![Pernikahan Konyolku[TAHAP REVISI]](https://asset.asean.biz.id/pernikahan-konyolku-tahap-revisi-.webp)
Bel pulang berbunyi,Revan sudah menunggu ditempat biasanya menunggu Tiara. Langit sudah sangat mendung,dan tampak Tiara berlari kecil menuju Revan,tas gadis itu bergoyang ke kiri dan kanan mengikuti langkahnya.
"Cepat Ra!Udah mau hujan kayaknya nih!"Seru Revan mengingatkan. Tiara sampai dan segera menaiki motor.
"Ara suka hujan,"Ucapnya tersenyum,bagi Tiara hujan itu sangat menenangkan pikirannya. Tapi kebanyakan orang membenci hujan karena menghalangi kegiatan mereka,padahal hujan itu anugerah Tuhan yang membuat dirinya tenang,bagi Tiara.
Mendengarnya,Revan menoleh sebentar dan tersenyum melihat Tiara yang sedang menatap langit,kemudian ia melajukan sepeda motornya.
Tik..Tik..Tik..Hujan mulai turun perlahan membuat Revan semakin mempercepat motornya,sebelah tangannya bergerak membawa tangan Tiara agar memeluk dirinya. Disambut oleh Tiara,gadis itu segera memeluk erat Revan yang semakin menaikkan kecepatan motornya.
...•...
...•...
Sesampainya di apartemen mereka,Revan dan Tiara segera membersihkan diri yang tadinya sudah basah kuyup.
Selesai,Tiara memutuskan untuk memasak terlebih dahulu tetapi saat sampai di dapur dilihatnya Revan yang tengah memasak.
Ia tersenyum lalu menghampiri Revan."Masakan kamu,wanginya selalu harum."Ucapnya menghirup tumis sayur yang Revan buat.
"Tentulah,Chef Revan nih!"Revan menyombongkan diri.
Makanan jadi,mereka langsung melahapnya. Setelah selesai,Tiara segera mencuci piring-piring kotor itu.
...•...
...•...
"Ngapain disini?"Tanya Revan menghampiri Tiara yang sedari tadi terus memandangi hujan dari balkon apartemen mereka.
__ADS_1
"Hujan,lagi ngeliatin Hujan."Jawab Tiara,tangannya diulurkan nya menyentuh air hujan itu.
Revan bergerak memeluk tubuh Tiara dengan satu tangannya memegang tangan Tiara yang menyentuh air hujan."Kali ini aja."
Tiara tersenyum dan memejamkan matanya,hujan ini menenangkannya ditambah pelukan Revan yang menghangatkan dirinya.
Tingtong~Suara bel itu menghentikan aktivitas mereka,Tiara segera menuju pintu untuk membukanya.
Dibukanya pintu itu,dan menampakkan Bibi dan pamannya.
"Bi Meli!"Ucap Tiara antusias,dengan cepat ia memeluk wanita didepannya itu."Bibi sama paman gimana kabarnya?"Tanyanya menoleh Adi---Pamannya.
"Kita baik kok Ya,"Jawab paman Adi disambung bibinya."Kamu Yang apa kabar?"
Tiara melepas pelukannya."Aya baik kok,Bi Meli."
"Siapa,Ra?"Tanya Revan yang menghampiri Tiara."Eh,Bibi sama Paman ternyata."Sambungnya ketika melihat siapa yang datang.
...•...
...•...
"Ngomong-ngomong bawaan kalian kok banyak Bi?Dari mana emangnya?"Tanya Tiara menyadari bawaan mereka yang banyak.
"Banyak lah Ya,kita kan nginep disini."Jawab Bi Meli membuat Revan terkejut.
"Kenapa,Van?"Tanya Paman Adi melihat ekspresi wajah Revan yang terkejut.
"Oh gak kok Paman,kalian duduk dulu ya,kita mau bicara dulu."Ucapnya membawa Tiara menuju kamarnya.
__ADS_1
"Kenapa gak bilang sih mereka nginap?"Tanyanya pada Tiara.
"Ara aja gak tau,kenapa sih emangnya?"Tiara balik bertanya.
"Ya,mereka tidur dimana?"
"Kita kan punya dua-..oh iya,gimana kalo mereka tau kita gak sekamar?"
"Nah itu yg mau gue bilang!"
"Gini aja,Revan tolong pindahin barang-barangnya Ara kesini dulu,ntar Ara yang ngalihin perhatian mereka,gimana?"Tiara memberi saran.
"Lah kok gue yang ngangkut barang lo?"
"Iyalah,Revan kan laki-laki!"
"Ya udah iya."
Keduanya pun disibukkan masing-masing,Tiara mengalihkan perhatian Bibi dan pamannya. Sedangkan Revan mengangkut barang-barang Tiara menuju kamarnya yang berjarak tak seberapa.
...•...
...•...
Setelah selesai,keduanya merasa lega.
"Hoam..Paman ngantuk Ya,mana kamarnya?"Tanya Paman Adi yang dari tadi menguap terus.
Tiara pun mengantarkan mereka menuju kamarnya,lalu bernafas lega.
__ADS_1
"Ya udah kita istirahat dulu ya!"