Pernikahan Rahasia 2

Pernikahan Rahasia 2
Ch. 37


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Angel mendatangi kamar Eudora. Setelah berpikir semalaman Angel ingin minta maaf kepada adiknya. Sungguh Angel merasa bersalah. Benar apa yang Daddy nya katakan. Ia begitu egois dan tidak memikirkan perasaan Eudora. Padahal Angel tahu jika adiknya sudah mencintai seseorang. Tapi Angel seolah tidak peduli saat mengetahui Eudora terpaksa menggantikan tempatnya.


Angel mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam kamar Eudora ketika melihat Eudora sedang menagis. Eudora tidak sadar jika Angel membuka pintu kamarnya. Angel menutup kembali pintu itu dengan sangat perlahan. Ia tidak ingin membuat Eudora jadi canggung. Adiknya itu seorang introvert. Eudora tak ingin orang lain tahu tentang kesedihannya.


"Selamat pagi mom, dad, kak." sapa Eudora yang terakhir tiba di meja makan.


Angel tersenyum membalas sapaan adiknya sambil memperhatikan wajah Eudora. Meskipun baru saja menagis tapi Eudora tetap menampilkan senyum di bibirnya.


*


Melvin yang sudah mendapatkan kabar dari Louise tentang Angel yang kini sudah pulang ke rumah orang tuanya merasa tidak sabar untuk menunggu malam tiba. Ya, Melvin sudah memutuskan untuk datang ke rumah calon mertuanya malam ini juga. Tapi bukan untuk bertemu dengan tunangannya. Melainkan untuk melihat calon kakak iparnya. Atau lebih tepat istrinya.


Huh

__ADS_1


Melvin menghela napas panjang. Melihat jam di pergelangan tangannya seakan tidak bergerak. Padahal sejak tadi sudah banyak pekerjaan yang ia selesaikan. Tapi waktu baru menunjukan pukul dua siang. Masih lama menunggu malam. Melvin kemudian melanjutkan kerja untuk mengalihkan pikirannya agar waktu cepat berlalu.


Hari baru saja mulai gelap. Namun Melvin sudah bersiap pergi ke rumah tuan Abraham.


"Melvin, mau kemana ?" tanya Nia yang melihat putranya menuruni anak tangga dengan berpakaian rapi.


Meskipun Melvin sudah sering pergi keluar malam tapi tetap saja Nia selalu bertanya kemana putranya akan pergi.


"Aku mau ke rumah tuan Abraham, ma." jawab Melvin jujur.


"Hati-hati. Sampaikan salam mama kepada Eudora dan Mommy nya." pesan Nia kepada putranya.


"Baik, ma. Aku pergi." pamit Melvin.

__ADS_1


Melvin segera melajukan mobilnya menuju ke rumah orang tua Angel. Jantungnya semakin bergemuruh begitu mobil yang ia kendarai memasuki halaman sebuah rumah mewah. Entah karena terlalu merasa marah dan kesal kepada Angel atau ada perasaan lain di hatinya yang membuat Melvin berdebar.


Sebentar lagi jam makan malam, Abraham sedang berada di ruang kerja, Sonia dan Eudora masih ada di kamarnya masing-masing. Angel yang sudah lebih dulu keluar kamar mendengar suara bel ketika berjalan menuju ruang makan.


Tak ada siapa-siapa di sana. Mungkin pelayan sedang ada di dapur untuk menyiapkan makan malam. Jadi Angel sendiri yang terpaksa membuka pintu.


"Siapa yang bertamu saat jam makan malam begini." gumam Angel.


Seingatnya mommy dan Daddy nya tidak ada mengatakan mengundang orang untuk makan bersama hari ini.


"Cari sia pa ?" tanya Angel terbata saat membuka pintu dan melihat siapa yang datang.


Angel begitu terkejut melihat Melvin yang sedang berdiri tegak di hadapannya. Sementara Melvin hanya menatap datar wanita di depannya ini. Meskipun penampilan Angel terlihat berbeda dengan rambut lurus berwarna brown. Hanya mata indah dan bibir tipisnya yang tidak berubah.

__ADS_1


Untuk beberapa saat Melvin masih menatap lekat wajah Angel yang asli. Pandangan mereka saling menatap dan mengunci. Tapi dengan perasaan yang berbeda. Sekuat tenaga Melvin menahan gemuruh di dadanya sehingga ia bisa menampilkan wajah datar. Tanpa ekspresi terkejut. Sementara Angel yang masih terkejut tidak bisa berkata apa-apa. Ia hanya berharap jika Melvin tidak akan mengenalinya.


__ADS_2