![Pernikahan Konyolku[TAHAP REVISI]](https://asset.asean.biz.id/pernikahan-konyolku-tahap-revisi-.webp)
Happy Reading><
_______________
Setibanya di bandara,Revan dan Tiara langsung turun dari pesawat.
"yang jemput kita siapa Van?". Tanya Tiara sambil memperhatikan sekelilingnya.
"tuh". Revan menunjuk ke arah seorang pria paruhbaya yang tampak sedang memperhatikan sekeliling mencari seseorang.
"Pak Bolyyyy". Teriak Tiara kegirangan sambil mengayunkan kedua tangan nya ke udara.
Pak Boly pun menoleh ke sumber suara yang memanggil namanya,dan tampak Tiara sedang berlari menuju diri nya.
"Masyaallah ,non Ara". Lirih Pak Boly.
"pak Bolyyy". Tiara langsung memeluk pak Boly sang supir yang sudah bekerja sejak lama dirumah nya dulu.
"Masyaallah,non!Non kemana aja sih?". Tanya Pak Boly.
"Gak usah tanyain itu Pak,yang penting kan Ara udah pulang".
"Ngobrolnya dilanjut dirumah aja non,kasian den Revan udah nungguin". Lanjut Pak Boly membuat Tiara mengerucutkan bibirnya.
Mereka pun masuk kedalam mobil menuju rumah diisi perbincangan hangat yang melepas rindu diantara mereka.
Tak butuh waktu yang lama,mobil yang membawa mereka tiba di kediaman Revan dan Tiara.
"yaampun,lama banget gak masuk rumah ini". Gumam Tiara melamun dengan matanya yang sudah berbinar-binar.
"Ayo yank,masuk". Ucap Revan membuyarkan lamunan Tiara.
"ah iya".
Satu langkah,dua langkah dan semakin banyak langkah,semakin membuat Tiara mengingat semua yang telah terjadi.
Tiara POV.
Aku memasuki rumah yang sudah tertanam banyak kenangan suka dan duka di pernikahan ku.
Sampai lah kami di depan pintu,aku melihat orangtua ku dan mertuaku sudah berkumpul di ruang tamu.
Tapi,mata ku tertuju pada seorang wanita paruhbaya yang berdiri di belakang ibuku.
Aku berlari menuju nya,tampak ibuku sudah merentangkan tangan nya,tapi tubuhku menolak untuk mengarah kepadanya,aku melewatinya, berlari dan memberikan pelukan rinduku pada Bi Ani,satu-satunya orang yang menemaniku disaat aku rapuh dan putus asa
"Bi Aniii,Ara kangenn". Ucapku memeluk erat bi Ani,sepertinya kini butiran air mata itu sudah lolos tak tertahankan.
"Bilang nya kangen,tapi kok pergi ninggalin bibi sih?". Ujar Bi Ani memukul pelan pundak ku.
Tiara POV end.
"yaampun Van,ini kejutan nya? Yaampun Ara mama kangen loh". Ucap Amel,ibu Revan.
Tiara melepas pelukan nya dari Bi Ani dan tersenyum pada mertuanya itu.
"Apa kabarr ma?". Tanya Tiara menyalimi Amel.
__ADS_1
"kamu yang apa kabar?,tiba tiba ngilang kayak gitu!". Amel mulai menangis dan memeluk Tiara.
"maafin Ara ya ma,udah buat kalian khawatir". Ucap Tiara.
"Nak..,".
Tiara tau betul suara yang sedang memanggil nya itu,ia melepas pelukan nya dari Amel dan beralih menoleh ke sumber suara.
"ya bu,ibu apa kabar?". Kini pipi Tiara sudah dibasahi air mata,ibunya,orang yang sangat ia harapkan kasih sayang darinya.
"maafin ibu Aya,ibu udah jahat sama kamu..hiks maafin ibu". Isak ibunya penuh dengan penyesalan.
______________
Di sebuah rumah megah,tepatnya rumah tempat Tiara tinggal di London,tampak sepasang kekasih yang sudah terpisah kan sejak lama.
"Aku percaya orang tua aku udah setuju sama hubungan kita". Ucap Alfin.
"Kamu gak ingat Fin,gimana mama kamu nolak hubungan ini dan ngejodohin kamu.."
"Tapi aku gak setuju dijodohin kan". Ucap Alfin memotong ucapan Lidya.
"ini bukan masalah kamu terima atau enggak,aku cuma mau kamu gak dibenci sama mama kamu sendiri karena gak nurutin apa kata nya,kamu tau sendiri kan lebih baik mengakhiri sebuah hubungan ini daripada kamu harus mengakhiri hubungan kamu sama mama kamu yang udah lama itu".
"Kalo gitu aku akhiri aja hubungan sama satu keluarga aku,udah kan beres".
