Pernikahan Rahasia 2

Pernikahan Rahasia 2
Ch. 41


__ADS_3

Sejak pertemuannya dengan Melvin di tempat pesta dua minggu yang lalu Angel selalu merasa was-was. Takut jika pria itu akan muncul kapan saja dan melakukan hal yang tidak ia inginkan.


Saat ini Angel sedang berada di perusahaan Black Diamond milik sang ayah. Angel sudah mulai bekerja di sana untuk membantu daddy nya. Tak tangung-tangung, Abraham menempatkan Angel sebagai wakil direktur di perusahaan miliknya. Toh Angel juga yang kelak akan mewarisi perusahaan itu. Lagi pula Abraham tidak perlu meragukan kemampuan putri pertamanya itu. Karena saat Angel berada di luar negeri, ia juga menjabat sebagai wakil direktur selama dua tahun di perusahaan yang di pimpin oleh pamannya, Tama.


Suara notifikasi pesan masuk mengalihkan perhatian Angel pada pekerjaannya. Ia langsung mengambil ponselnya.


"Aku tunggu di restoran x saat jam makan siang."


Angel meletakkan kembali ponselnya dan mengabaikan pesan itu. Namun baru saja Angel mengangkat tangan dari ponselnya ada sebuah notifikasi pesan masuk lagi.


"Jika kau tidak datang, aku akan mengatakan semuanya pada Tuan Abraham."


Angel memutar matanya malas membaca pesan yang berisi ancaman itu. Siapa lagi pengirimnya kalau bukan dari Melvin yang suka sekali memaksa dan mengancam. Meskipun Angel sudah berganti nomor baru tatap saja pria itu bisa mengetahuinya.


Melvin tersenyum melihat seorang wanita yang berpakaian formal sedang berjalan dengan anggun ke arahnya. Image seksi tak pernah luput dari seorang Aurora Angela Wiliam. Meskipun memakai pakaian formal ia tetap terlihat seksi dan mempesona di mata semua orang.


"Ada apa ?" tanya Angel to the poin begitu tiba di hadapan Melvin.

__ADS_1


Tak ada nada ramah ketika ia bicara dengan pria yang sudah menjadi suaminya itu.


"Duduklah. Aku hanya ingin mengajak istri ku untuk makan siang." jawab Melvin.


Memang tidak ada sesuatu yang penting ingin di bicarakan Melvin kepada Angel. Dan sekalipun mereka bicara tidak akan mendapatkan penyelesaian. Karena tujuan dan keinginan mereka yang berbeda.


"Buang-buang waktu saja." kata Angel jengah.


Bukannya menarik tempat duduk tapi Angel malah memutar tubuhnya ingin keluar. Melvin tidak mencegah wanita itu untuk pergi.


"Buka pintunya." Angel menatap tajam Melvin yang tersenyum menyeringai.


Melvin sudah menduga hal ini akan terjadi karena itulah ia memesan privat room dan setelah Angel masuk ia menyuruh orang suruhannya untuk mengunci pintu itu agar Angel tidak bisa melarikan diri.


"Kau buru-buru sekali. Jam makan siang masih lama." ucap Melvin yang sama sekali tidak di hiraukan oleh Angel.


Angel mengambil ponselnya untuk meminta bantuan.

__ADS_1


"Apa yang akan kau jawab jika Daddy mu bertanya mengapa kau terkunci di sini bersama ku ?"


Angel menghentikan tangannya yang akan menekan tombol hijau ke nomor dad Abraham ketika mendengar ucapan Melvin. Mengapa pria ini bisa tahu jika ia akan meminta bantuan kepada dad Abraham.


Angel tidak membatalkan niatnya untuk meminta bantuan. Tapi bukan kepada sang ayah melainkan kepada Louise. Namun setelah beberapa kali menelpon Louise tidak menjawab. Padahal panggilannya terhubung.


Melvin tersenyum penuh kemenangan melihat wajah Angel yang tampak kesal. Louise tidak akan menjawab panggilan Angel karena Melvin sudah bekerja sama dengan pria itu.


"Sebaiknya kau di sini saja. Makan bersama ku dan setelah itu kita pergi. Aku tidak akan mengurung mu selamanya di sini. Belum saatnya."


Akhirnya dengan sangat terpaksa Angel menuruti perintah Melvin. Menunjuk perasaan juga tidak ada gunanya di hadapan pria ini. Karena Melvin tetap akan memaksakan kehendaknya meskipun ia menolak. Lagi pula Angel merasa perutnya juga sudah lapar.


Keduanya makan dalam diam. Angel sedang malas untuk berbicara kepada Melvin. Padahal ia ingin sekali mengatakan untuk mengakhiri hubungan pernikahan ini. Tapi berhubung moodnya sedang buruk jadi Angel memilih diam saja.


"Sekarang buka pintunya." kata Angel begitu menyelesaikan makannya.


Melvin juga sudah selesai makan. Lalu ia mengambil ponselnya dan mengirimkan pesan kepada seseorang. Melihat itu, Angel langsung beranjak dari duduknya dan berjalan menuju ke pintu keluar. Saat akan membuka pintu ternyata masih terkunci. Angel ingin marah kepada Melvin. Namun saat ia membalikkan badannya, ia begitu terkejut mendapati Melvin sudah berdiri tepat di belakangnya.

__ADS_1


__ADS_2