
Celine turun dengan tergesa-gesa dari motornya. Setelah membuka helm dan menyimpan jaket di jok, dia segera masuk ke tempat makan itu. Jam di tangannya menunjukkan pukul satu lewat. Itu berarti dia terlambat lima belas menit dari waktu yang disepakati.
Hari ini dia berjanji akan bertemu dengan seorang pemilik yayasan yang melindungi anak jalanan. Celine ingin meminta perlindungan, agar anak asuhnya tidak ditarik kembali ke jalanan oleh beberapa preman pasar.
Sebenarnya dia takut. Beberapa kali mendapat ancaman. Apalagi sekarang penghuni rumah panti semakin bertambah, dia merasa perlu untuk meminta bantuan dari pihak tertentu yang memiliki pengaruh.
Satu hal yang patut dia syukuri, hadirnya Fauzan di kehidupan mereka membawa dampak positif, dia banyak dikenalkan dengan beberapa orang penting, sehingga sampai saat ini rumah panti mereka aman.
Hanya dia merasa risih, sepertinya lelaki itu mengharapkan hubungan yang lebih dari sekedar teman. Dia tahu, hanya memilih untuk menghindar jika lelaki itu mulai mendekati atau membicarakan hubungan mereka.
Dia seorang janda yang menikah di bawah tangan. Tanggungannya banyak, semuanya anak asuh. Di luar sana, ada janda dengan anak kandung pun, lelaki masih saja berpikir jika ingin melanjutkan hubungan yang lebih serius.
__ADS_1
Suatu hari nanti, jika ada yang benar menyayanginya, dia ingin lelaki itu juga menerima anak asuhnya, dengan segala kekurangan dan keadaan, bahwa dia akan berbagi waktu dan tenaga untuk mengurus orang lain.
Apa Fauzan sanggup?
Selama ini hanya Bisma yang menerima, itu karena dia berkelimpahan harta. Bukannya Celine mencari pengusaha kaya, hanya saja mengurus anak panti memang memakan biaya yang tidak sedikit. Sekalipun ada donatur, Celine tetap saja bekerja seperti biasa untuk menutupi kebutuhan hidup sehari-hari.
Matanya berkeliling mencari. Meja nomor tiga puluh enam, begitulah pesan yang diterimanya. Baru saja terbaca saat masuk ke dalam restoran ini.
"Maaf, Bu. Saya telat." Dia menarik kursi dan duduk di samping seorang wanita paruh baya.
Ibu ini adalah owner sebuah yayasan yang menampung anak-anak yatim piatu. Dia bersedia menampung anak-anaknya jika Celine sudah tidak sanggup lagi menghidupi mereka. Yayasan miliknya legal dan berbadan hukum. Wajar saja, dia istri seorang jaksa terkenal yang memilih berkarir di bidang amal.
__ADS_1
Fauzan yang mengenalkannya kepada wanita baik ini. Ini pertemuan kedua kali. Hanya mereka berdua. Fauzan sedang ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan.
"Ga apa-apa. Duduk sini. Kamu mau makan yang mana?" Wanita itu menyodorkan daftar menu.
Celine memilih nasi ikan bakar dan sambal lalapan, salah satu menu kesukaan anak-anak di panti. Jika Bik Onah sudah memasak ini, mereka pasti makan dengan lahap. Hanya saja, ikan yang di bakar di restoran ini berbeda, di rumah ikannya kecil-kecil yang harga per kilonya hanya belasan ribu. Itupun anak-anak sudah senang sekali.
"Ayo dimakan, nanti aja ceritanya." Wanita itu menyodorkan sebakul nasi yang masih mengebul panas. Celine mengambilnya sedikit, nasinya pulen sekali. Ditambah gurihnya ikan bakar dan sambal terasi, dalam sekejap semua habis tak bersisa.
"Enak, Bu," katanya polos.
Dihapus untuk kepentingan penerbitan buku.
__ADS_1