
Melvin mengambil ponselnya dan mengirimkan pesan kepada seseorang.
"Buka pintunya sepuluh menit lagi."
Kemudian Melvin juga beranjak dari duduknya dan menyusul Angel. Ia menatap tubuh Angel penuh hasrat. Sejak insiden ciuman itu, semakin hari hasrat Melvin semakin besar kepada wanita yang sudah menjadi istrinya. Apa lagi pada saat wanita itu ada di depan matanya.
Selama ini Melvin sudah berusaha sekuat hati menahan keinginannya itu dengan cara menghindar untuk tidak melihat dan bertemu dengan Angel. Tapi entah mengapa hari ini Melvin tidak bisa menahannya lagi.
"Kau .." Angel yang ingin marah karena pintu masih terkunci tidak bisa melanjutkan kalimatnya saat melihat Melvin sudah berdiri tepat di belakangnya.
Pandangan mata pria itu menatap Angel dengan tatapan yang tidak terbaca. Sehingga membuat lidah Angel Kelu dengan tubuh membeku di tempat.
__ADS_1
Melvin menarik pinggang ramping Angel dan membuat tubuh mereka jadi menempel. Melvin tidak memutuskan tatapannya menatap mata indah Angel. Angel yang seakan terhipnotis oleh tatapan Melvin tiba-tiba tersadar saat merasakan sesuatu yang kenyal dan dingin menempel di bibirnya.
Ciuman yang awalnya terasa begitu kaku kini semakin terasa menggebu. Ciuman yang mengalirkan semua perasaan dari pemiliknya. Angel tidak menolak dan membuat Melvin semakin semangat melanjutkan aksinya. Apa lagi saat Angel mulai menggerakkan bibirnya membalas ciuman itu.
Melvin baru melepaskan tautan bibirnya ketika merasa Angel memukul-mukul dadanya karena hampir kekurangan oksigen. Angel ingin marah tapi masih membetulkan napasnya yang tersengal.
"Kau..."
Angel tidak dapat meneruskan ucapannya ketika Melvin kembali mencium bibirnya. Kali ini dengan ciuman yang lebih lembut. Tidak menggebu dan tidak se kaku ciuman yang tadi. Meskipun tidak berpengalaman tapi naluri Melvin sebagai seorang laki-laki bisa melakukannya dengan baik. Baik Melvin maupun Angel begitu menikmati ciuman mereka yang ketiga ini. Angel bahkan membiarkan tangan Melvin menelusup kedalam kain kemeja yang di pakainya dan mengusap-ngusap tubuhnya.
Angel mendorong dada Melvin dengan kuat ketika merasakan pintu di belakangnya yang sedikit terbuka. Seketika ciuman mereka pun berakhir. Kemudian Angel langsung pergi dari ruangan VIP itu meninggalkan Melvin yang sedang frustasi sendiri.
__ADS_1
"Sial. Seharusnya satu jam lagi aku menyuruh mereka membukakan pintu." Melvin mengacak rambutnya asal.
Sungguh saat ini ia merasa begitu frustasi karena di tinggal saat sedang asik-asiknya menikmati manis bibir milik Angel.
Sementara itu Angel yang sudah berhasil keluar dari ruangan VIP itu berjalan laju tanpa melihat kebelakang sedikitpun. Angel mengusap bibirnya yang terasa basah. Kemudian memegang dadanya yang berdebar. Meski merasakan tubuhnya lemas, Angel tetap memaksakan kakinya melangkah.
Begitu masuk ke dalam mobil, Angel mencampakkan tasnya begitu saja di kursi samping pengemudi. Ia meraih botol air mineral dan meminum air itu hingga habis setengah dalam sekali tegukan. Kemudian Angel menggeser kaca spion di atas kepalanya untuk bercermin. Angel melihat tampilan wajahnya yang memerah dengan bibir yang terlihat sedikit membengkak. Pantas saja bibirnya terasa kebas dan tebal.
Angel menarik napas dalam-dalam dan melepasnya perlahan. Beberapa kali ia melakukan itu untuk menenangkan diri dan perasaannya. Setelah merasa lebih tenang dan jantungnya kembali berdetak dengan normal, Angel baru menghidupkan mesin mobilnya. Kemudian ia mulai melajukan mobil ke jalanan untuk kembali ke perusahaan.
Setengah jam setelah Angel pergi, Melvin baru keluar dari restoran. Melvin terpaksa masuk ke kamar mandi yang ada di ruangan itu untuk menuntaskan sesuatu yang tertahan dari dalam dirinya.
__ADS_1
Astaga. Rasanya begitu menyiksa sekali. Sampai berapa lama lagi dia harus menahan siksa seperti ini.
Melvin mulai memikirkan bagai mana cara untuk mengakhiri permainan ini agar segera bisa memiliki Angel sepenuhnya dan membuat wanita itu tidak berkutik di bawah tubuhnya.