Pernikahan Siri Seorang Dokter

Pernikahan Siri Seorang Dokter
part 60. POV Mahesa (Pengakuan Mahesa)


__ADS_3

Tibalah dimana kedua orang tua Mahesa dan kedua orang tua Claudia hadir di rumah Mahesa ini, sesuai dengan ucapan amor dan Radyta mereka akan menjodohkan Mahesa dengan Claudia.


Kini mereka sedang duduk di sofa ruang tamu untuk merundingkan tentang perjodohan ini, Mahesa dan Claudia juga ada di sana.


Bisa di katakan jika Husna saat ini lagi termenung di dalam kamar nya bersama anaknya yang lagi tidur, detik-detik ia akan pergi meninggalkan rumah ini sudah nampak di depan mata saja.


Husna meratapi nasibnya yang akan di usir oleh suaminya sendiri dari rumah ini bahkan Husna harus rela pergi meninggalkan anak yang susah payah ia cari waktu itu.


Bik Yatri menghampiri Husna yang lagi termenung saja itu, bik Yatri tau bagaimana perasaan nyonya saat ini terlebih lagi di bawah keluarga Mahesa dan kelurga Claudia sudah datang.


"Husna tidak di butuhkan lagi kan bik?" tutur Husna dengan suara bergetar menahan tangis


"Jangan bilang begitu nyonya, nyonya di butuhkan di sini, lihatlah bagaimana tuan muda sangat lengket dengan ibunya sendiri, bibik yakin nyonya, nyonya akan tetap di sini!" tutur bik Yatri meyakinkan Husna


"Bagaimana mungkin bik, posisi Husna sudah di gantikan oleh Claudia, dia yang akan mengurus semua keperluan Ansel dan juga...!" Husna menjeda ucapan nya.


Ternyata sangat sakit jika suami sendiri menikah lagi, ia tidak sanggup melihat kebahagiaan itu di depan matanya.


"Tidak, nyonya tetap di sini sampai kapan pun nyonya tetaplah nyonya di rumah ini!" tutur bik Yatri


"Tidak bisa bik, Husna hanya pengasuh di sini mana mungkin bik mana mungkin Husna bisa menjadi nyonya di sini!" Husna sudah menangis


Bik Yatri juga ikut menangis melihat kesedihan nyonya nya itu, sudah sering ia melihat Husna menangis dan bersedih seperti ini, mana mungkin bik Yatri tega dengan nyonya nya ini.


Sedangkan di lantai bawah tepatnya di ruang tamu mereka semua sedang berbicara soal perjodohan ini.


Mahesa merasa tidak suka dengan perjodohan konyol seperti ini, mana mungkin dia bisa menikah lagi sedangkan dia masih memiliki istri.


Berbeda dengan Claudia yang berasa fine-fine saja dengan perjodohan ini.


"Gimana hesa? kamu mau kan sama Claudia!, dia perempuan baik lho!" tutur Radyta


Mahesa hanya diam saja, sampai-sampai Claudia memukul bahu Mahesa.


"Kak, kenapa diam?" tutur Claudia


Mahesa nampak menghela napas.


"Kalau kamu diam, berarti kami anggap setuju lho!" tutur Radyta


Dari ke jauhan nampak Husna yang lagi memperhatikan pembicaraan mereka itu, ingin sekali ia pergi berlari ke sana untuk menghentikan perjodohan antara suami dan wanita itu. Tapi dia tidak memiliki keberanian untuk mengungkapkan kenyataan yang sebenarnya.


Husna mengusap air matanya yang mengalir, sangat sakit sekali hatinya melihat momen di mana suami dan wanita lain itu berbicara tentang pernikahan.


Apakah pernikahan siri ini tidak bisa di selamat kan? atau memang pernikahan siri ini hanya sampai di sini saja.


Dan kenapa juga Mahesa tidak mau mengabulkan permohonan Husna untuk memilih bercerai dari pada di madu.


Apa maksud Mahesa tidak ingin menceraikan Husna?, jika ia tidak mau menceraikan Husna lantas kenapa dia tidak mau mengakui ke semua orang jika Husna ini istri nya, tapi kenapa dia malah diam membisu?


Tidak sengaja Mahesa melihat ke arah dimana Husna sedang berdiri memperhatikan mereka, ia menatap wajah istrinya itu yang sudah di pastikan ada raut kekecewaan.


Mahesa menggeleng-nggelengkan kepalanya, tidak, tidak dia tidak akan menyakiti hati siapapun lagi, sudah cukup dia menyakiti hati Husna.


