Pernikahan Rahasia 2

Pernikahan Rahasia 2
Ch. 36


__ADS_3

Satu bulan sudah berlalu akhirnya Louise berhasil membujuk Angel untuk pulang. Namun sampai saat ini Melvin masih belum bisa bertemu dengan Angel.


Sonia sampai tidak bisa berkata-kata ketika melihat putri pertamanya yang sudah sepuluh bulan menghilang tanpa kabar kini berdiri di hadapannya dalam keadaan baik baik saja dan tidak kurang satu apa pun.


"Mom, maafkan aku." Angel memeluk mommy Sonia dengan penuh rasa bersalah karena telah membuat sang ibu khawatir.


"Mommy bersyukur akhirnya kau kembali sayang." Mommy Sonia balas memeluk Angel tak kalah erat.


Sekarang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik itu merasa lega karena putri pertamanya telah kembali.


"Kak Aurora." Eudora yang juga merasa bahagia dengan kepulangan Angel ikut sama memeluk sang kakak.


Meskipun Aurora telah kembali tapi Eudora tidak merasa lega karena sekarang ia sudah pun bertunangan dengan Melvin. Kepulangan Aurora tetap tidak mengubah apapun. Berbeda ketika acara pertunangan belum di laksanakan. Mungkin Eudora tidak perlu menggantikan Aurora.

__ADS_1


Eudora mengusap air mata yang jatuh di pipinya setelah meleraikan pelukannya. Air mata yang akhir-akhir ini sering keluar sejak ia resmi bertunangan.


"Mengapa kau menangis ? kau tidak suka aku pulang ?" tanya Angel melihat adiknya menagis.


Eudora memaksakan tersenyum. "Tidak, kak. Aku menagis karena bahagia akhirnya kakak pulang dan baik-baik saja." jawab Eudora jujur. Ia merasa bahagia sekaligus sedih.


Setelah makan malam Angel menemui daddy nya di ruang kerja. Aurora yakin malam ini ia pasti akan menerima kemarahan dari sang ayah. Angel siap menerima hukuman yang akan di berikan oleh daddy nya. Asal itu bukan di jodohkan dengan pria mana pun.


"Maafkan aku dad." Angel meminta maaf meskipun merasa takut melihat tatapan Dad Abraham.


"Sudah terlambat. Sekarang adik mu sudah menggantikan mu dalam perjodohan itu." kata Abraham dengan suara yang begitu dingin.


Mendengar dari suara dan nada bicara sang ayah, Angel tahu Dady nya itu sangat marah. Angel hanya menunduk tanpa ingin menjawab. Angel sadar akan kesalahan yang telah ia buat. Sehingga dad Abraham begitu marah.

__ADS_1


Angel menghela napas kasar. Waktu sudah menunjukan pukul dua belas malam. Namun Angel tidak bisa memejamkan matanya. Ia masih memikirkan tentang kata-kata dad Abraham tadi.


Dad Abraham memberi hukuman kepada Angel dengan mengambil semua fasilitas dan dokumen pribadinya agar Angel tidak bisa pergi keluar negeri. Tapi bukan itu yang jadi menganggu pikirannya.


"Kau hanya memikirkan kebebasan dan perasaan mu saja. Apa kau pernah memikirkan Daddy dan mommy ? terutama adik mu ? Karena ulah mu itu jadi adik mu yang harus menanggung semua."


"Tapi kan Daddy bisa membatalkan perjodohan itu." Angel memberanikan diri mengutarakan pendapatnya.


Bukankah seharusnya itu bisa jadi mudah. Batalkan saja perjodohannya sehingga tidak ada pihak yang jadi korban.


"Kau pikir semudah itu ? Kau ingin memalukan Daddy ?" tanya dad Abraham dengan marah.


Ia tidak mahu hubungan baik yang sudah lama terjalin dengan Adam menjadi rusak karena membatalkan perjodohan ini.

__ADS_1


Sekali lagi Angel menghela napasnya. Ia sungguh merasa bersalah. Bukan pada dad Abraham. Melainkan kepada adiknya. Eudora.


__ADS_2