![Pernikahan Konyolku[TAHAP REVISI]](https://asset.asean.biz.id/pernikahan-konyolku-tahap-revisi-.webp)
Sebenarnya peserta yg mengikuti kegiatan ini tidak hanya 6 orang tetapi 20 siswa/siswi terbagi rata.
Sekolah sudah ramai dengan riuhan para murid yang tidak sabar menyaksikan pertandingan tahun ini. Tepat pukul 08.00 pagi acara pun dimulai.
"Baiklah para peserta sekalian, sebelum memulai pertandingan saya mengingatkan kalian agar bertanding secara jujur dan sehat.Jika ada yang melakukan hal curang, maka akan segera kami diskualifikasi. Paham?" seru Pak Bambang selaku juri di pertandingan ini.
"Paham pak!!! " jawab para peserta kompak.
"Tes.. tes.. Baik para peserta sekalian, di pertandingan pertama kalian akan diberi soal beserta lembar jawab masing-masing yang akan kalian isi nantinya.Waktu kalian 40 menit untuk menjawab semua soalan,kami hanya memberi soalan dasar yang pastinya bisa kalian jawab."Bu Yeni menerangkan. "Saya harap kalian teliti dalam mengerjakannya, akan ada 10 peserta yang lolos ke babak selanjutnya."
Lembaran soal dan lembar jawab dibagikan,setelah waktu dimulai para peserta mulai mengerjakan dengan teliti.
"Sebutkan nama presiden Indonesia secara berurutan!" Mayang bergumam membaca soalnya. "Yaelah soal SD, gampang ini mah!!"
Diwaktu yang sama,Tiara juga tengah menjawab soalnya. "Sebutkan nama-nama dari 3 serangkai! " gumamnya.
Mereka terus berfikir menjawab soalan, hingga tak terasa sudah 40 menit berlalu. Setiap jawaban dikumpulkan dan diperiksa oleh para juri.Selang setengah jam,Bu Yeni mengumumkan para peserta yang lolos ke babak selanjutnya.
"Daftar nama yang masuk ke babak selanjutnya yaitu Roni dengan perolehan nilai 98,Bayu dengan nilai 98,Joni dengan nilai 94,Riski dengan nilai 92,Tiara dengan nilai 92,Salsa dengan nilai 88,Revan dengan nilai 84,Meli dengan nilai 84,Talia dengan nilai 78,dan Mayang dengan nilai 76,5."ujar Bu Yeni mengumumkan.
"Setelah ini kita lanjut dengan pertandingan olahraga, yang mencakup berenang,bersepeda dan dilanjuti dengan perlombaan lari. Para peserta diharapkan segera mengganti baju renang di ruang ganti sekarang!" lanjutnya.
...•...
...•...
Para peserta kini sudah mengenakan baju renang.Cukup lama mereka berganti baju, hingga sekarang perlombaan renang akan dimulai.
"Baiklah disini saya yang menjelaskan, kalian akan berenang hingga ujung sana lalu masing-masing mengendarai sepeda yang sudah disiapkan. Setelah sampai di pos 3 kalian semua langsung berlari menuju garis finish.Mengerti? " seru pak Bambang dijawab kompak para peserta.
Semua sudah berdiri di garis awal renang,menunggu aba-aba dari pak Bambang.
"Peserta siap! Tiga, dua, mulai! "
Semua peserta kompak melompat ke kolam dan bersaing untuk sampai di garis finish duluan.
Revan memimpin didepan, lalu tak lama didahului oleh Bayu yang kemudian keduanya saling beradu kecepatan di dalam air.
__ADS_1
Perlombaan kali ini dimenangkan oleh Bayu disusul Revan dan Salsa lalu yang lainnya.
Setelahnya, masing-masing dari mereka langsung menaiki sepeda yang telah disiapkan di garis finish kolam renang.
Di tengah perjalanan Mayang berhenti, memarkir sepedanya lalu duduk di tepi jalan perlombaan.
"Duh capek banget mending gue makan dulu."gumamnya.
"Mayang,duluan!"Tiara berseru ketika melihat temannya itu malah makan kerupuk yang entah darimana ia dapat.
Yang lain terus mengayuh sepeda dengan sekuat tenaga,berharap berhasil jadi yang pertama.
Roni memimpin,diikuti Tiara lalu Revan.
Sampai ketitik terakhir Roni dan Tiara saling bersaing mencapai tali finish,dan yeah!
Tiara memenangkan perlombaan kali ini,diikuti Roni dan Revan.
Segera,Tiara melepaskan diri dari sepedanya lalu berlari sesuai aturan yang diberi tadi.