"Jadi kapan kita melaksanakan pernikahan ini?" tanya mama Claudia


"Lebih cepat lebih baik!" tutur papa Claudia


"Setuju!" jawab kedua orang tua Mahesa


"Tidak!" bantah Mahesa


Mahesa berdiri dari duduknya itu ia menghampiri Husna yang lagi bersembunyi itu, Mahesa mencekal tangan Husna yang mau pergi itu.


"Mas...!" lirih Husna dengan mata basah


"Maaf!" tutur Mahesa kelihatan serius meminta maaf kepada Husna


"Aku sudah memaafkan kamu, aku izinkan kamu menikah lagi mas jika itu kemauan orang tua mu!" tutur Husna berlinang air mata mengucapakan untuk mengizinkan suaminya menikah lagi.


"Tidak!" bantah Mahesa juga ikut mengeluarkan air matanya


Baru sekali ini Husna melihat bagaimana suaminya itu menangis di hadapan nya, selama ini Husna hanya melihat wajah angkuh dan dingin dari suaminya itu, saat ini ia melihat raut wajah penyesalan.


"Pergilah mas, aku mengizinkan kamu!" ucap Husna melepaskan tangan Mahesa dari pergelangan tangan nya itu.


"Tidak Husna, saya tidak mau!" tutur Mahesa membuat hati Husna sedikit senang mendengar jika suaminya itu tidak mau menuruti keinginan Husna itu.


"Ikut saya!" ujar Mahesa

__ADS_1


"Tidak mas, aku tidak bisa!" sela Husna masih menangis


Ketika itu suasana di rumah Mahesa itu hiruk pikuk dengan suara art yang menyaksikan tuan nya itu berbicara dengan Husna terlebih lagi mereka melihat betapa dekatnya tuan dan pengasuh anak tuanya itu.


"Rom, kamu lihat sendiri kan bagaimana tuan kita dekat dengan perempuan tidak jelas itu!" bisik Siti kepada Romlah


"Iya Siti, ada apa ini sebenarnya?"


Mahesa menyeret paksa Husna ke hadapan orang tuanya dan kedua orang tua Claudia itu, ia tidak akan mau menerima perjodohan ini sedangkan ia masih memiliki istri.


"Apa-apaan ini Mahesa?" bentak Radyta melihat Mahesa lebih memilih pengasuh anaknya dari pada Claudia


"Mahesa apa yang kamu lakukan kepada Husna?" tanya amor


"Kak, apa maksud nya ini?" tanya Claudia dengan raut wajah shock


Mahesa tidak bisa lagi menahan dan menyembunyikan rahasia ini lagi, mungkin pada saat inilah ia akan mengatakan semuanya jika Husna adalah istri sirinya yang selama ini ia tutupi dari keluarganya ini.


"Mahesa, apa yang kamu lakukan? tidak mungkin Husna yang akan kamu pilih kan!, sedangkan Husna sudah memiliki suami di kampung nya, kamu jangan bikin mama sama papa marah Mahesa!" cecar amor kepada putra semata wayangnya itu.


"Kamu jangan gila Mahesa, Husna ini sudah memiliki suami!" tutur Radyta sangat marah dengan keputusan putranya ini.


Mahesa dan Husna hanya diam mereka berdua menangis di hadapan banyak orang itu, Mahesa tidak mau melepaskan tangan Husna ia terus memganggam tangan itu.


"Apa maksud kalian ini apa kalian mau mempermalukan kami?" kini Wijaya yang berbicara.


Wijaya merasa tidak dihargai dan merasa di permalukan oleh keluarga Radyta ini, kalau Mahesa tidak mau menerima perjodohan ini dari awal kelurga Radyta mengabari jika perjodohan ini batal dan kelurga Wijaya tidak akan repot-repot untuk ke sini dan akhirnya jadi begini.


"Kami sangat kecewa dengan kalian!" timpal Dea


"Claudia, ayo kita pulang saja untuk apa di sini sedangkan mereka mempermalukan kita!" ujar Wijaya


Awalnya Claudia menolak tapi dengan sikap keluarga Radyta mempermalukan keluarganya akhirnya dia pergi juga dari sini.


Kini Radyta dan Amor sangat marah dengan putra mereka itu, semua orang yang ada di rumah ini jadi geger dengan kejadian ini.


"Rom, apa tuan kita sudah tidak waras? kenapa dia lebih memilih istri orang dari pada nona Claudia!" tutur Siti


"Bagus dong, jadi aku bisa menyingkirkan perempuan tidak jelas itu dengan mudah, kalau nona Claudia sangat sulit untuk aku singkirkan!" ucap Romlah sangat percaya diri


Mahesa belum menjelaskan jika di hadapan mereka ini adalah istri yang selama ini tak pernah ia anggap bahkan ia sia-siakan.


