
*bel masuk sekolah berbunyi
“Selamat pagi anak-anak, ibu tidak tahu apa yang terjadi pagi ini jadi tolong satu orang ceritakan kejadiannya, kedua belah pihak yang ikut serta tidak boleh menjelaskan” ucap bu guru
*suasana kelas sunyi
“Kalau begitu, Farhan tolong jelaskan” tunjuk bu guru
“Saya?” tanya farhan
“Dari tadi saya nggak perhatian bu, yang saya lihat dan dengar rombongan Rania ini dari pagi udah berisik lagi ceritain apa gitu, ya terus mungkin si Naisa terganggu karena pagi-pagi udah berisik, jujur saya juga terganggu tapi kalau cowok lawan cewek ya bakal kalah bu” jawab farhan
“Nah terus yang ibu dengar, tadi si Naisa ngelempar kursi ke Rania” ucap bu guru
“Saya kalau ngelempar kursi langsung patah bu, buktinya nggak ada kursi yang patah disini” sahut naisa
“Oh jadi gitu ceritanya”
“Ya udah lain kali kalian kalau bisa dikontrol emosinya ya, ibu nggak bakal salahin siapa yang salah disini yang penting jangan sampai 3x kalian buat masalah dan melibatkan ibu dalam 1 tahun ini” ucap bu guru
“Iya bu” jawab satu kelas
“Sekarang waktunya belajar” ucap bu guru
2 jam kemudian……………
*waktunya istirahat
“Nai, tadi ada apa emang?” tanya tania
“Itu si Rania gibahin cowokmu sama Mugi” jawab naisa
“Tentang apa?” tanya aldi yang tiba-tiba datang
__ADS_1
“Yang kau terima coklat dia sama minggu lalu kan kau ke kantin sama dia” jawab naisa
“Kok aku nggak tau kamu ke kantin sama dia?” tanya tania
“Kau kan nggak masuk waktu itu” jawab naisa
“Oh iya ya, terus gimana lagi?” tanya tania
“Ya gitu doang, sama nambah-nambahin hal yang nggak nggak” ucap naisa
“Kayaknya aku harus ngomong sama si Mugi sih ini” ucap tania
“Mau ngapain?” tanya naisa
“Kasih tau doang, kalau suruh si Aldi nggak bakal disampain” jawab tania
“Ya udah aku ikut” ucap naisa
“Emang niatnya gitu, tapi nggak sekarang biarin aja dulu gengnya si Rania berkoar-koar” ucap tania
“Nggak ada hubungannya sama aku” jawab aldi
“Oke deh kalau gitu” ucap tania
“We Kou!” panggil aldi
“Hm?” kouta melihat sebentar langsung melihat handphonenya lagi
“Kau ngapain?” tanya aldi
“Nyari info anak kelas 10-A” jawab kouta
“Hati-hati Kou” ucap naisa
__ADS_1
“Iya santai aja” jawab kouta
“Hati-hati kenapa Nai?” tanya tania
“Nggak ada” jawab naisa
Seperti biasa aku tidak terlalu peduli dengan urusan orang jika tidak ada sangkutpautnya dengan ku. Aku menemukan beberapa informasi tentang Arsenio Agler untung dia anak yang populer dikelasnya jadi gampang mencari infonya. Di informasi yang kudapat tidak ada tertera dia mempunya ig ataupun fb, seharusnya anak populer seperti dia harus punya. Dan mulai disini aku menyerah untuk mencari tahunya.
Senin dan selasa telah berlalu, namun rumor-rumor yang disebarkan gengnya Rania belum padam. Karena Tania sudah tidak tahan lagi dan rumor itu semakin menjadi jadi, Tania langsung pergi menemui Mugi untuk berbicara baik-baik.
“Mugi!” teriak naisa
“Iya?” jawab mugi mendatangi naisa
“Ikut aku sebentar” ajak naisa
*menarik tangan mugi
“K-Kemana?” tanya mugi
“Ikut aja” ajak naisa
*sampai dibelakang sekolah
*tania sedang duduk sambil memainkan handphonenya
“T-Tania?” ucap mugi dengan wajah bingung
“Hm?” melihat kearah mugi
“Oh sudah datang rupanya” ucap tania
“A-Ada a-apa?” tanya mugi gemeteran
__ADS_1
Selanjutnya.............