
Setelah terungkap nya pengakuan Mahesa itu semuanya jadi lega terutama Mahesa ia sangat lega dan merasa plong setelah pengakuan nya itu, kalau tidak mengaku mungkin ia akan di bayangi rasa kesalahan dan penyesalan.
Saat ini kedua orang tua Mahesa itu nginap di tempat Mahesa, ia akan bercerita banyak tentang kecurigaan nya waktu itu.
Terlebih lagi perjodohan antara Mahesa dan Claudia ini hanya sandiwara yang di rencanakan oleh amor dan juga Radyta agar Mahesa mau mengakui siapa sebenarnya istri sirinya itu.
...
Flashback on
Amor merasa curiga dengan kehadiran Husna secara mendadak di kediaman Mahesa ini, terlebih lagi keadaan Husna seperti ingin masuk ke keluarga ini.
Amor merasa ada yang ganjal dengan semua yang terjadi terlebih lagi Husna yang seperti nya menyayangi anak majikan nya itu, pikir amor.
Semakin hari semakin bertambah kecurigaan amor dan Radyta terhadap Husna ini, mulai dari ia menyayangi anak majikan nya itu melebihi anak kandung nya, awalnya amor berpikir mungkin itu efek dari apa yang pernah Husna alami, amor tau tentang kehidupan Husna seperti anaknya yang baru meninggal dunia, lalu ia merantau ke Jakarta untuk mencari pekerjaan dan ingin melupakan anaknya yang baru saja meninggal, amor pikir cerita Husna itu benar, tapi entah kenapa hari demi hari amor merasa aneh dengan sikap Husna ini.
"Papa merasa curiga tidak sama pengasuh cucu kita itu?" tutur amor
"Curiga bagiamana ma?" Radyta balik bertanya
Amor menceritakan kepada Radyta tentang Husna itu yang datang secara tiba-tiba saja dan ingin menjadi pengasuh untuk cucunya itu, bukankah itu aneh.
"Memang mama sudah selidiki?" tanya Radyta
"Belum sih pa, tapi mama merasa Husna itu ada yang di tutup-tutupi gitu, mama merasa curiga dengan dia, atau dia itu istrinya Mahesa ya pa!" tutur amor
"Bisa jadi!" ujar Radyta masih fokus membaca koran.
"Hmm... coba papa selidiki mereka pa, siapa tau kita dapat informasi tentang Husna itu, dari mana asalnya dan siapa keluarga sebenarnya!" ujar amor
Hari demi hari Radyta mencoba menyelidiki tentang asal usul Husna itu tapi ia tak menemukan hasil yang sesuai dengan apa yang ia inginkan, merasa putus asa dengan penyelidikan yang tidak ada hasilnya ini.
"Ma, papa sudah menyelidiki Husna tapi tidak ada satupun informasi tentang dia, apa Mahesa sangat menutup rapat tentang siapa sebenarnya Husna itu ya ma!" tutur Radyta
"Entahlah pa, mama juga tidak tau, terus apa yang harus kita lakukan pa?" tanya amor sudah kehabisan ide demi mencari siapa sebenarnya Husna itu.
Mereka berdua duduk di sofa ruang tv itu dengan pikiran mereka masing-masing, amor harus menemukan ide lain agar semua ini terungkap.
"Oh iya pa, mama belum cerita sama papa kan tentang Mahesa!" ujar amor
__ADS_1
"Tentang apa?"
Kemarin amor pergi ke rumah putra nya itu ia di kejutkan oleh baju Mahesa berserta handphone Mahesa yang berada di kamar Husna itu, terlebih lagi amor juga melihat pintu penghubung antara kamar putra nya itu dengan kamar cucunya itu sedikit terbuka.
Di sanalah kecurigaan amor mulai memuncak, ia sempat berpikir buruk tentang anak nya itu tapi setelah di pikir-pikir nya lagi ia merasa jika Husna itu ada kaitannya dengan cucunya itu, bisa jadi Husna itu ibu kandung dari cucunya itu.
"Kemarin mama ke rumah Mahesa, terus mama ketemu baju sama handphone Mahesa di kamar Husna itu pa, mama curiga deh apa benar Husna itu ibu kandung Ansel, cucu kita!" tutur amor
"Waktu itu mama juga curiga juga sih sama Husna itu, ia seperti ketakutan saat mama tanya soal handphone Mahesa yang ketinggalan di kamar nya itu, terlebih lagi wajah nya tegang, mama juga lihat kalau dia menyembunyikan baju Mahesa itu di punggung nya agar mama tidak melihat nya, tapi mata mama sangat jeli pa, mama melihat baju putra kita itu!" lanjut amor
"Seperti nya kecurigaan kita benar ma!"
Terlebih lagi Claudia yang menceritakan kepada amor dan Radyta jika waktu itu Mahesa sangat lancang masuk ke kamar Husna pada saat Husna lagi menyusui Ansel.
