
“Rela berbohong kamu ya, ada apa ini?” tanya mama kouta penasaran
“Hahahaa, nggak ada ap-“ jawab arsenio terpotong
“Kalian, bisa diam dulu nggak?” tanya kouta yang terganggu karena kebisingan
Saat itu aku melihat ayah Kouta ingin berbicara namun dihentikan oleh istrinya.
*semuanya terdiam
Setelah menunggu lama akhirnya oprasi telah selesai dilakukan, aku begitu bersyukur tidak terjadi hal buruk pada adiknya Kouta. Kouta pun tampaknya lega begitu juga orangtuanya. Namun tak seperti Kouta yang tidak tenang dengan keadaan begini saja karena rasa sayang yang berlebihan kepada adiknya, hahaha.
15 menit setelah oprasi selesai, Arsenio langsung kembali ke rumah dia meminta maaf kepada kami bahwa tidak bisa pulang lebih lama lagi. Tidak ada yang masalah dengan hal itu, Kouta pun hanya diam sambil menunggu adiknya sadar dari suntikan bius. Tidak lama kemudian aku pun bergegas pulang karena sudah terlalu larut untuk anak perempuan pulang, untung saja aku diantarkan oleh Ayahnya Kouta.
Saat sampai dirumah aku langsung mandi, mandi malam itu tidak bagus tapi aku tetap melakukannya, betapa bodohnya aku. Saat mandi, handphoneku terus bergetar untuk beberapa waktu lamanya, aku tau itu karena ku bawa handphoneku ke kamar mandi.
__ADS_1
Selesai mandi aku liat siapa yang menelfonku dan ternyata itu Kouta, ini sudah 10 menit berlalu tidak ada alasanku untuk menelfonnya lagi, pikir ku. Ketika sudah bersiap untuk tidur Kouta menelfonku lagi sudah pasti akan aku angkat.
“Kenapa?” tanya naisa
“Makasih udah datang tadi, dan juga…” ucap kouta yang belum selesai
“Dan juga?” tanya naisa
“Tolong bilangin makasih juga sama Arsenio” ucap kouta
“Makasih” kata kouta
“Suaramu agak berubah, kenapa?” tanya naisa
“Nggak apa-apa” jawab kouta
__ADS_1
“Ya udah aku tidur dulu” ucap naisa
“Iya, malam” ucap kouta
“Ya, malam” balas naisa
Kouta tidak biasanya begitu, hahaha kenapa dia ya. Nggak mungkin mau ke ulang lagi kan semuanya? Tidak masalah kalau ke ulang setidaknya tidak ada pihak yang tersakiti. Dipikir-pikir bagaimana kabar Tania sama Mugi ya? Aku tidak ada bermain dengannya hari ini, mereka pun tidak kelihatan padahal sekelas apa hanya mataku saja lagi tidak fokus ya? Ah entahlah.
Di sisi lain…………
Kenapa dia datang sih, dasar anak play boy. Kau berfikir bisa ngedeketin Naisa ha?! Kau fikir aku tidak tahu kau itu siapa? Tentu saja aku tau, dasar. Dan apa-apaan sikapnya tadi sudah jelas-jelas dia seperti menyukai Naisa, apa yang terjadi selama aku tidak masuk. Berbahaya kalau Naisa bersama laki-laki seperti dia, akan kujauhkan sejauh-jauhnya.
Esok paginya, adikku sudah bangun semalam dia sudah sadar namun masih mengantuk jadi kubiarkan saja dia tidur. Saat bangun pagi, orangtuaku tidak berangkat bekerja, mereka mengganti jam libur dan jam kerja agar hari senin aku bisa bersekolah lagi. Sebenarnya tidak masalah untuk meninggalkannya di rumah sakit sendiri tetapi tidak ada yang sepakat dikeluarga ini.
Hari ini hari minggu, sudah beberapa hari aku menetap dirumah sakit ini. Malam ini aku akan pulang dan saat itu juga orangtuaku datang, kami bergantian menjaganya. Karena beberapa alasan aku harus pulang duluan seperti tugas yang pasti menumpuk dan beberapa hal yang harus dikerjakan. Aku sudah izin untuk pulang duluan dan kata adikku itu tidak apa-apa memang seharusnya aku pulang dari kemarin saja, melihatnya berkata seperti itu sambil marah ntah mengapa membuatku senang.
__ADS_1
Selanjutnya.............