapi kini ia malah ingin kembali ke saat itu. Rasanya sungguh bebas bagi Tiara yang jarang keluar rumah dulunya.
"Oh gitu,kalo gitu pulang bareng gue yok,"Tawar Doni,ia juga ingin mengetahui dimana Tiara tinggal sekarang."Dijamin aman!"
"Oh gak usah repot-repot Don,bisa sendiri kok,"Jawab Tiara menolak,Ia rasa dirinya sudah banyak merepotkan Doni sejak ia masuk sekolah itu.
"Siapa bilang repot?naik aja,emang lo gak takut ya ini jalanan sepi loh?Ntar lo kenapa-napa gimana?"Ujar Doni menyembur pertanyaan yang membuat Tiara memilih ikut saja,memang benar jalanan sudah sangat sepi sekarang padahal belum malam.
Tiara pun menaiki motor doni dan memakai helm.
"Rumah lo dimana?soalnya gue kan taunya rumah yg lama."Tanya Doni,yang kemudian diarahkan Tiara menuju apartemen tempat tinggalnya.
Tak lama kemudian sampailah mereka di apartemen itu,Tiara melepaskan helmnya dan berterimakasih. Baru saja ia melangkah,Doni berbicara membuatnya berbalik dan menatap pria itu.
"Ntar malam gue jemput lo,"Ujar Doni membuat Tiara sedikit bingung,untuk apa?
"Ha?Emangnya kenapa,Don?
"Hmm,ikut aja,"Apa ini paksaan?Tiara bingung sekarang.
"Tapi Don-"Belum sempat Tiara melanjutkan bicaranya Doni sudah melajukan motornya,membuat Tiara sedikit menghembuskan nafas kasar.
...•...
...•...
Sesuai perkataannya malam ini Doni menjemput Tiara,awalnya Tiara menolak tapi Doni terus saja membuatnya merasa tidak enak,pasalnya pria itu sudah datang jauh-jauh kesini ditambah menaiki tangga menuju lantai apartemennya padahal ada lift disana.
Disini mereka sekarang,disebuah Restoran mewah yang membuat Tiara terkagum-kagum. Sebuah mimpi baginya berada ditempat mewah seperti ini.
"Kita ngapain disini Don?"Tanya Tiara, apakah Doni akan memesan makanan untuk mereka ditempat mewah yang pastinya mahal ini?
__ADS_1
"Ya,makan malam lah Ara selebihnya udah gue atur kok,"Jawab Doni tersenyum manis kearah Tiara."Lo suka?"
"Hm,suka kok."
...•...
...•...
Makanan mereka sudah habis tak tersisa sekarang,makan malam berakhir dengan sebuah pudding manis sebagai penutup.
"Lo mau gak jadi pacar gue?"Tanya Doni tiba-tiba membuat Tiara tersedak dan terkejut, tiba-tiba?
Doni pun memberikan air ke tiara yg sedang terkejut itu.
"Ha,apa?Pacar? Ara?"Tanya Tiara menunjuk-nunjuk dirinya sendiri, memastikan ia tidak salah mendengar.
"Iya,emangnya kenapa?Lo mau kan??"
"Ah,nanti aja jawabnya ya Don?"Tiara tidak ingin menjawab sekarang,ia akan sangat canggung jika menolak Doni sekarang ini.
"Maaf Don,Ara gak bisa nerima Doni."Mau tak mau Tiara menjawab,ia harus mengakhirinya sekarang juga.
"Tapi,Ra-"
"Sekali lagi maaf Don,banyak wanita diluar sana yang nunggu kamu,yang lebih baik dari Ara!"Potong Tiara cepat,ia jadi sensitif sekarang.
"Lo sempurna Ra,gimana kalau kita coba dulu?"Masih tak menyerah,Doni terus saja menanyakan itu membuat Tiara menjadi sangat sensitif. Kenapa ia bisa semarah ini?
"Sekarang,kita pulang."Seru Tiara mengakhiri
Merekapun pulang dengan keheningan di perjalanan.
tak lama kemudian Tiara sampai di apartemennya.
...•...
...•...
__ADS_1
"Wah-wah jam berapa nih mbak?Baru pulang?Sama cowok?"Baru saja memasuki apartemennya,Revan sudah menyerbu dirinya dengan pertanyaan seperti itu membuat ia semakin sensitif.
"Cuma jalan-jalan aja, lagian bentar doang."Ujar Tiara memperhatikan arlojinya,ini hanya memakan waktu 1 jam 34 menit.
"Bentar ya? Mentang-mentang gue gak dirumah seenaknya aja lo!!"
"Pliss Revan,Ara lagi capek.gak usah cari masalah dulu."Ucap Tiara memegangi kepalanya yang rasanya ingin meledak sekarang. Kenapa disaat seperti ini Revan malah mencari masalah dengannya?Menyebalkan!
Sebelum gadis itu beranjak pergi,Revan menarik lengan Tiara membuat jarak diantara mereka kini sangat dekat."Lo ngelawan gue?"Entah apa sekarang,tapi jantung Tiara berdetak kencang sekarang yang hanya diketahui olehnya.
"Re.. Revan lepasin!"Pinta Tiara gugup,ia tak pernah seperti ini sebelumnya. Ada apa dengannya?
"Kenapa?"Bukannya melepaskan,Revan malah semakin membuat jarak diantara mereka menjadi intim,dibawanya Tiara berjalan mundur membuat gadis itu terhenti oleh tembok dibelakangnya. Dengan cepat Revan memeluk pinggang Tiara dan mendekatkan wajah mereka.
"Revan kamu gak usah macam-macam!"Ujar Tiara ketakutan.
Revan tersenyum dan semakin mendekatkan wajah mereka berdua hingga membuat hidung mereka sedikit bersentuhan. Tiara berpaling membuat Revan kembali tersenyum, dipegangnya dagu Tiara dan memejamkan matanya berniat mencium gadis itu.
Namun belum sempat ia menciumnya,Tiara mendorong tubuhnya dan segera berlari menuju kamarnya.
"Apa yang gue lakuin?Bodoh!!"Revan mengumpat dirinya sendiri,dia pasti sudah gila sekarang!
...•...
...•...
Dikamarnya Tiara terus saja memegangi dadanya yang terus berdetak dengan kencangnya. Ia bingung,ada apa dengan dirinya? Siapa yang bisa menjawabnya?
Berusaha menenangkan pikirannya,Tiara memilih untuk mandi saja.
Dihidupkannya shower mandinya,segera ia membersihkan dirinya. Awalnya biasa saja tapi tiba-tiba air itu berubah drastis menjadi sangat dingin membuat Tiara berteriak.
Segera ia mengenakan kimono miliknya dan keluar tanpa mematikan shower nya,ia berjongkok memeluk kedua kakinya berusaha menghilangkan rasa dingin yang amat luar biasa ini. Sedingin itu? Tiba-tiba? Bagaimana bisa?
Revan yang mendengar teriakan itu langsung menghampiri Tiara.
Sebenarnya Revan sudah mengetahui kenapa Tiara berteriak karena dia lah yg mengubah suhu airnya sehingga sangat-sangat dingin,tapi melihat Tiara yang memeluk dirinya sendiri itu membuat Revan merasa bersalah. Kenapa ia melakukan hal jahat seperti ini?
__ADS_1