Dan di sanalah orang tua Mahesa sangat curiga dengan Husna ini, mereka berdua menemukan sebuah ide yang mungkin akan berhasil dan juga tidak, tapi mereka akan mencoba ide itu.
Dalam sebuah sandiwara yang mereka buat mereka berdua banyak melibatkan orang lain, agar sandiwara mereka ini berjalan dengan lancar dan tidak ada kecurigaan.
Radyta dan Amor merencanakan sebuah sandiwara seolah-olah mereka akan menjodohkan Mahesa dengan Claudia, tentu saja mereka sudah mendapat izin dari orang tua Claudia itu, perjodohan itu hanya sandiwara belaka yang mereka rencanakan demi terkuak kebenaran yang selama ini Mahesa tutupi dengan sempurna.
Saat ini mereka sedang merencanakan sandiwara itu.
"Tante antara yakin dan tidak yakin sih, tapi apa salahnya kita mencobanya!" ujar amor
"Memangnya Husna itu siapa Mahesa? sehingga kekeh untuk merencanakan sandiwara ini?" tanya Wijaya selaku papanya Claudia
"Nah itu jaya yang tidak kami ketahui, kamu pasti tahu kan berita tentang Mahesa dari Claudia, Mahesa itu menikah secara diam-diam dan pernikahan nya itu hanya pernikahan siri, kami tidak tau siapa sebenarnya istri nya itu dan ibu dari anaknya itu, kami merasa curiga dengan pengasuh cucu kami itu, dia Husna itu yang kami curigai itu!" beritahu Radyta
Wijaya dan Dea mengangguk paham, jadi mereka juga ikut dalam sandiwara ini agar rencana mereka berjalan sempurna.
"Jadi kapan kalian akan menjalankan rencana ini?" tanya Dea ibunda Claudia
"Kita cari waktu yang tepat agar rencana kita ini berhasil!" ujar amor
...
Flashback off
Mereka menceritakan bagaimana caranya amor dan Radyta itu menguak rahasia Mahesa ini dan pada akhirnya rencana itu berhasil juga membuat Mahesa mengungkapkan kebenaran nya ini.
__ADS_1
Amor merasa putranya ini sudah benar-benar jatuh cinta dengan Husna, kalau tidak jauh cinta kenapa Mahesa repot-repot mengungkapkan rahasia nya ini, ini bukti cinta Mahesa untuk Husna ia rela mengungkapkan kebenaran demi ia tetap bisa berkumpul dengan Husna.
"Om dan tante keren juga ya, ide kalian sangat sempurna untuk mengungkapkan kebenaran di antara mereka berdua!" tutur Hendri
"Alhamdulillah lah, kami memikirkan ide ini sangat lama, sampai-sampai kami tidak tidur untuk menjalankan sebuah rencana ini!" ujar Radyta
"Bibik senang akhirnya tuan mau mengungkapkan rahasia nya ini!" timpal bik Yatri
"Begitulah bik, kami sangat senang sekali!" ujar amor
"Bagaimana Mahesa rencana kami berjalan sangat sukses bukan?" ucap Radyta sedikit sombong mengatakan jika rencana mereka berjalan sangat lancar.
"Biasa aja!" cibir Mahesa
"Seharusnya kamu berterimakasih kepada kami, karena kami sudah membantu kamu untuk menguak rahasia ini, sampai kapan kamu akan menyimpan rahasia ini? sampai Husna pergi dulu baru kamu akan mengungkapkan nya?" tutur amor
Mahesa hanya diam, di dalam lubuk hatinya paling dalam ia merasa sangat berterima kasih dengan orang tua nya ini, karena mereka sudah membantu nya, jika tidak ada orang tuanya ini membantu nya mungkin rahasia nya ini akan tetap terjaga.
Kini semua orang bubar dari sana, mereka akan memberikan kesempatan waktu agar mereka berdua dapat mengobrol.
"Makasih mas, kamu sudah mengakui ku!" ujar Husna
Mahesa menghela napas ia masih malu untuk mengakui jika ia memiliki perasaan terhadap Husna, ia merasa tidak pantas saja karena selalu melukai hati Husna.
"Iya sama-sama, maafkan saya telah mengorbankan perasaan mu selama ini, saya Mahesa Radyta memohon maaf kepada kamu, apakah kamu mau memaafkan saya?" tutur Mahesa
Jauh dari dalam lubuk hati Husna ia sudah memaafkan Mahesa sejak lama.
"Aku sudah memaafkan kamu!"
Mahesa tersenyum menatap wajah Husna yang benar-benar memaafkan dirinya itu.
...
Bersambung...
Jangan jadi pembaca gelap saja, tinggalkan jejak kalian, tidak ada komentar maka author tidak akan update cerita ini.
Komentar nya jangan next sama lanjut aja dong, coba komentar isi cerita nya, yang panjang kek komentar nya, jangan satu kata saja🤔🙄🤨
__ADS_1