Pertemanan, Perbedaan, Dan Percintaan

Pertemanan, Perbedaan, Dan Percintaan
16. Pertanda


__ADS_3

ku hanya ingin kau berada disampingku


*suara alarm berbunyi


Pagi pun datang, mata masih terasa berat dan ntah mengapa ketika aku bangun melihat kearah cermin mataku sembab seperti habis nangis. Mengapa masa lalu harus terulang lagi dalam mimpi ini, begitu menyebalkan tapi tak bisa ku cegah. Ini bukan masa laluku tapi masa lalunya, banyak orang berkata bahwa mimpi bisa menjadi pertanda namun aku tidak percaya tentang hal itu.


“Aku pergi sekolah dulu” teriak naisa


“Ya” jawab orang rumah


Semoga saja mimpi itu tidak akan terjadi lagi, aku benar-benar tidak ingin melihat hal yang harusnya tidak kulihat. Semoga pelajaran hari ini tidak menjadi membosankan, semoga saja. Nanti sore aku akan pergi ke Rumah Sakit, aku ajak yang lain tidak? Sudah jelas jawabannya tidak.


“Naisa!” teriak tania


“Ya?” tanyaku


“Tumben lama datang?” tanya tania


“Kurang tidur aja sayang” jawabku sambil mengelus kepala tania


“Kami udah nungguin dari tadi loh” ucap tania

__ADS_1


“Kami?” tanyaku melihat sekeliling


“Aku sama Aldi, hehehe” jawab tania


“Hm” ucapku


“Sayang, sayang” ucap aldi


“Ah, sorry sorry” ucapku


“Kouta mana?” tanya aldi


“Rumah sakit, adeknya masuk sana” jawabku


“Kakinya, patah” ucap naisa sambil berjalan ketempat duduknya


“Oalah, semoga cepat sembuh dia” ucap tania


“Berapa lama izinnya?” tanya aldi


“Kenapa ada urusankah?” tanya naisa balik

__ADS_1


“Nanyak doang” jawab aldi


“Seminggu paling, orang tuanya kan sibuk kerja jadi dia harus jagain” ucap naisa


“Mugi belum datang?” tanya naisa


“Belum, jarang-jarang dia belum datang jam segini” jawab tania


“Hm, kejebak hujan kali dia ya, tadi dijalan hujan juga sih” ucap naisa


“Mungkin aja, paling telat aja nanti” ucap tania


Masih pagi tapi sudah banyak perempuan dari kelas lain datang ke kelas ini hanya untuk menanyakan Kouta kemana, benar-benar mengganggu. Hanya bisa ku jawab dia di Rumah Sakit terserah orang lain mau mikir gimana, setidaknya aku mengatakan kenyataannya. Entah apa yang di perbuatnya sampai banyak cewek-cewek yang datang, anak ini sering kali dengan gampangnya mancing orang, butuh pencerahan lagi kayaknya.


Jam belajar sudah dimulai beberapa menit yang lalu dan sekarang Mugi baru saja datang yang anehnya dia datang bersama Reza , setauku Reza ini anaknya banyak ngomong dan ceria pantas saja dia bisa dekat dengan Kouta. Ini benar-benar jadi kejutan buat kelas dikarenakan jaket yang biasa dipakai Reza dipakai oleh Mugi, aku sudah menebak apa yang akan terjadi nanti. Mereka tidak dihukum karena keterlambatannya disebabkan oleh hujan yang begitu deras, banyak murid kelas lain yang juga kehujanan.


Di jam istirahat banyak perempuan-perempuan berlari ke Mugi dan menanyakan tentang hal yang mereka lihat tadi pagi. Ini sudah biasa dimana mana, jadi ya harus tau dan bisa nanggungnya. Begitu juga dengan Reza yang ditanyai oleh teman-temannya, untuk dia itu tidak masalah sama sekali tapi tidak untuk Mugi yang jarang berbicara dengan orang banyak.


Setelah muak dengan pembicaraan yang begitu berisik didalam kelas aku pun pergi keluar untuk mencari udara segar, bau air dan udara saat hujan itu segar sekali. 10 menit berlalu sedari tadi aku hanya melihat handphoneku sambil menggunakan earphone, dan aku tidak sadar ternyata ada yang duduk didepanku. Dia adalah Arsenio yang diceritakan Kouta setelah melihatnya aku bertanya apa yang dia butuhkan dan sudah pasti dia menanyakan tentang Kouta. Sesuai dengan yang Kouta bilang bahwa dia di Rumah Sakit begitu juga ku sampaikan ke Arsenio tapi kuceritakan yang sebenarnya terjadi kepadanya.


Saat berbicara dengannya kenapa dia berbicara seperti dia cowok playboy dan juga aku merasa pernah menemuinya dulu dan mungkin Kouta juga sadar tentang hal itu. Bel pun berbunyi dan sudah saatnya masuk kekelas semua orang mulai memasuki kelasnya tidak denganku yang mampir ke toilet dulu, jam pelajaran sekarang adalah pelajaran yang paling aku tidak suka. Sekitar 5-10 menit baru aku masuk kelas, ya karena aku telat masuk aku dihukum berdiri diluar, ini lebih baik dari pada harus belajar pelajarannya.

__ADS_1


Aku hanya melihat apa yang di ajari lewat jendela, aku tidak terlalu suka dengan pelajarannya bukan berarti benar-benar benci sama pelajarannya yang buat ku jadi benci ini karena guru yang mengajarnya. Kalau ada Kouta mungkin kami berdua dihukum berdiri diluar sama-sama, cepatlah waktu berlalu.


Selanjutnya............


__ADS_2