Pernikahan Rahasia 2

Pernikahan Rahasia 2
Ch. 50


__ADS_3

Abraham menghela napas panjang. Rasanya ia masih tidak percaya dengan kenyataan yang baru ia ketahui malam ini. Abraham masih belum memutuskan tentang permintaan Melvin yang meminta restu darinya. Kenyataan ini sungguh di luar prediksinya sehingga ia tidak sempat memikirkan keputusan apa pun.


Keesokan harinya, Angel merasa aura berbeda dari tatapan kedua orang tuanya.


"Pagi mom, dad." sapa Angel pada mom Sonia dan dad Abraham yang sudah lebih dulu duduk di meja makan.


Beberapa saat kemudian Eudora datang dan ikut bergabung untuk sarapan. Angel juga merasa jika Eudora menatapnya lain. Namun begitu Angel tidak mau penasaran dan bertanya. Atau mungkin ini hanya perasaannya saja.


"Jadi bagai mana keputusan mu ?" tanya Sonia kepada Abraham setelah Angel dan Eudora meyelesaikan sarapan dan pergi.


"Menurut mu ?" Abraham tidak langsung menjawab tapi malah balik bertanya kepada sang istri.


"Sebenarnya aku bersyukur jika Eudora tidak jadi menikah dengan Melvin. Kasihan Eudora yang selalu menuruti keinginan kita." kata Sonia mengungkapkan perasaan yang ia pendam sejak Abraham membuat keputusan untuk menggantikan Angel dengan Eudora.


"Dan untuk Aurora, aku setuju jika menikah dengan Melvin. Mungkin mereka memang berjodoh. Lihat, sejauh apa Aurora menghindar, Tuhan tetap mempertemukan mereka." lanjut Sonia lagi.


"Jadi kau merestui pernikahan mereka ?" tanya Abraham membuat kesimpulan dan Sonia dengan cepat mengangguk.

__ADS_1


Pada pandangan Sonia, Melvin merupakan seorang pria yang baik dan sopan. Ia yakin jika Melvin akan menjadi suami yang baik dan bertanggung jawab untuk putri pertama mereka.


*


Di kediaman orang tua Melvin.


Setelah makan malam Melvin duduk bersama kedua orang tuanya di ruangan tengah. Kakek dan neneknya sudah pulang ke luar negeri.


"Apa Tuan Abraham sudah menghubungi mu ?" tanya Abizar.


Ini sudah tiga hari sejak Melvin meminta restu kepada Abraham dan Abizar ingin tahu bagaimana keputusan Abraham. Selama ini Abizar mengenal Abraham merupakan seorang yang tegas dan keras. Ia hanya khawatir jika Abraham tidak menerima putranya.


"Semoga saja Tuan Abraham akan merestui pernikahan kalian." balas Abizar lagi.


"Melvin, mengapa sudah selama ini kau merahasiakan tentang pernikahan mu ?" tanya Nia.


"Sebenarnya kami sama-sama belum siap untuk menikah, ma." jawab Melvin jujur dan dulu juga dia tidak mau mengakui Angel sebagai istrinya karena tidak mencintai wanita itu dan karena penampilannya yang aneh.

__ADS_1


"Lagi pula dia meminta ku untuk merahasiakan pernikahan ini." lanjut Melvin lagi.


Selebihnya Melvin sudah menceritakan tentang hubungannya dengan Angel kepada semua orang saat makan malam itu.


Hari ini Melvin menyuruh Leon untuk membatalkan semua agendanya dari siang sampai sore. Karena baru saja ia menerima pesan dari Abraham yang ingin bertemu.


Melvin menarik napas dalam-dalam kemudian menghembuskan nya perlahan untuk menenangkan dadanya yang bergemuruh. Belum pernah ia se nervous ini bertemu seseorang. Melvin sangat berharap jika Tuan Abraham akan menerimanya dan membuat penantiannya untuk mendapatkan Angel berakhir.


Asisten Abraham yang sudah menunggu kedatangan Melvin kemudian mengantarkan Melvin ke ruangan tuannya.


"Selamat siang, tuan Abraham." sapa Melvin menatap pada Abraham yang duduk di kursi kebesarannya.


"Silahkan duduk." kata Abraham mempersilakan Melvin duduk.


Abraham memperhatikan ekspresi wajah Melvin yang tetap terlihat tenang meskipun ia menatapnya dengan tatapan yang mengintimidasi. Wibawa sebagai seorang CEO terpancar jelas dari sosok pemuda itu.


"Pernikahan mu dangan putri ku secara hukum tidak sah." kalimat pertama yang di ucapkan oleh Abraham setelah Melvin duduk.

__ADS_1


Melvin masih diam untuk mendengarkan kalimat Abraham selanjutnya. Sebenarnya Melvin juga tahu jika secara hukum pernikahan mereka tidak sah karena Angel memakai identitas palsu.


__ADS_2