
“Naaiii!!” teriak ku sambil menghampiri naisa
“Apaan? jangan teriak teriak napa” jawab naisa
“Ini ha minuman untukmu”
“Eh makasih Kou”
“Yoi santai aja, ke kelas aja yok ini aja kan cemilan yang mau mu beli?” tanya Kou
“Iya ini doang habis entar duitku kalau banyak banyak” jawab Nai
“Ya udah ayok capek aku berdiri terus” ajak Kou
Saat melewati lapangan, aku yang sedang berbicara dengan Naisa tiba tiba ada bola yang datang menghampiri kita dan percakapan kami terputus karena Naisa yang tiba tiba menghentikan bola itu
*SIIUUUUU..........TAAKKK
“Oi, mainnya pelan pelan aja soalnya ni lapangan nggak ada pagarnya” kata Naisa sambil memegang sepatunya yang sudah nga-ngak karena kesandung batu tadi
“Nai santai, yang mu ajak bicara abang kelas” kata Kouta
“Kok nyalahin kami, kalian yang jalan tengok tengok dong!!” jawab abkel yang berada dilapangan itu
“Nyari mati tu orang” kata Naisa yang kesal dengan mereka
Tiba-tiba Tania dan pacarnya datang menyampiri kami…...
“Nai udah nai” kata Tania sambil menenangkan Naisa
__ADS_1
“Maaf bang, orangnya tempramen-an dia” kata ku sambil mengembalikan bola tadi dan langsung kembali ke Naisa
“Eh mau kemana lu? Karena kawan lu dah nggak sopan tadi lu pada tanding lawan gw sekarang” kata abang kelas itu
“Maaf bang nggak bisa” jawab Kouta
“Kenapa pula nggak bisa, nggak usah ngelak lah” kata abang kelas itu
“Tidakkah kau melihat kawan ku sedang memegang sepatunya yang nga-ngak itu?” tanya Kouta sambil menunjuk Naisa yang sekalian ingin menjahilinya
“Hahahahaha, kasian sekali sepatunya nggak ada duitkah untuk beli yang baru? Hahahahah” kata abang kelas itu yang tertawa begitu besar
“Hahahaha, kalau gitu saya pamit dulu, misii” kata Kouta
“Eh aku belum selesai ngomong enak sekali kau pergi begitu saja, jadi gimana tawaranku diterima?” tanya abang kelas itu
“Oke gw tunggu lu di lapangan ini nanti sore!” kata abang kelas tersebut
Aku berlari ketempat Naisa dan yang lain, saat itu Naisa hanya bertanya “serius tu?” dan aku hanya mengiyakannya saja. Kami pun ber-empat bergegas ke kelas dan dikelas kami hanya berbicara bicara hingga wali kelas kami pun datang.
“Selamat pagi anak anak, untuk pembelajaran hari ini ditiadakan dahulu dikarenakan ini baru hari pertama kalian masuk, hari ini jam bebas sampai pulang tapi jangan pada berisik!”.
15 menit kemudian..........
“Kouta!” teriak Naisa
“hah? Apaan?” tanya Kouta
“Nanti aku nginap bisa ga?”
__ADS_1
“Ga!, kalau ada lu gw nggak bisa keluar rumah ntar malam”
“Yodah ntar keluar berdua aja biar ku izin kan”
“Coba tanya mama ku dulu boleh ga”
“Tadi aku tanya katanya boleh, aku tidur tempat adekmu soalnya adekmu juga ada camping”
“Ya udah ntar balek bareng kita”
“Oke oke, thanks” jawab Naisa
Suasana kelas yang lumayan ribut, disana-sini pada megang hp, abang kelas dan kakak kelas yang pada keluar kelasnya dan aku yang tidak tau mau ngapain lagi. Aku beranjak dari kursi dan langsung pergi menuju ke kantor saat sudah sampai dikantor aku bertanya kepada wali kelas ku:
“Bu, boleh tidak saya main badminton di aula bu?” tanya Kouta
“Boleh nak, mau main sama siapa emangnya?” tanya bu guru
“Sama Naisa aja bu” jawab Kouta
“Ya sudah, kamu izin dulu sama guru olahraga bilang kamu mau gunain aula sama raketnya” kata bu guru
“Iya bu” jawab Kouta
Aku sudah meminta izin kepada guru olahraga untuk memakai aulanya, tetapi katanya di aula juga ada beberapa anak kelas 10-A yang memakainya. Aku pergi memanggil Naisa untuk bermain bersama dan dia tentunya ikut, sebenarnya setelah main nanti aku malas naik lagi ke kelas karena banyaknya tangga ini. Saat kami pergi menuju aula aku mendengar ada yang meneriaki kami berdua:
“Woi, yang lagi jalan berdua!” teriak seseorang
Selanjutnya........
__ADS_1