Tiara masih memimpin, walaupun ia perempuan tapi Tiara ahli dalam hal berlari sebab sejak SD ia pernah mengikuti ekskul lari.
"Revan!"Batinnya.
"Lo gak apa-apa kan,Ra?"tanya Revan khawatir, bagaimana tidak jika sekarang ini wajah Tiara sangat pucat dan dipenuhi keringat.
"Gak kok Van,Ara baik-baik aja."Tiara menjawab dengan nafas tersengal,"Kamu sendiri,gak apa kan Van?"tanyanya balik,sambil terus berlari sekuat tenaga.
"Gue gak baik-baik aja,capek!"jawab Revan mengundang kekehan Tiara,melihat itu Revan juga tersenyum tipis.
Tiara masih berlari,hingga ia merasa Revan yang perlahan jauh di belakangnya.
Hingga sampailah ia dititik terakhir,Tiara yang memenangkan lomba lari ini,disusul Revan dan yang lainnya.
Ia membungkuk,menumpu telapak tangan di lututnya,napasnya tak beraturan lalu ia merasa ada sebuah tangan yang menyentuh pundaknya.
Ia pun mendongak menunjukkan wajahnya yang sangat pucat,dan melihat wajah Revan disana.
__ADS_1
"Lo sakit,ra!Kita pulang!"Revan berujar cemas.
"Gak kok,Ara baik-baik aj—"Brukk..Belum sempat ia menyelesaikan ucapannya,Tiara hampir jatuh tetapi Revan sudah menahan tubuhnya terlebih dahulu hingga kini dirinya berada di pelukan Revan."Baik-baik aja gimana?"tanya Revan.
...•...
...•...
Tiara membuka matanya,ditatapnya langit-langit ruangan yang ia kenali ini.Ya,ini kamarnya."Loh-loh kok Ara ada dikamar?"Tiara bergumam seraya mencoba mengingat,ah..ternyata Revan membawanya pulang dan ia malah tertidur.
Pintu kamar terbuka dan menampilkan sosok Revan yang sedang memegang sebuah nampan yang isinya mangkok juga segelas air putih.
"Udah bangun lo?"Revan menghampiri Tiara dan duduk di tepi ranjang, mengangkat mangkok tadi dan mengarahkannya ke Tiara."Nih,dimakan dulu."ucapnya.
Gadis yang ditawari tampak mengangkat kepalanya sedikit lalu melihat isi mangkok itu,"bubur nasi ternyata."Ia membatin lalu membuang muka malas."Gak mau,ah!"ujarnya.
"Lo tuh lagi sakit,makan biar cepat sembuh!"Revan memerintah,enak saja gadis ini ia sudah bersusah payah membuatkan bubur untuknya tapi malah ditolak."Lagian,gue capek buatnya!"
"Ara gak mau,Van!"Tapi Tiara masih ngeyel menolaknya,membuat Revan semakin kesal terhadap gadis ini.
"Makan Tiara,gue capek buatnya!"Revan menyodorkan sendok berisi bubur itu ke mulut Tiara,awalnya Tiara menggelengkan kepalanya menolak tapi lambat laun mulut gadis itu terbuka menerima suapan dari Revan.
"Besok-besok kalau sakit gak usah manja,punya tangan kan?"Revan berseru lalu memberikan mangkok itu ke Tiara,"Sisanya makan sendiri!"lanjutnya,lalu ia berdiri keluar dari kamar tersebut.
Tiara hanya bisa terdiam,ia bingung dengan dirinya sendiri yang akhir-akhir ini ingin bersikap manja terhadap Revan.Entahlah.. ia hanya merasa nyaman jika didekat pria itu.
"Apa mungkin Ara suka sama Revan,sejak kapan?Kenapa Revan baik sama Ara,apa Revan juga punya perasaan khusus buat Ara?"
...•...
...•...
Keesokan harinya merupakan hati terakhir perlombaan yakni membuat kerajinan tangan,oh ya Tiara hari ini sudah lumayan baikan sehingga dia masih bisa ke sekolah dan mengikuti lomba terakhir ini.
Peserta hari ini terdapat lima orang,yaitu Tiara,Roni,Revan,Salsa,dan Talia.Kelima orang ini akan membuat kerajinan dari kain perca selama 3 jam.
Semua peserta tengah beraksi di meja masing-masing,namun Tiara masih bingung apa yang harus dibuat olehnya.
__ADS_1
Dilihatnya peserta lain yang sudah setengah jalan,Revan membuat sebuah bantal,Roni membuat tas selempang,Salsa membuat gelang,dan Talia sepertinya membuat keset kaki.
Seketika Revan yang tadinya fokus ke bantal buatannya kini menoleh ke arah gadis yang tengah memainkan kain perca dengan wajah bingungnya