Pernikahan Rahasia 2

Pernikahan Rahasia 2
Ch. 44


__ADS_3

Angel melihat mobil Melvin pergi meninggalkan pekarangan rumahnya dari balik tirai jendela kamarnya yang berada di lantai dua. Jantungnya kembali berdenyut melihat Melvin dan Eudora pergi bersama. Entah mengapa membuat Angel merasa sesak. Apa lagi jika membayangkan Melvin dan Eudora berkencan. Angel masih berdiri di tempatnya sampai mobil Melvin hilang dari pandangannya.


Sementara itu di dalam mobil, Eudora merasa canggung karena ini pertama kalinya ia hanya berdua bersama pria yang sudah menjadi tunangannya. Tunangan yang seperti orang asing baginya. Selama ini mereka tidak pernah kenal apa lagi dekat. Berbeda dengan Melvin yang merasa biasa saja karena memang Melvin tidak memiliki perasaan apa pun kepada Eudora. Lagi pula bagi Melvin pertunangan ini hanya sementara. Tidak akan sampai menikah. Karena itulah hari ini Melvin mengajak Eudora pergi karena ada hal yang ingin ia bicarakan.


"Kita mau ke mana ?" tanya Eudora kepada Melvin yang sedang fokus mengemudikan mobil.


"Kita hanya akan makan siang. Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan." jawab Melvin melihat Eudora sebentar. Kemudian ia kembali menatap ke jalanan.


Melvin mengajak Eudora ke sebuah cafe. Bukan ke ruangan VIP restoran ketika bersama Angel.

__ADS_1


"Sebelumnya aku minta maaf jika apa yang aku katakan ini akan membuat mu tersinggung atau menyakiti hati mu." kata Melvin membuka bicara.


"Aku tahu kau sebenarnya kau terpaksa menggantikan kakak mu yang seharusnya di jodohkan dengan ku. Sama seperti aku yang terpaksa menerima perjodohan ini." lanjut Melvin lagi.


Eudora hanya diam mendengarkan apa yang Melvin katakan. Ia masih belum tahu apa yang sebenarnya ingin Melvin sampaikan. Namun Eudora sangat berharap jika Melvin akan membatalkan pertunangan mereka mengingat pria itu juga terpaksa bertunangan dengannya.


"Lalu apa anda akan memutuskan pertunangan ini ?" tanya Eudora penuh harap agar Melvin memutuskan hubungan pertunangan antara mereka.


"Aku tidak akan memutuskannya." kata Melvin yakin dengan keputusannya.

__ADS_1


"Tapi kau tenang saja. Kita tidak sampai akan menikah." lanjut Melvin yang menatap Eudora dengan senyum penuh misteri.


Saat Angel keluar dari kamar setelah beberapa jam mengurung diri, ia mendengar suara ramai dari taman belakang. Angel kemudian melangkahkan kaki untuk melihatnya. Ternyata di sana ada mommy, Daddy, Eudora dan juga Melvin.


Angel berdiri di dekat pintu sambil memperhatikan ke empat orang itu yang terlihat akrab. Eudora bahkan duduk di samping Melvin. Sungguh Angel tidak kuasa untuk melihat itu. Angel memutar tubuhnya ingin pergi dari sana namun suara mom Sonia memanggilnya dan mengajaknya untuk ikut bergabung.


Entah apa yang salah dengan Eudora dan Melvin atau pada dirinya yang bermasalah melihat hubungan keduanya yang terlihat semakin mesra.


Melvin semakin sering datang ke rumah Angel. Setiap hari Minggu atau dua, tiga kali dalam satu minggu Melvin akan datang untuk makan malam bersama keluarga tunangannya. Atau lebih tepat keluarga istrinya. Hal itu Melvin lakukan hanya demi untuk melihat Angel.

__ADS_1


Namun di mata Angel kedatangan Melvin hanya karena Eudora. Pasalnya setiap Melvin datang, pria itu pasti akan membawa sesuatu seperti coklat atau boneka yang di sukai oleh Eudora. Seperti malam ini Melvin datang dengan membawa seikat bunga mawar putih.


__ADS_2