Pernikahan Siri Seorang Dokter

Pernikahan Siri Seorang Dokter
part 76. Malam kegombalan


__ADS_3

1 bulan kemudian...


Lengkap sudah kebahagiaan Husna saat ini, ia sudah melahirkan putra keduanya di dunia ini, saat ini Husna sedang menjemur putra kedua nya itu, umur putra keduanya itu masih dua minggu.


Husna tidak kerepotan mengurus kedua buah hatinya itu, di sini banyak sekali art yang membantu nya. Bik Yatri akan selalu membantu nyonya nya itu terlebih lagi Ansel sangat lengket dengan bik Yatri seakan ia tau kalau bunda nya sedang repot mengurus adik nya itu.


Mahesa sendiri sedang di sibukkan dengan urusan pekerjaan nya, saat ini ia tidak ada di rumah karena ia sekarang di kirim oleh pihak rumah sakit ke luar kota.


Sudah dua hari Mahesa tidak ada di rumah membuat Husna menjadi rindu dengan Mahesa terlebih lagi dia baru saja siap melahirkan putra kedua mereka.


Setengah jam berlalu mereka masuk ke dalam rumah kembali, Husna juga sudah selesai juga menjemur bayi nya itu.


Putra kedua mereka itu bernama Aksa Putra Mahesa Radyta. Mahesa sangat senang karena dia di berikan satu jagoan lagi, ia juga tak menyangka mendapatkan satu putra lagi, sekarang letak masalah nya yaitu Husna yang sangat menginginkan seorang putri, tapi tidak masalah sedikitpun oleh Husna, mau putra mau putri ia akan tetap menyayangi anak-anaknya itu.


Lihatlah ibu muda itu yang sangat baik mengurus kedua putra nya, kasih sayang Husna tidak pilih-pilih sama sekali, ia tetap menyayangi kedua putra nya itu.


"Sel mau ama bu--nda!" ucap Ansel dengan suara cadel nya itu


Ansel saat ini berumur sembilan belas bulan, dia sangat aktif-aktif nya saat ini, membuat Husna agak repot jika mengurus Ansel sendirian.


Bik Yatri membawa Ansel ke tempat Husna, saat ini Husna sedang menyusui Aksa.


"Bu--nda, asel mimik cu asel mau mimik cusu!" ucap Ansel ia juga mau mimi susu


"Ansel mau di buatin susu formula yang rasa strawberry?" ujar Husna


Ansel menggeleng-nggeleng ia melihat adik nya yang meminum susu dari bunda nya itu, Ansel termenung sambil menatap iba ke arah bunda nya itu.


"Hiks... bu--nda asel mau bu--nda hiks...!" tangis Ansel merasa kasih sayang bunda nya teralihkan ke adik nya itu.


Biar bagaimanapun bayi berusia Ansel itu masih membutuhkan asi dari ibu nya, ia juga mau meminum asi ibu nya itu, secara Ansel baru berusia 1 tahun 7 bulan, ia masih membutuhkan asi ibu nya itu.


Husna merasa kasihan dengan putra pertama nya itu, setelah ia selesai menyusui Aksa barulah ia menyusui Ansel.


"Abang, anak bunda yang paling pintar, bunda sayang sama abang, abang yang selalu menemani bunda saat bunda merasa sendirian dulu, bunda sayang sama abang Ansel!"


Husna teringat akan hal dulu dimana dirinya merasa sendirian saat Mahesa tak pernah peduli dengan nya dulu, Ansel lah yang menjadi kekuatan Husna pada waktu itu, saat ia mengandung Ansel ia selalu bersedih jadi saat inilah ia tidak akan sedih lagi dan membuat Ansel tersenyum terus.


"Bunda sayang banget sama anak pintar bunda ini!"


Husna mencium-cium pipi Ansel yang lagi menyusu dengan nya itu.


