
Ketika Eudora tiba di rumah bersama Melvin, semua orang sedang berkumpul di ruang tengah. Erland juga ada di sana. Setelah Eudora pergi bersama Melvin, Erland terus menuju ke rumah tante Sonia. Adik dari papanya.
"Kalian sudah pulang. Ayo, duduk sini." sapa mom Sonia mengajak Eudora dan Melvin bergabung.
Angel memperhatikan Eudora dan Melvin yang berjalan mendekat. Adiknya itu terlihat membawa banyak barang. Ternyata Melvin benar-benar memanjakan Eudora. Rasanya seperti ada sesuatu yang menusuk di hati Angel. Angel kemudian mengalihkan pandangannya ke arah Erland yang hanya menatap datar kepada Eudora.
"Erland kenalkan ini Melvin. Tunangan Eudora." mom Sonia mengenalkan Melvin kepada Erland.
"Melvin, ini Erland. Keponakan mommy."
Erland dan Melvin berkenalan untuk ke dua kalinya.
Setelah Melvin pulang, Eudora langsung masuk ke dalam kamar. Sementara Angel dan Erland duduk berdua di taman belakang.
"Erland, kau baik-baik saja ?" tanya Angel ingin memastikan bagai mana keadaan Erland setelah melihat Eudora bersama Melvin.
Erland mengangguk sambil tersenyum. "Ya. Aku ok. Kau tenang saja."
"Benar kau tidak apa-apa ?" tanya Angel memastikan sekali lagi.
Bagai manapun Angel yang paling tahu seperti apa perasaan Erland kepada adiknya selama ini.
__ADS_1
Erland hanya mengangguk. Kemudian ia balik bertanya kepada Angel.
"Kau sendiri bagai mana ? tidak menyesal melepaskan Melvin ? sepertinya dia pria yang baik."
"Apa maksud mu ?" tanya Angel menyelidik.
Apa mungkin Erland sudah tahu tentang hubungannya dengan Melvin. Padahal ia tidak pernah memberitahu pada siapa pun. Termasuk pada Louise. Tapi mengingat Erland yang merupakan seorang mata-mata , bisa sajakan Erland mengetahuinya tanpa harus di beri tahu.
"Seharusnya kau yang di jodohkan dengan Melvin. Bukan Eudora."
Angel menghela napas lega mendengar ucapan Erland. Ternyata begitu. Ia pikir Erland sudah tahu tentang pernikahannya dengan Melvin.
"Tidak." jawab Angel yakin meskipun dalam hatinya masih merasa ragu.
Setelah berbicara dengan Erland, Angel datang ke kamar Eudora untuk memanggil adiknya itu. Karena Erland ingin bicara dengan Eudora.
Di kamar Eudora sedang merapikan barang-barang yang ia bawa tadi. Wajah gadis itu terlihat sangat bahagia. Eudora memeluk sebuah boneka yang baru saja ia keluarkan dari paper bag dengan sayang. Seperti sayangnya ia pada orang yang telah membelikan boneka itu. Tanpa Eudora sadari jika sejak tadi Angel memperhatikannya.
"Eh, kakak ?" Eudora baru menyadari keberadaan Angel.
"Kau terlihat sangat bahagia hari ini." kata Angel melihat senyum Eudora tidak putus dari tadi pagi.
__ADS_1
Angel tahu Eudora bahagia karena Melvin selalu memanjakannya. Lihat saja barang-barang ini. Pasti Melvin yang membelikannya.
"Iya, kak. Aku bahagia karena bisa jalan-jalan." dengan kak Erland. Sambung Eudora dalam hati.
Namun yang Angel tahu Eudora jalan-jalan dengan Melvin. Angel memaksakan senyumannya. Tidak mungkin ia menunjukkan rasa sakitnya di depan Eudora.
"Melvin pasti sangat menyayangi mu." kata Angel melihat semua barang yang masih berada di atas tempat tidur Eudora.
Eudora hanya tersenyum membalas ucapan Angel tanpa berniat untuk menjawabnya.
"Oh ya. Apa kakak mau ? ini ambillah." Eudora memberikan sebuah paper bag.
Paper bag berisi barang yang Melvin beli tadi. Sementara yang lainnya semua di belikan oleh Erland.
"Tidak. Barang-barang ini Melvin belikan untuk mu." tolak Angel.
"Tidak apa-apa. Aku sudah punya banyak." Eudora memaksa.
Tak ingin menghancurkan kebahagian Eudora dan membuat Eudora curiga, Angel akhirnya terpaksa menerima pemberian Eudora itu
"Oh, aku lupa. Erland ingin bicara dengan mu. Dia mengunggu di taman belakang." kata Angel yang baru ingat dengan tujuannya datang ke kamar Eudora.
__ADS_1
"Baik kak. Aku pergi sekarang." kata Eudora langsung keluar dari kamarnya. Bahkan meninggalkan Angel yang masih ada di sana.