Pernikahan Rahasia 2

Pernikahan Rahasia 2
Ch. 48


__ADS_3

Setelah Eudora pergi, Angel kembali ke kamarnya. Ia membuka isi paper bag yang di berikan oleh Eudora tadi. Yang ternyata isinya adalah sebuah kalung dengan liontin berbentuk love dengan inisial M di dalamnya.


M artinya Melvin. Sungguh romantis sekali bukan Melvin membelikan kalung dengan inisial namanya.


Angel tersenyum getir menyadari jika kalung itu Melvin belikan untuk Eudora. Bukan untuknya. Angel kembali menyimpan kalung itu di dalam tempatnya. Kemudian ia meletakkan di dalam laci meja bersama dengan tumpukan coklat dan beberapa barang lainnya.


Coklat dan barang-barang yang selama ini di bawakan Melvin untuk Eudora dan Eudora selalu berbagi dengannya. Angel tetap mengambilnya. Namun tidak pernah ia makan coklat itu atau memaki barang-barang itu.


*


Waktu terus bergulir. Tak terasa sekarang sudah enam bulan sejak pertunangan Melvin dan Eudora. Kedatangan kakek Adam yang tiba-tiba meminta acara pernikahan di percepat membuat Melvin jadi kelimpungan. Karena ia belum berhasil mendapatkan Angel. Meskipun sudah meminta bantuan kepada Eudora untuk membuat Angel cemburu agar wanita itu menyadari perasaannya.


Ya, selama ini kemesraan Melvin dan Eudora hanya untuk memanas-mansi Angel saja. Dan kedatangan Melvin ke rumahnya hanya untuk bertemu Angel. Bukan Eudora. Juga barang-barang yang di bawa Melvin sebenarnya untuk Angel dan sebagiannya untuk Eudora sebagi upah karena telah membantu Melvin bersandiwara.


Awalnya rencana pernikahan Melvin dan Eudora di adakan setelah Eudora wisuda enam bulan lagi. Namun kakek Adam minta di percepat menjadi dua bulan lagi. Setelah Eudora selesai ujian.


Malam ini kakek Adam mengundang keluarga Abraham untuk makan malam di kediaman putrinya, yaitu orang tua Melvin.

__ADS_1


"Aurora, kau belum bersiap ?" tanya Mom Sonia yang melihat Angel yang masih memakai dress rumahan.


"Bersiap ke mana mom ?" tanya Angel yang tidak tahu jika mereka sekeluarga di undang makan malam di rumah Melvin.


"Lho, kita kan .."


Namun belum sempat Mom Sonia menjelaskan tiba-tiba Eudora datang.


"Kak Aurora tidak mau ikut mom." potong Eudora.


"Oh. Ya sudah kalau begitu. Mom akan minta pelayan untuk menyiapkan makan malam untuk mu." kata Mom Sonia


Tadi ia sudah memerintahkan pelayan untuk tidak menyiapkan makan malam karena malam ini mereka sekeluarga akan makan malam di rumah calon besannya.


"Memangnya kalian mau ke mana ?" tanya Angel penasaran.


"Kita di undang Tuan Adam untuk makan malam di rumah calon mertua adik mu. Kau lupa ? tadi kan Eudora sudah memberitahu mu." jawab Mom Sonia kemudian berlalu pergi ke dapur menemui pelayan.

__ADS_1


Angel melihat punggung Eudora yang kini sudah menghilang di balik pintu utama. Seingatnya Eudora tidak mengatakan apa- apa padanya tentang acara makan malam ini. Apa mungkin Eudora sengaja tidak memberitahunya karena tidak ingin ia ikut ? batin Angel.


Pukul tujuh malam Abraham dan keluarganya kecuali Angel sudah tiba di rumah Abizar. Kakek Adam sangat antusias menyambut tamunya. Ia sengaja mengundang Abraham untuk makan malam bersama sekaligus untuk membicarakan tentang pernikahan Melvin dan Eudora yang ingin di percepat.


"Bagai mana jika pernikahan mereka di majukan jadi dua bulan lagi ?" kakek Adam menyampaikan maksudnya. Ia sudah tidak sabar untuk melihat Melvin menikah.


Abraham melihat istrinya meminta pendapat. "Aku akan ikut keputusan mu." jawab Sonia.


Jauh di lubuk hati Sonia tidak setuju dengan pernikahan ini karena Sonia tahu Eudora menyukai Erland. Tapi melihat Melvin merupakan seorang pemuda yang baik dan juga hubungan keduanya yang baik-baik saja akhirnya Sonia menyetujuinya. Berharap agar Eudora bisa bahagia dengan Melvin.


"Baiklah, aku setuju." jawab Abraham.


Kakek Adam merasa lega kerena Abraham sudah setuju untuk mempercepat acara pernikahan ini. Kemudian kakek Adam melihat ke arah Melvin. Namun raut wajah Melvin tidak seperti biasanya. Melvin tampak tegang malam ini.


"Bagai mana Melvin, kau sudah siap ?" tanya kakek Adam mengabaikan ekspresi cucunya itu. Mungkin Melvin hanya nervous bertemu keluarga calon istrinya.


"Maaf, kek. Aku tidak bisa melanjutkan pernikahan ini." kata Melvin dengan yakin.

__ADS_1


__ADS_2