
Kalimat sambutan dari Abraham yang sepertinya tidak sesuai harapan tidak membuat Melvin gusar. Ia masih tetap tenang menunggu keputusan ayah mertuanya.
"Jadi tak ada alasan untuk ku mengabulkan permintaan mu." lanjut Abraham lagi.
Tanpa basa basi Abraham langsung mengatakan penolakan untuk merestui pernikahan Melvin dan Angel. Dengan alasan pernikahan mereka tidak sah secara hukum.
Namun keputusan Abraham itu sama sekali tidak membuat Melvin menyerah. Dia sudah memiliki rencana lain untuk memaksa Abraham menyetujui keinginannya. Meskipun dengan harus mengatakan kebohongan.
"Secara hukum mungkin pernikahan kami tidak diakui. Tapi secara pribadi kami sudah terikat. Sebagai seorang pria aku akan bertanggung jawab atas apa yang sudah aku ambil dari putri anda." kata Melvin dengan tegas.
Abraham menatap datar ke arah Melvin. Dia jelas tau apa yang dimaksudkan oleh pria muda di depannya ini. Melvin dan Angel sudah menikah selama enam bulan sebelum putrinya itu kembali pada keluarganya dan mereka juga sudah pernah tinggal bersama. Jadi mungkin saja mereka sudah melakukan seperti apa yang Melvin katakan.
Harga diri seorang wanita terletak pada mahkotanya dan jika mahkota itu sudah di ambil maka hilanglah sudah harga diri wanita itu. Berbeda halnya dengan wanita yang sudah menikah. Yang mahkotanya di ambil oleh suaminya. Dan sekarang Melvin telah mengambil mahkota putrinya sehingga Abraham mau tidak mau harus merestui pernikahan mereka.
__ADS_1
"Apa kalian sudah pernah melakukannya ?" tanya Abraham memastikan jika Melvin sudah benar-benar mengambil mahkota putrinya.
"Sudah sering. Bahkan aku adalah pria.."
"Cukup !" Abraham langsung memotong perkataan Melvin.
"Persiapkan pernikahan kalian dua bulan lagi." putus Abraham akhirnya.
Jika sudah begini Abraham tidak mungkin untuk tidak menyatukan Melvin dan Angel. Bisa-bisa putrinya itu di buat hamil oleh Melvin.
Acara pernikahan yang akan di laksanakan dua bulan lagi sudah di tetapkan. Bahkan mom Sonia sudah mulai sibuk mempersiapkan segala sesuatunya.
Sekarang Melvin juga sudah tidak pernah datang lagi ke rumah. Angel jadi merasa rindu pada pria itu.
__ADS_1
Hari-hari seperti terasa cepat berlalu. Sekarang acara pernikahan Eudora dan Melvin tinggal tiga Minggu lagi. Perasaan Angel jadi semakin tak menentu. Di satu sisi dia tidak ingin menghancurkan kebahagiaan adiknya. Sementara di sisi lain Angel seperti tidak rela melihat Melvin menikah dengan Eudora.
Malam ini setelah mommy dan daddy pergi ke luar, tiba-tiba Melvin datang berkunjung setelah satu bulan lebih tidak pernah menampakkan diri. Angel yang sudah tau kedatangan Melvin untuk bertemu dengan Eudora memilih masuk ke dalam kamar dari pada melihat pasangan yang akan menikah itu. Yang pastinya akan membahas tentang pernikahan mereka. Sungguh hati Angel merasa sakit melihatnya.
Angel masuk ke dalam kamar kemudian mencuci muka dan mengganti pakaian dengan gaun tidurnya. Baru saja ingin memejamkan mata Angel langsung terkesiap ketika pintu kamarnya terbuka. Angel langsung menekan remote untuk menyalakan lampu utama kamar.
"Apa yang kau lakukan di sini ?" Angel terkejut melihat Melvin yang sudah berada di kamarnya.
Melvin tidak menjawab pertanyaan Angel. Malah dengan santainya pria itu mengunci pintu dari dalam.
Angel mulai merasa takut ketika Melvin berjalan mendekat dengan seringai di wajahnya yang tampan. Apa lagi saat ini kedua orang tuanya tidak ada di rumah.
"Kau mau apa ? keluar dari kamar ku." sungguh Angel tidak mau terjadi kesalahpahaman dengan Eudora karena calon suami adiknya ada di kamarnya sekarang.
__ADS_1
"Aku merindukan mu." Melvin menatap Angel dengan tatapan yang sulit di artikan.