
Semalam aku sudah mengirim pesan ke Naisa, namun masih belum ada jawaban sampai sekarang. Aku khawatir ada sesuatu yang terjadi padanya. Aku sudah berbicara dengannya disekolah dia hanya bilang kalau handphonenya habis batrai dan kabel cas-annya rusak, dia juga mau bilang untuk nggak main handphone selama beberapa hari.
Ya begitulah hari-hari di 2 minggu ini berjalan seperti anak sekolah pada umumnya sudah tidak ada balik cepat karena rapat dan baru awal masuk, belajar sudah dimulai otakpun mulai bekerja seperti biasa.
Senin, 27 Juli 2019
“Selamat pagi duniaku yang indah dan juga kejam”
*bangun dari tempat tidur dan melihat cermin
“Mari kita mandi untuk pergi sekolah dan menjadi orang yang paling bahagia didunia ini” ucap naisa sambil tersenyum dengan mata pandanya
Bersiap-siap, sarapan, nunggu bus, dalam perjalanan, sampai sekolah, masuk kelas
Saat sampai dikelas, itu benar-benar berisik. Para manusia manusia yang pagi-pagi udah mulai menyebar rumor-rumor nggak jelas dan tidak berfaedah itu sungguh sangat mengganggu.
“Naisa!” teriak kouta
“Yo!” jawab naisa sambil mendatangi kouta
“Udah balik ke diri sendiri lagi ya” ucap kouta
“Tidak baik bergalau lama-lama say” ucap naisa
“Baguslah kalau gitu” ucap kouta yang lega mendengarnya
“Apa yang mau kau omongin waktu itu?” tanya naisa
“Nggak jadi, nggak penting juga” jawab kouta
“Btw, itu si Rania dari awal masuk cepat banget ngerekrut kawan”
“Dia ngerekrut kawan buat diajak main apa diajak tambah dosa ya?” tanya naisa
__ADS_1
“Nggak tau nggak peduli juga” jawab kouta
“Oke dah, kalau mau cerita cerita aja hari ini aku dah mulai main handphone lagi, cas-annya udah dibeli baru juga” ucap naisa sambil memperhatikan teman kelasnya gibah
“Ya” kata kouta sambil merasa bakal ada hal buruk terjadi hari ini
“WOI BISA DIAM NGGAK?!” teriak naisa
*semua mata tertuju pada naisa
“Apa tengok-tengok?” tanya naisa
“Hah?! Lu kalau nggak mau berisik keluar aja sana!” teriak rania
“Mau kemana pun suara klen masih kedengaran, yang namanya gibah diam-diam ini sampai kelas sebelah aja kedengeran” ucap naisa
“Ya terserah kami dong, bilang aja lu iri” ucap rania
“Iri kok sama orang nambah dosa”
“Alah banyak bac*t kau” ucap rania sambil menunjuk naisa
*naisa menendang meja yang ada didepannya
*DUBRAK
“Jaga mulut kau baik-baik ya say” ucap naisa
*kouta berdiri memegang pundak naisa
“Udahlah Nai, jangan sampai kebawa emosi” ucap kouta
“Kau nggak usah ikut campur, pacar simpanan naisa” ucap rania
__ADS_1
“Hah?! Kau mau aku lempar pakai kursi ini kah?” teriak kouta
“Ngelak aja kerjaannya” ucap rania
*rania menghadap kebelakang menyuruh temannya untuk pergi dulu
*naisa mengangkat kursi
“RAN!!” panggil naisa
*rania melihat kearah naisa
“LU MAU NI KURSI?!” teriak naisa
“Hah?! K-Kau lempar abis kau nanti!” teriak rania ketakutan
“We Nai, berlebihan” ucap kouta berusaha menghentikan naisa
“Nggak apa-apa santai aja, nggak bakal kulempar beneran” ucap naisa berbisik ke kouta
“Satu, dua, tiii-“ ucap naisa terpotong
“Woi udahlah” teriak tania
*tania mendekati naisa
“Udah Nai, anak-anak yang lain pada manggil guru” bisik tania kepada naisa
“Oh gitu kah, kalau begitu”
“Takut juga kau rupanya Ran, sampai jongkok begitu kalau aku lempar dari atas meja pasti lebih sakit itu jadinya, lainkali pilih posisi yang benar untuk pertahanan diri ya” ucap naisa sambil meletakkan kursi
“Aku ke toilet dulu ya, Tan, Kou tolong tenangin suasana ya” ucap naisa meninggalkan mereka
__ADS_1
Selanjutnya...............