
"Kau."
Angel yang begitu terkejut memutar tubuhnya menghadap Melvin. Ingin marah karena pria itu dengan lancangnya masuk kedalam kamar ganti dimana dia sedang berganti pakaian.
"Diamlah." kata Melvin menahan tubuh Angel agar tetap membelakanginya.
Kemudian tangan Melvin menaikkan resliting gaun Angel. Matanya bahkan tidak berkedip melihat punggung Angel yang putih mulus. Sehingga membuat darah Melvin jadi berdesir.
Sementara Angel juga merasakan hal yang sama ketika merasakan tangan dingin Melvin menyentuh kulitnya. Angel jadi berdiri mematung di tempat. Apakah Melvin sengaja atau tidak melakukan itu. Entahlah. Hanya Melvin dan Tuhan yang tahu.
"Cantik." Melvin mencium pundak Angel yang kini sudah tertutup dengan gaun. Sedangkan matanya tetap menatap Angel melalui pantulan cermin besar di depan mereka.
Gaun ini benar-benar menutup tubuh Angel sampai ke pundak dan berlengan panjang. Bukan gaya seperti seorang Aurora Angela Wiliam. Tapi Melvin ingin Angel memakai gaun ini di hari pernikahan mereka nanti karena Melvin tidak ingin orang-orang melihat tubuh istrinya. Hanya dia yang boleh melihatnya. Melvin bahkan meminta Adira mendesain khusus gaun pernikahan itu hanya untuk Angel.
__ADS_1
Perlakuan Melvin yang begitu manis dengan kata yang lembut mampu membuat Angel tercengang. Sampai ia tidak sadar Melvin sudah keluar meninggalkan dirinya sendiri di kamar ganti itu. Sejenak Angel bahkan lupa jika sebentar lagi Melvin akan menikah dengan adiknya, Eudora.
Adira dan Eudora yang sedang duduk di ruang tunggu langsung berdiri ketika melihat Melvin keluar dari ruang ganti.
"Kak, mau ke mana ? sudah selesai bertemunya ?" tanya Adira dengan mengulum senyuman untuk menggoda Melvin.
Melvin menoleh sebentar kearah adik dan adik iparnya. Ia hanya menganguk sebagai jawaban atas pertanyaan Adira tersebut. Kemudian Melvin melanjutkan lagi langkahnya dengan terburu-buru. Adira melihat wajah kakaknya itu terlihat memerah.
"Ayo kita masuk." Adira mengajak Eudora setelah Melvin pergi entah kemana.
"Kak, apa kau masih di dalam ?" Eudora mengetuk pintu kamar ganti yang di masuki Angel tadi.
Suara Eudora seketika membuyarkan pikiran Angel. Ia segera membuka pintu dan melihat Eudora dan Adira sudah ada di sana. Angel kemudian memperhatikan sekeliling ruangan itu. Benar hanya ada Eudora dan Adira. Tidak ada Melvin.
__ADS_1
"Wah, cantik sekali." kata Eudora yang melihat kakaknya memakai gaun pernikahan itu dengan sempurna.
"Kalian sudah selesai ?" bukannya menangapi pujian dari Eudora, Angel malah bertanya.
Tadi katanya Adira akan membantu Eudora memakai gaunnya. Tapi mengapa sekarang sudah selesai. Cepat sekali. Malah lebih cepat darinya.
"Sudah. Masih ada beberapa bagian yang harus di perbaiki." jawab Adira bohong.
Padahal mereka berdua sama sekali tidak mencoba gaun apa pun. Tadi mereka hanya menunggu di luar. Membiarkan Melvin masuk agar bisa bicara berdua dengan Angel. Dan setelah Melvin keluar baru mereka masuk lagi.
Tapi Melvin hanya sebentar. Mungkin tidak sampai lima menit. Entah apa yang Melvin bicarakan dengan Angel tapi saat keluar Melvin terlihat buru-buru dan wajahnya juga memerah.
Akhirnya Angel dan Eudora pulang dari butik dengan hanya membawa gaun milik Angel. Tapi tentunya Angel tidak tahu jika gaun itu merupakan gaun pernikahannya.
__ADS_1
Sampai detik ini Angel masih belum tahu jika dia yang akan menikah dengan Melvin. Bukan Eudora. Semua orang sudah sepakat untuk merahasiakan hal itu darinya karena takut Angel akan kabur lagi jika tahu dia yang akan menikah.