"kamu kapan ngerti nya sih Fin!mau jadi anak durhaka?,kalo itu jalan terbaik,kita udah kawin lari tau gak? kenapa itu gak terjadi?karena keluarga kamu lebih penting Fin!Jangan keras kepala cuma gara gara cinta".
"arghhh!". Alfin mengacak rambut nya frustasi.
"Kapan acara nikah nya?".
Bukan mereka berdua, tetapi sepertinya ada orang lain yang sedang bergabung ke perbicangan mereka,Alfin dan Lidya pun kompak menoleh ke sumber suara.
"Mama". Lirih Alfin terkejut mendapati Mamanya lah yang sedang berdiri di depan pintu rumahnya.
"Tante..".Gumam Lidya, diingatnya betapa bencinya mama Alfin jika melihat wajahnya. "Ah,iya..kalo gitu aku pergi dulu Tante,maaf."
"Lah kok pergi sih?"Tanya Mama nya. "Mama tanya kapan acara nikah nya?,mama udah pengen cucu loh".
"maksud mama apa?".Sungguh situasi membingungkan bagi Alfin dan Lidya saat ini.
"Mama udah denger semuanya,mama cari tau tentang Lidya,dan mama yakin dia yang terbaik untuk kamu". Jelas Mama Alfin.
Alfin dan Lidya saling menoleh satu sama lain mengerti maksud dari ucapan mama nya,
"Jadi..?"
"Iya,mama restuin kalian berdua,Alfin..Lidya."Ucap Mamanya memotong ucapan Alfin, mendengarnya sontak membuat Alfin dan Lidya menoleh satu sama lain dan saling berpelukan.
Di kediaman Revan Yukosrandra.
Setelah berbincang banyak dan saling melepaskan kerinduan,Kedua orangtua Tiara dan Revan pun pulang dengan janji akan datang lagi besok dan menyiapkan acara piknik kekauraga besar mereka.
Baru saja mau menutup pintu,Tampak seorang wanita yang sangat Tiara kenal sedang bergandengan dengan seorang pria.
__ADS_1
"Hai Tiara apa kabar?". Tanya Nesa,gadis yang kembali mengingatkan nya kembali pada masa lalu nya.
"eh..iya baik..silahkan masuk". Tawar Tiara cukup gugup.
"Masuk Nesa". sahut Revan
Nesa pun masuk dan duduk.
"aku gak bisa lama lama Van,Ara soalnya mau langsung ke rumah sakit ngecek baby,oh ya kenalin dia suami aku". Ucap Nesa menunjuk Pria disampingnya.
Canggung rasanya,Tiara membalasnya dengan senyuman.
"Aku cuma mau minta maaf soal salah paham yang dulu,wajar sih kamu salah paham,soalnya kita lupa ngasih tau kamu kalo kita tuh sahabat dari kecil,kecil banget..ya udah gede baru bisa ketemu lagi jadi saking seneng nya kita lupa ngasih tau kamu". Jelas nya.
"Gak papa kok Nes,Revan juga udah cerita,btw kamu lagi hamil?". Tanya Tiara.
"iya nih,oh ya kita duluan ya". Pamitnya tampak sedang memperhatikan arloji nya.
"oh iya..".
Setelah kepergian Nesa dan suami nya, Revan dan Tiara kembali ke kamar mereka.
"Sekali lagi aku minta maaf ya yank". Ucap Revan memeluk Tiara dari belakang.
"kan udah aku bilang jangan bahas itu lagi". Jawab Tiara.
Revan memutar tubuh Tiara sehingga menghadap dirinya.
"Aku janji,apapun yang terjadi kita bakal.lewatin sama sama,gak akan ada yang di sembunyiin lagi, dan aku janji kita bakal tetap bersama selama nya". Setelah mengatakan kalimat yang menyentuh itu, Revan mencium kening Tiara dan memeluk nya.
Tiara POV
"Setelah sekian lama,akhirnya aku bisa kembali berkumpul bersama orang yang aku cintai,aku bisa merasakan kasih sayang kedua orang tua ku,bisa kembali bertemu dengan bi Ani,dan yang paling penting bisa kembali ke pernikahan ku,walau banyak suka dan duka yang telah ku lewati, tapi aku tau ini semua adalah hal yang biasa di dalam pernikahan,mungkin karena usia kami yang masih dibilang muda,jadi kami bersifat kekanak-kanakan dan malah melarikan diri dari masalah, bukannya memperbaikinya,tapi ini bukan akhir dari pernikahan nya,akan ada banyak hal yang akan kulewati dalam pernikahan ku ini,dan aku harap aku Tiara Fadillah dan suami ku Revan Yukosrandra akan melewati nya dengan senang hati, lebih bersifat dewasa dan tidak membuat pernikahan kami terlihat konyol akibat sifat kekanak-kanakan yang dulu ".
Tiara POV end
E N D I N G
... ...
...•...
...•...
...•...
___
Terimakasih sudah bersedia membaca cerita "Pernikahan konyolku"
Sari Aulia.
25-05-2020
__ADS_1