Bik Yatri merasa senang dan lega karena nyonya nya dulu yang sering sedih dan menangis, kini menjadi senang setiap saat.


Betul yang dikatakan Husna dulu, suatu saat ia akan merasakan kebahagiaan itu.


...


Mahesa pulang saat semuanya sudah tertidur, ia pulang pada pukul 00.46 wib, ini bukan kemauan Mahesa yang pulangnya larut malam, tapi pekerjaan nya itu yang selesainya sangat lama.


Dari kota C sampai ke kota nya ini membutuhkan waktu yang sangat lama agar sampai di rumah nya ini, Mahesa sangat lelah sekali. Senyum manis terukir di bibir nya itu, ia bisa melihat anak dan istrinya itu lagi, sudah dua hari ia pergi ke luar kota untuk urusan pekerjaan, kini ia kembali lagi dan langsung di suguhkan wajah cantik istri nya itu dan wajah tampan kedua putranya.

__ADS_1


"Adem liat mereka bertiga!"


Perasaan Mahesa sangat senang melihat orang yang ia cintai baik-baik saja saat ia tinggalkan selama dua hari ini.


"Bunda makin cantik aja!" gumam Mahesa mengusap pipi Husna


Tidur Husna terganggu oleh Mahesa itu, ia membuka matanya perlahan dan ia melihat Mahesa yang sedang tersenyum itu, mata Husna langsung terbuka lebar tatkala suaminya sudah pulang.


"Mas Mahesa!" pekik Husna langsung di tutup mulut nya oleh Mahesa. Mahesa mengisyaratkan untuk jangan berisik sambil meletakkan jari telunjuk nya di bibir nya.


"Bunda jangan berisik nanti anak-anak bangun!" lirih Mahesa


Husna mengangguk kecil, "maaf, aku terlalu rindu, makanya aku sampai teriak!" sela Husna sambil cengengesan


Mahesa menarik sebelah pipi bagian kanan Husna itu secara gemas.


"Sama, aku juga rindu sama kamu!" beritahu Mahesa


"Sama aku aja? sama anak-anak nggak ya?" tanya Husna menyipitkan matanya sambil tersenyum


"Tentu sayang ku, aku juga sangat merindukan mereka, dua hari tidak bertemu kalian membuat ku tersiksa!" tutur Mahesa menurut Husna sangat lebay


"Lebay kamu mas!" ledek Husna


"Bukan lebay tapi ini benar-benar terjadi dalam hidup ku!" sanggah Mahesa


"Baiklah!"


"Cepek, pengen di pijatin sama bunda, boleh kan!" tutur Mahesa masang wajah lelah di hadapan Husna agar Husna iba dengan nya.


"Boleh, tapi ayah bersih-bersih dulu sama ganti baju, nanti aku yang siapin baju untuk kamu!" ujar Husna


Mahesa mengangguk kecil sambil mengecup pipi Husna lalu ia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Sementara itu Husna menyiapkan baju ganti untuk sang suami.


"Dan akhirnya setelah lama kita bersama, cinta kita seperti iklab di tandai dengan dua hati yang menyatu!" Mahesa mulai lagi gombal dengan istri nya itu.


Husna yang lagi memilih baju untuk Mahesa jadi kaget dengan Mahesa yang datang secara tiba-tiba dan langsung mengeluarkan kata-kata gombal nya.


"Astagfirullah alhazim...!" ucap istighfar Husna


Mahesa mengerutkan keningnya, "aku gombal kok bunda malah berucap istighfar sih? seharusnya bunda terkaget-kaget sambil melompat ke arah ku!" tutur Mahesa tidak berhasil membuat Husna kaget dan langsung memeluk nya.


Husna tertawa kecil karena niat suaminya itu tidak berhasil, "haha... kasihan sekali kamu mas, abisnya kamu bikin aku kaget aja, aku pikir hantu!" ujar Husna tanpa dosa menyamakan suami tampan nya itu dengan hantu.


