
12 Juli 2019, hari dimana aku Kouta Rizki sudah mulai masuk SMA bersama dengan sahabatku Naisa Putri. Kami memutuskan untuk masuk ke SMA yang sama dan kami juga dari kecil sudah bersama bahkan kedua orang tua kami juga dekat dan merestui kami untuk bersama.
Pagi hari, seperti biasa aku berangkat dengan Naisa, yaa….. itu memang sudah biasa dari kami sd, hari pertama disekolahku aku masuk kelas 10-C tempat dimana murid murid bandel, sopan, pintar bercampur disana. Alasanku bisa masuk kesana adalah orang tua ku telat untuk mendaftari ku disana begitu juga Naumi. Di kelas karena aku dan Naisa begitu dekat siswa dan siswi lain melihatku begitu aneh, tapi itu tidak ada masalah bagi kami berdua.
Waktu menunjukkan pukul 8, kami dikumpulkan di Aula sekolah, saat perjalanan menuju aula tadi aku sedikit berbincang dengan Naisa:
“Na, ini serius satu sekolah pada kumpul di Aula ini ?” tanya ku
“Iya keknya, gw cuma ikutin apa yang disuru doang” jawab Naisa
“Ku tabrak lah dikit ni abang kelas entar” sambil tertawa
“Entar di tarek nangis lu Kou” jawab nai tertawa terbahak bahak
Saat tiba di Aula, aku tidak sengaja menyenggol siswi yang sedang mencari barisan kelasnya dan aku membantunya tuk berdiri tapi dia tampak kesal:
“Liat liat kalo jalan oi!” kata siswi itu
“Sorry sorry, susah mau jalannya rame gini” jawab ku
*Siswi itu menepuk nepuk roknya yang kotor sambil berdiri
__ADS_1
“Nyari kelas kan, barisan kelas berapa ?” tanya ku
“kelas 10-C, tau nggak dimana?” tanya siswi itu
“Ikut kami aja sini!” jawab Naisa sambil menarik tangan siswi itu
“Btw nama lu siapa ?” tanya Naisa
“Nama gw Tania, lu siapa sama yang dibelakang lu itu juga siapa ?” tanya Tania
“Ohh, gw Naisa yang dibelakang gw Kouta” kata Naisa
“Pacar, temen, atau sahabat?” tanya Tania sambil tertawa
“Ahh iya bisa dibilang gitu sih” jawab Kouta sedikit bingung
*Tania hanya mengangguk mengerti
Akhirnya kami sampai dibarisan kelas 10-C, dan Tania bertemu dengan pacarnya yang juga sama sekolahnya dengan dia, tapi mata pacarnya Tania melihatku seperti tatapan kek mau bunuh orang gitu.
Saat sudah selesai perkenalan diri dan perkenalan lingkungan sekolah, aku memutuskan untuk ke kantin bersama Naisa, Naisa memutuskan untuk beli cemilan biar bisa makan dikelas, dan aku memutuskan untuk membeli minuman:
__ADS_1
“Bu, ini berapaan 2 ?” tanya ku
“ 10rb doang nak-e” jawab si ibu
“Oke bu, ini aja 2” kata ku
*si ibu lagi bungkusin tu minumannya, aku lagi nyari duit di saku tapi duitnya nggak ada sama sekali, sedangkan dah ramai yang mau bayar
“Bu maaf nggak jadi minumannya”
“Ilang duit mu ya nak?” tanya si ibu
“Iya buu, kayaknya jatuh ta- “ separuh kataku yang belum selesai kuucapkan dan dipotong oleh seorang laki - laki dengan tinggi 175an
“Dah biar gw aja yang bayar, lama kali!” kata laki-laki tersebut
“Ahh ga usah bang, nanti aj aku belinya tunggu kawanku kesini” kata ku
“Ini bu, sekalian punya dia” kata laki laki itu tanpa mendengarkan kata kata ku
Dan dia pun pergi, aku masi bingung dia itu abang kelas atau gimana soalnya tinggi dia itu seperti abang kelas dan aku benar benar nggak fokus sama perkenalan di aula tadi, sekarang aku berfikir untuk menemui naisa dulu.
__ADS_1
"Naisaa!!!" teriak Kouta
Selanjutnya.........