Pernikahan Rahasia 2

Pernikahan Rahasia 2
Ch. 38


__ADS_3

"Aurora, siapa yang datang ?" suara dari belakang menyadarkan Angel dan Melvin dari pikirannya masing-masing.


Sonia muncul dari belakang Angel.


"Oh, ada Melvin. Ayo, silahkan masuk." Sonia menyambut hangat calon menantunya yang baru pertama kali datang ke kediaman mereka setelah resmi bertunangan dengan Eudora.


"Kita langsung ke ruang makan saja untuk makan malam." ajak Sonia.


"Terima kasih Tante." balas Melvin ramah.


"Panggil Mommy saja seperti Eudora. Jangan sungkan kita sudah jadi keluarga sekarang." kata Sonia sambil berjalan ke ruang makan di ikuti oleh Melvin.


Melvin bahkan mengabaikan Angel yang masih mematung di depan pintu. Angel tertegun mendengar apa yang baru saja mommy nya katakan. Apa mungkin keluarganya sudah tahu tentang hubungan dia dan Melvin. Atau jangan-jangan ?


Beberapa saat kemudian Angel menyusul ke meja makan. Semua orang sudah berkumpul di sana. Daddy dan mommy terlihat ramah dan hangat berbicara dengan Melvin. Sementara Eudora hanya diam saja. Adiknya itu memang tidak ramah dan pendiam.

__ADS_1


"Aurora, kenalkan ini Melvin. Calon suami adik mu. Melvin ini putri pertama om. Kakak Eudora. Aurora."


Deg


Jantung Angel tiba-tiba berdenyut mendengar ucapan sang Ayah. Dad Abraham mengenalkan Melvin sebagai calon suami Eudora. Itu artinya pria yang akan di jodohkan dengannya sebelum di gantikan oleh Eudora adalah Melvin.


Angel larut dengan pikirannya sendiri sampai tidak mendengar apa yang mommy dan Daddy nya bicarakan dengan Melvin. Bahkan sampai makan malam berakhir, Angel tidak tahu apa yang terjadi di sekelilingnya. Ia tersadar ketika semua orang sudah pergi dari sana dan hanya tinggal dia sendiri yang masih duduk di meja makan.


"Permisi, nona. Bibi mau mengambil piringnya." suara seorang pelayan menyadarkan Angel dari pikirannya.


Saat ini semua orang sedang berkumpul di ruang keluarga. Angel yang ingin langsung masuk ke kamarnya di lantai dua terpaksa melewati ruangan itu dan berharap agar tidak terlihat.


"Aurora, mau kemana ? sini duduk dulu." suara Sonia menghentikan langkah kaki Angel.


Angel memutar tubuhnya, melihat mommy Sonia.

__ADS_1


"Aku mau ke kamar dulu, mom. Perut ku sakit." jawab Angel beralasan agar tidak di paksa untuk duduk di sana.


Setelah mengatakan itu, Angel meneruskan langkahnya menaiki anak tangga tanpa melihat lagi ke belakang. Angel bahkan tidak sadar jika sejak di meja makan tadi Melvin diam-diam mencuri pandang ke arahnya.


Begitu tiba di kamarnya, Angel memegang dadanya yang sejak tadi berdebar dan berdenyut. Mengapa rasanya jadi sesak begini. Bukankah seharusnya dia merasa senang, Melvin tidak mengenalinya dan Melvin sekarang sudah bertunangan dengan Eudora sehingga dia terlepas dari perjodohan itu.


Ya. Seharunya begitu. Tapi Angel malah merasa sebaliknya. Semua itu tak bisa membuat Angel senang. Ia seakan tidak bisa menerima jika Melvin menikah dengan Eudora. Bukankah Melvin masih sah menjadi suaminya.


"Astaga. Aku tidak mungkin berbagi suami dengan adik ku."


Angel menutup wajahnya dengan bantal. Mengapa masalahnya jadi serumit ini. Padahal hanya karena ia kabur dari perjodohan yang di atur oleh daddy nya. Haruskah ia berubah menjadi Angel dan datang menemui Melvin meminta agar pria itu menceraikannya.


Tidak, tidak. Jika dia datang menemui Melvin, pria itu pasti tidak akan melepaskannya begitu saja setelah apa yang dia lakukan terakhir kali.


"Ya. Tuhan. Aku harus bagai mana ?"

__ADS_1


__ADS_2