"Ayolah Mahesa tegakkan kebenaran itu, gue dukung lo jika lo mau jujur sama orang tua lo, ya Allah... lancarkan kejujuran ini agar Husna mendapatkan kebahagiaan nya! batin Hendri


Bik Yatri juga ikut di sana melihat keributan yang terjadi di antara kelurga Radyta ini.


"Ya Allah... semoga saja tuan mau mengakui jika nyonya Husna ini istri nya! batin bik Yatri


Hendri dan bik Yatri harap-harap cemas dengan suasana ini, bagaimana tidak suasana di ruang tamu ini jadi tegang.


"Sekarang jelaskan kepada kami apa maksud kamu membawa pengasuh ini ke sini?" tutur Radyta meminta penjelasan


Husna sangat ketakutan melihat Radyta marah dan tatanan Radyta itu sangat tajam melihat nya, tapi Mahesa tidak membiarkan itu terjadi Mahesa memberikan kekuatan kepada Husna agar ia tidak takut dengan papa nya ini.


"Sayang kamu jangan takut ya!" lirih Mahesa seraya melirik Husna


Amor dan Radyta menggeleng-nggelengkan kepalanya saat putra nya itu sudah tidak waras lagi menurut mereka.


Husna menatap Mahesa dengan raut wajah bingung karena Mahesa memanggil dirinya dengan sebutan yang sangat manis, Husna masih menangis sesenggukan di depan orang tua Mahesa itu.


"Kamu benar-benar tidak waras Mahesa, dia ini istri orang dia juga sudah punya suami!" tutur amor


"Dan kamu Husna, kenapa kamu malah mendekati anak saya sedangkan kamu sudah memiliki suami di kampung kamu, apa kamu tidak takut berdosa!" lanjut amor


Husna tambah menangis sesenggukan, suami yang ia maksud itu ialah Mahesa sendiri, Mahesa suaminya selama ini.


"Jelaskan Mahesa!" sela Radyta


Mahesa menghela napas sekali-kali ia melirik Husna yang lagi menangis itu, tangan nya yang satu lagi mengusap air mata Husna itu.


Antara bahagia dan juga sedih itu yang ia rasakan saat ini, bahagia karena Mahesa sudah menerimanya dan sedih karena keluarga Mahesa mempermalukan keluarga Wijaya tadi.


"Hiks... hiks... maaf nyonya, tuan!" tangis Husna meminta maaf kepada orang tua Mahesa


"Tidak sayang, kamu tidak salah aku yang salah!" potong Mahesa


"Cepat jelaskan semuanya Mahesa!" bentak Radyta


"Husna istri aku pa ma!" tutur Mahesa sangat jelas mengungkapkan jika Husna ini istrinya.

__ADS_1


Semua orang yang menyaksikan itu jadi terkejut mendengarkan pengakuan Mahesa terlebih lagi suara Mahesa sangat keras dan jelas.


Bik Yatri dan Hendri tidak terkejut malahan mereka sangat bahagia dan senang telah mendengar pengakuan dari Mahesa itu.


"Dia istri aku mama, papa, sampai kapan pun dia tetap istri ku!" ujar Mahesa


Husna juga terkejut mendengar pengakuan Mahesa itu, dia pikir Mahesa tidak akan memberitahu keluarga nya itu, Husna menangis sambil menetap Mahesa.


"Hiks... hiks... terima kasih mas!" tutur Husna sambil mengusap air matanya itu.


"Jadi benar kecurigaan mama selama ini benar jika Husna ini istri siri kamu itu!" tutur amor


Mahesa hanya mengangguk, dia merasa lega karena selama ini rahasia itu merasa menghantuinya selama ini, hati nya merasa plong karena telah mengakui semuanya.


"Hiks... maafkan Husna, nyonya hiks... Husna berbohong sama nyonya hiks... Husna melakukan ini karena Husna tidak mau berpisah lagi dengan Ansel hiks... maafkan Husna, nyonya!" ucap Husna bertekuk lutut di kaki kedua orang tua Mahesa itu.


Amor dan Radyta merasa iba ia menyuruh Husna untuk berdiri lagi, tidak pantas seorang manusia bertekuk lutut di hadapan manusia lain.


"Berdirilah nak!" ujar amor dengan lembutnya


Husna berdiri lalu mengatupkan kedua tangannya ke dada seraya memohon agar dia tidak di usir dari sini.


