
Sebenarnya Melvin sengaja tidak ingin bertemu dengan Angel sampai hari pernikahan mereka nanti. Namun setelah mendapatkan pesan dari Eudora yang mengatakan jika malam ini mommy dan Daddy nya akan pergi, membuat perasaan rindu Melvin yang selama ini sengaja ia bendung jadi meledak. Hatinya begitu menggelitik untuk datang menemui wanita yang beberapa Minggu lagi akan menjadi istrinya yang sebenarnya.
"Dasar tidak waras." umpat Angel ketika mendengar Melvin mengatakan rindu padanya. Pria yang sebentar lagi akan menikah dengan adiknya.
"Keluar dari kamar ku !" Angel kembali mengusir Melvin.
Bukannya keluar, Melvin malah berjalan semakin mendekat ke tempat tidur. Angel semakin mengeratkan selimut yang menutupi tubuhnya yang hanya berbalut gaun tidur model chemise.
Angel menggeser tubuhnya menjauh dari Melvin yang kini duduk di pinggir ranjang dengan jarak aman.
"Baik. Aku akan keluar. Tapi setelah bicara dengan mu." Kata Melvin dengan tenang sambil menatap intens Angel.
Meskipun rasanya tidak puas hanya dengan menatap saja. Tapi cukup untuk mengobati rasa rindunya kepada Angel.
"Kau ingin bicara apa ? cepat katakan." kata Angel. Ia tidak ingin berlama-lama bersama Melvin karena takut hatinya akan goyah.
__ADS_1
"Aku hanya ingin tahu apa kau benar-benar rela melihat aku menikah dengan adik mu ? jika kau mau aku bisa membatalkan pernikahan ku dan akan mengatakan hal yang sebenarnya kepada orang tua mu." ucap Melvin membuat penawaran.
"Tidak. Jangan lakukan itu. Aku tidak ingin melihat Eudora terluka." jawab Angel cepat.
Eudora terlihat begitu bahagia bersama Melvin. Mana mungkin Angel menghancurkan kebahagiaan adiknya itu. Meskipun hatinya sendiri merasa sakit.
"Lalu bagai mana dengan perasaan mu ?" tanya Melvin lagi.
Angel terdiam. Tidak bisa menjawab pertanyaan dari Melvin karena ia juga tidak tahu bagai mana perasaannya sendiri. Selama ini Angel selalu menepis dan tidak mengakui jika dia mulai menyukai Melvin. Angel menganggap perasaannya itu hanya pelampiasan rasa kesalnya kepada pria itu.
Angel yang sedang larut dengan pikirannya begitu terkejut ketika tiba-tiba merasakan sesuatu menempel di bibirnya. Dia tidak sempat menghindar dan tidak bisa bergerak ketika tangan Melvin menahan tubuhnya.
Awalnya Angel ingin berontak. Namun karena jauh di lubuk hatinya yang juga merindukan Melvin membuatnya jadi ikut membalas ciuman itu. Ciiuman yang terasa sangat berbeda dari yang mereka lakukan sebelum-sebelumnya karena kali ini mereka saling melimat sehingga terdengar suara decapan kas orang berci uman. Bahkan sekarang tanpa sadar Melvin menindih tubuh Angel yang kini sudah dalam posisi berbaring.
Hampir saja Melvin hilang kendali jika tidak di sadarkan oleh getaran ponsel di sakunya. Melvin langsung melepaskan tautan bibirnya sehingga membuat Angel terkejut. Ia kemudian langsung bangun dari atas tubuh wanita itu.
__ADS_1
Angel yang juga baru mendapatkan kesadarannya sangat terkejut dengan posisi mereka yang begitu intim.
Astaga apa yang sudah ku lakukan ?
Angel merasa sangat bersalah kepada Eudora karena apa yang telah ia lakukan bersama Melvin barusan.
Ketika Angel sibuk dengan pikirannya sendiri, Melvin pun sudah keluar dari kamar. Ia bahkan tidak menoleh lagi ke belakang. Melvin berjalan dengan terburu-buru untuk segera pergi. Ia harus menenangkan gejolak yang sedang memuncak dalam dirinya untuk di lepaskan.
"Kak, sudah selesai bicaranya ? kok buru-buru ?" suara Eudora menghentikan langkah kaki Melvin.
Sejak tadi Eudora menunggu di ruang tamu. Berjaga-jaga takut mommy dan Daddy nya pulang.
"Sudah. Ada panggilan penting jadi aku harus pulang sekarang." jawab Melvin dengan berbohong.
Tidak mungkinkan ia mengatakan kepada Eudora takut khilaf jika berlama-lama di kamar Angel. Melvin kemudian langsung pulang setelah mengucapkan terimakasih kepada Eudora. Karena telah membantunya untuk bertemu dengan Angel.
__ADS_1