Pernikahan Rahasia 2

Pernikahan Rahasia 2
Ch. 46


__ADS_3

"Mau ke mana ?" tanya Melvin melihat Eudora yang tampak berbeda.


Gadis itu tampak bahagia yang begitu terpancar dari wajahnya hari ini.


"Tolong antarkan aku ke cafe x, kak." jawab Eudora.


Sejak hubungannya semakin baik dengan Melvin, Eudora memanggil Melvin dengan sebutan kakak. Dan hari ini Eudora meminta tolong pada Melvin mengantarkannya ke sebuah cafe untuk bertemu dengan seseorang.


Dua puluh menit kemudian mereka sudah sampai ke tempat tujuan. Eudora dan Melvin berjalan menuju sebuah meja dimana sudah ada seorang pria tampan yang duduk di sana.


Pria itu lantas berdiri menyambut kedatangan Eudora dan Melvin. Meskipun jauh di lubuk hatinya yang paling dalam rasa ingin menagis. Tapi ia tetap memaksakan bibirnya tersenyum.


"Hai, kak. Sudah lama ?" sapa Eudora kepada pria itu lebih dulu.


"Baru lima menit." jawab pria itu dengan masih menatap wajah cantik Eudora.


"Kak, kenalkan ini kak Melvin." kata Eudora mengalihkan tatapan pria itu ke arah Melvin.


"Kak Melvin kenalkan ini Kak Erland. Sepupu ku dari London." sambung Eudora lagi untuk mengenalkan kedua pria itu.


"Melvin."


"Erland."


Melvin dan Erland bersalaman sambil menyebutkan nama masing-masing.

__ADS_1


"Silahkan duduk." kata Erland.


"Terima kasih." balas Melvin sambil mendudukkan tubuhnya.


Melvin masih terus memperhatikan Erland sampai suara Eudora mengalihkan perhatiannya.


"Kak Erland ini yang telah membantu kak Aurora untuk melarikan diri dan menghilang seperti di telan bumi."


"Benarkah." tanya Melvin seakan tak percaya.


Erland yang terlihat masih sangat muda bisa membuat satu orang yang sama jadi berbeda. Memalsukan identitas dan membuatnya tidak terlacak sama sekali. Sampai-sampai orang suruhannya tidak bisa menemukan petunjuk apa pun. Sungguh hebat bukan. Bagai mana Erland bisa melakukan itu ? batin Melvin mengagumi Erland.


Ya, tentu saja bisa. Karena Erland merupakan seorang mata-mata dan Melvin tidak tahu jika pria muda di depannya ini bukanlah orang sembarangan.


"Baiklah, aku harus pergi." setelah perkenalan singkat itu Melvin akan pergi karena tugasnya hanya untuk mengantarkan Eudora.


"Baik, kak." balas Eudora sambil tersenyum melihat kearah Melvin.


Sejak tadi Erland terus memperhatikan interaksi antara Eudora dengan tunangannya, Melvin. Mereka terlihat akrab dan Eudora juga terlihat bahagia. Tidak sedih seperti waktu ketika tahu akan di jodohkan dengan Melvin. Apa mungkin Eudora sudah mulai mencintai pria itu ? tanya Erland dalam hati.


"Bagai mana kabar mu ?" tanya Erland setelah Melvin pergi meninggalkan mereka berdua.


"Kabar ku baik, kak. Kakak bagai mana ?"


Erland hanya mengangguk menjawab pertanyaan Eudora. Meskipun sebenarnya ia sedang tidak baik-baik saja.

__ADS_1


"Aku senang melihat kau sudah bisa tersenyum sekarang. Sepertinya dia bisa membuat mu bahagia." Erland tetap tersenyum meski tidak dari hati.


"Kak Erland berapa lama di sini ? sebenarnya ada banyak hal yang ingin aku ceritakan pada kakak." kata Eudora yang tidak sabar untuk menceritakan semuanya kepada Erland.


"Hanya satu hari. Kau ingin menceritakan apa ? aku selalu punya waktu untuk mendengar cerita mu."


Eudora merasa senang karena Erland masih tidak berubah. Selalu ada untuk dirinya di saat sedih atau bahagia.


Setelah beberapa jam menghabiskan waktu bersama Erland, Eudora mengirimkan pesan kepada Melvin agar menjemputnya di sebuah Mall. Karena setelah dari cafe tadi Erland mengajak Eudora untuk jalan-jalan ke mall.


"Aku pulang dulu kak. Terima kasih untuk ini." pamit Eudora sambil menunjukkan beberapa paper bag di tangannya.


"Iya, hati-hati." Erland mengusap kepala Eudora seperti yang biasa ia lakukan.


Eudora kemudian melangkahkan kakinya menuju mobil Melvin. Sementara Erland juga menuju ke mobilnya. Yaitu salah satu mobil milik Louise yang ia pinjam.


"Kau ini memang suka memeras ya ?" Melvin menyindir Eudora begitu gadis itu masuk ke dalam mobilnya dan terlihat membawa banyak barang.


"Tak cukup memeras ku. Kau juga memeras Erland." lanjut Melvin.


"Aku ini mahasiswa kak. Belum punya penghasilan." seloroh Eudora sambil terkekeh.


"Kak, apa kau tidak mau membeli sesuatu untuk ku bawa pulang ?" tanya Eudora.


"Ide yang bagus." Melvin setuju dengan saran Eudora.

__ADS_1


Kemudian Melvin melajukan mobilnya menuju ke sebuah mall terdekat untuk membeli sesuatu.


__ADS_2