"Tuan, nyonya jangan usir Husna dari sini!" mohon Husna sambil menangis


"Tidak, kami tidak akan mengusir menantu kami!" ucap Radyta


Bahkan tanpa Husna ketahui Radyta dan Amor sudah lama menerima nya jika benar Husna itu istri siri Mahesa, dan benar saja kecurigaan mereka itu benar-benar ada dan Husna ini memang istri siri Mahesa itu.


"Kami sudah lama menerima kehadiran mu nak!" tutur amor seraya memeluk tubuh Husna yang terguncang akibat ketakutan yang ada pada dirinya itu, Mahesa mengusap air matanya melihat orang tuanya menerima Husna sebagai menantunya.


"Kecurigaan kami tentang kamu ternyata benar nak, kamulah menantu kami, dari awal kami sudah mulai curiga juga!" timpal amor


"Hiks... maafkan Husna, nyonya, Husna terpaksa berbohong dan menyembunyikan kenyataan ini!" tangis Husna


"Sudah jangan menangis lagi, kami merasa bahagia karena kalian mau menagakui semuanya, awalnya kami merasa kecewa dengan Mahesa tapi untuk apa kecewa karena Mahesa sudah bertindak lebih jauh dari apa yang kami bayangkan, maafkan Mahesa ya nak telah membuat kamu bersedih selama ini!" tutur Radyta


"Hiks... terima kasih tuan, nyonya, telah menerima Husna di keluarga ini hiks...!"


Amor dan Radyta tersenyum, "panggil kami sesuai dengan apa yang di panggil Mahesa kepada kami!" tutur amor


Husna mengangguk sambil mengusap air matanya itu, ia tidak pernah berpikir selama ini ia hanya berpikir jika keluarga Mahesa akan marah besar padanya, tapi kenyataannya tidak malahan dia di terima baik oleh keluarga Mahesa ini.


Semua orang jadi terharu dan juga merasakan sedih, kecuali Romlah dan Siti ia sangat shock dengan apa yang mereka dengar tadi.


"Siti, ini tidak mungkin kan jika wanita itu istri tuan kita!" lirih Romlah kakinya terasa tidak bisa berdiri lagi, biar bagaimanapun ia memiliki perasaan lebih kepada Mahesa itu, tapi perasaan nya itu mana mungkin Mahesa balas karena ia telah memiliki seorang istri dan anak.


"Tidak tau Rom, gue merasa terkejut dengan pengakuan ini!" ucap Siti merasa tidak percaya.


Berarti selama ini ia telah mencaci maki majikan nya sendiri bahkan dia juga menghina majikan nya sendiri.


"Kita sudah banyak salah sama Husna, Rom!" ucap Siti merasa bersalah.


"Tidak, gue tidak terima ini Siti, tuan Mahesa hanya jadi milik gue bukan wanita itu!" tukas Romlah tidak terima dengan kenyataan ini.


Bik Yatri merasa senang dan menghampiri keluarga Radyta itu, "tuan, nyonya, maafka. bibik juga ya telah menutupi ini semua dari kalian, bibik terpaksa bohong demi nyonya Husna agar tetap bisa bertemu dengan anaknya sendiri!" akui bik Yatri


Hendri yang ada di sana juga meminta maaf kepada Radyta dan Amor, "maaf om, tante, aku juga ikut dalam kebohongan ini, maafkan aku!" tutur Hendri meminta maaf


Mahesa merasa sangat lega sekali dengan apa yang telah ia ucapkan semuanya dengan jujur.


Radyta dan Amor menghela napas ternyata rahasia yang di baut oleh anaknya banyak melibatkan orang lain juga.


Mang Udin baru masuk dan ia juga meminta maaf atas kebohongan ini juga, "saya juga minta maaf juga tuan, nyonya telah menutupi ini semua!" tutur mang Udin


Entah apa yang ada lama pikiran Mahesa ini sehingga ia membuat sandiwara ini dan banyak melibatkan orang dalam kebohongan semata nya ini.


Tapi Radyta dan Amor sudah menerima semuanya dengan berlapang dada biar bagaimanapun dia juga harus menerima kenyataan ini, toh kenyataan ini juga tak buruk juga.


...


Bersambung...


Author mengeluh dulu boleh lah ya!


huff... capek sekali tangan author ngetik sepanjang tali jemuran ini, semoga kalian suka sama alur yang ini.


Jangan jadi pembaca gelap saja, tinggalkan jejak kalian, tidak ada komentar maka author tidak akan update cerita ini.


Komentar nya jangan next sama lanjut aja dong, coba komentar isi cerita nya, yang panjang kek komentar nya, jangan satu kata saja🤔🙄🤨

__ADS_1


__ADS_2