"Sini-in baju aku!" pinta Mahesa


Husna memberikan baju kaus itu kepada Mahesa, "pijitin ya bun, awas lho ingkar janji!" sela Mahesa di saat aktivitas memakai baju nya itu


"Iya! protes mulu!" balas Husna

__ADS_1


"Engkau dan aku seperti Idghom Mutajanisain perjumpaan dua huruf yang sama makhrojnya tetapi berlainan sifatnya!" tutur Husna juga mengombali suaminya itu.


Mahesa memegang dadanya yang sempat ada goncangan yang ia rasakan akibat gombal istri nya itu.


"Bidadari surga ku, jantungku berdebar kencang!" ucap Mahesa melebarkan matanya sambil tersenyum.


Husna senang akhirnya ia bisa membuat hati suaminya itu senang.


"Beginilah yang ingin aku rasakan dari dulu, akhirnya aku dapat merasakan nya, ya Allah semoga saja kami tetap bersama dan selalu dalam lindungan Engkau!" batin Husna


Malam ini merupakan malam penuh dengan kegombalan mereka berdua, mereka asik bercerita dan bergurau, sampai akhirnya Mahesa mengajak Husna untuk menunaikan sholat tahajud.


"Sholat tahajud yuk, biar aku jadi imam untuk kamu!" ajak Mahesa


Husna sebenarnya mau melaksanakan sholat tahajud dengan suaminya itu, tapi ia masih dalam masa nifas.


"Mas lupa kalau aku masih dalam masa nifas?" ujar Husna


Mahesa menepuk jidatnya sendiri, "lupa, jadi aku sendiri yang melaksanakan sholat tahajud sekarang?" ujar Mahesa dengan memasang wajah memelas


"Tidak masalah, aku akan menemani kamu!" ujar Husna


Mahesa menunaikan sholat tahajud dua rakaat, sampai Mahesa mengucapkan salam pertama dan kedua.


"Assalamualaikum warahmatullah..."


"Assalamualaikum warahmatullah..."


Husna tersenyum melihat suaminya itu selesai sholat tahajud.


"Ya Allah... ampunilah dosa-dosa hamba karena hamba dulunya sering melalaikan kewajiban sebagai seorang muslim, dan hamba juga sering menyakiti hati istri hamba sendiri, saat ini hamba bersimpuh dan sujud kepada Engkau untuk meminta ampunan mu ya Allah... ampunilah segala dosa yang pernah hamba perbuat ya Allah... karena Engkau maha penerima tobat dan maha pengampun, Aamiin...!"


Selesai Mahesa berdo'a lalu ia menghadap ke arah Husna yang duduk di belakang nya itu, Husna mengambil tangan Mahesa untuk ia salami.


Husna tersenyum lalu mencium punggung tangan Mahesa itu sangat lama, lalu Mahesa juga mencium punggung tangan Husna itu dan ia juga memberikan kecupan pada kening Husna itu.


"Semoga do'a-do'a mas di kabulkan, aku bangga memiliki suami seperti kamu mas!" tutur Husna


Mahesa tersenyum, betapa bodoh dirinya dulu sudah sering menyakiti perasaan istrinya yang baik dan solehah ini.


"Maafkan kesalahan aku yang dulu itu ya Husna, aku khilaf sudah berbuat tidak baik pada istri ku sendiri, maaf sudah membuat kamu tersiksa dan tersakiti!" ujar Mahesa


Husna meletakkan jari telunjuk nya di bibir Mahesa guna untuk menyuruh Mahesa jangan bahas soal yang telah lama itu lagi.


"Lembaran baru sudah kita buka sejak lama bukan? jadi kenapa harus bahas soal yang dulu?" sanggah Husna


...


Bersambung...


Terimakasih ya semuanya kalian sudah dukung karya author sejauh ini, terima kasih banyak para readers.

__ADS_1


lop lop you 😘😘😘


__ADS_2