Pernikahan Rahasia 2

Pernikahan Rahasia 2
Ch. 53


__ADS_3

Keesokan harinya perasaan bersalah Angel semakin besar. Apa lagi ketika melihat wajah Eudora. Adiknya itu baru tiba di meja makan untuk sarapan. Dia yang paling terakhir. Mommy Daddy dan Angel bahkan sudah menyantap makanannya lebih dulu.


"Kak, siang ini bisa temani aku ke butik ? aku ingin fitting gaun pengantin." tanya Eudora.


Angel tidak langsung menjawab permintaan adiknya itu. Seharusnya kan Eudora pergi bersama Melvin. Mengapa malah mengajaknya


"Lho, mengapa tidak pergi dengan Melvin ?" tanya Mom Sonia seakan mewakili Angel.


"Hari ini kak Melvin sibuk, mom. Tapi jika sempat dia akan menyusul." balas Eudora.


Sebenarnya Eudora hanya menjalankan tugas dari Melvin untuk membawa Angel ke butik.


"Mengapa tidak pergi dengan mommy saja ?" tanya Angel. Jujur sebenarnya dia enggan untuk pergi. Pasti rasanya akan sakit membantu Eudora memilihkan gaun pernikahannya bersama Melvin.


"Mommy tidak bisa karena harus menghadiri rapat di Hotel." jawab Mom Sonia.


Jadi, Angel mau tidak mau terpaksa pergi juga menemani Eudora.


Pukul dua siang Angel pergi menjemput Eudora di kampus. Kemudian Angel melajukan mobilnya menuju sebuah butik yang di sebutkan oleh Eudora.


Salah satu karyawan butik menyambut Eudora dan Angel. Mereka langsung di antar menuju ke ruangan pemilik butik yang tidak lain adalah Adira. Sebelumnya Melvin sudah memaklumkan kepada Adira tentang kedatangan calon istrinya atau lebih tepat istrinya.

__ADS_1


"Selamat siang, kak." sapa Eudora yang memang sudah kenal dengan Adira.


"Kenalkan ini kakak ku, Aurora." Eudora mengenalkan Angel kepada Adira.


"Adira."


"Aurora."


Adira dan Angel bersalaman dengan menyebut nama masing-masing.


Adira memperhatikan lekat wajah Angel. Kakak iparnya. Ini kali pertama mereka bertemu. Wajah Angel tak kalah cantik dari Eudora. Angel terlihat lebih dewasa jadi lebih serasi dengan Melvin. Dibanding Eudora yang masih terlalu muda untuk kakaknya. Mungkin Angel seumuran dengan Adira.


Setelah berbicara beberapa saat, Adira mengantarkan Angel dan Eudora ke ruang ganti untuk mencoba gaun.


"Ini untuk mu. Cobalah." Adira memberikan sebuah gaun berwarna putih yang cukup cantik kepada Angel.


"Tapi dia yang akan menikah." tunjuk Angel kepada Eudora.


Gaun yang di berikan Adira seperti sebuah gaun pernikahan. Mungkin Adira pikir dia yang akan menikah.


"Aku tahu. Gaun pengantin Eudora sudah aku siapkan." balas Adira.

__ADS_1


"Kau cobalah yang ini. Aku akan menemani Eudora mencoba gaunnya." kata Adira lagi.


Adira berkata demikian karena tidak ingin membuat Angel curiga jika gaun yang dia berikan kepada Angel sebenarnya adalah gaun pernikahan yang ia desain khusus atas permintaan sang kakak.


Mendengar itu akhirnya Angel menuruti dan langsung masuk ke salah satu kamar ganti yang ada di ruangan itu. Angel menatap gaun di tangannya. Meskipun sangat indah tapi sama sekali bukan seleranya. Karena gaun itu kurang seksi. Terlalu tertutup.


Meskipun begitu ia akan tetap mencobanya. Angel kemudian melepas pakaiannya dan mulai memakai gaun itu. Setelah menyarungkan di tubuhnya, Angel kesulitan untuk menarik reslitingnya yang ada di bagian belakang.


"Ah, susah sekali." beberapa kali Angel mencoba tapi tetap saja ia mengalami kesulitan.


Angel kemudian membuka sedikit pintu kamar ganti dan menyembulkan kepalanya untuk mencari karyawan butik atau siapa pun yang ada di sana untuk meminta bantuan. Tapi tidak ada satu orang pun.


Angel kembali menutup pintu dan memutuskan untuk menanggalkan gaun itu. Tidak apa-apa dia tidak mencobanya karena bukan dia yang akan menikah. Lagi pula Angel tidak berencana untuk memakai gaun itu. Dia akan mencari gaun yang lain yang sesuai seleranya.


Baru saja Angel ingin membuka gaun yang di pakainya tiba-tiba pintu di buka dari luar bersamaan dengan suara yang begitu familiar di telinganya.


"Jagan di lepas."


Angel begitu terkejut melihat tubuh Melvin dari pantulan cermin besar didepannya. Pria itu kini sudah berdiri tepat di belakangnya.


"Kau."

__ADS_1


__ADS_2