Pertemanan, Perbedaan, Dan Percintaan

Pertemanan, Perbedaan, Dan Percintaan
24. Sera Raisa


__ADS_3

Selama di perjalanan menuju rumah sakit, hanya Tania yang banyak bicara. Aldi yang hanya setia mendengarkannya, Kouta sibuk memainkan handphonenya sedangkan aku hanya melihat sepanjang jalan. Ini sudah sangat sore yang pasti kami bakal balik malam semua. Di perjalanan menuju rumah sakit kami terkena macet yang panjang yang membuat kami sedikit lama sampai disana, jadi kami menyuruh Arsenio untuk langsung ke kamar adiknya Kouta saja.


“Kalian udah sampai?” tanya arsenio melalui telfon


“Udah dibawah, ini pada mau naik” jawab naisa


“Ya udah hati-hati, jangan lari-lari” ucap arsenio


“YA, MAKASIH” jawab kouta dengan teriak dan langsung mematikan telfon tersebut


Aku dan yang lain langsung segera naik, tidak ada hal yang terjadi kami hanya ingin menjenguk jadi tak begitu buru-buru. Saat sampai, kami langsung memasuki kamar adiknya. Tak banyak yang dibicarakan saat itu seperti layaknya orang menjenguk.


“Ngapain datang?” tanya adik kouta


“Mereka mau jenguk katanya” jawab kouta


“Besok aku kan udah pulang, ribet-ribetin jadinya” ucap adik kouta


“Nggak masalah kok, kami yang mau” ucap tania


“Oh iya, nama kamu siapa?” tanya aldi


“Sera, kak” jawab adik kouta tersebut


“Nama yang cantik, seperti orangnya” ucap aldi


“Oi” tegur kouta


“Bercanda-bercanda” ucap aldi


“Dia emang cantik, karena dia adik gw” ucap kouta


“Iya iya, lu juga cantik Kou” jawab aldi


*semuanya terdiam

__ADS_1


“Apa tu maksudnya” sahut arsenio


“Udah-udah, ini rumah sakit” ucap naisa


“Kalian mau jenguk orang atau mau adu gombal disini” ucap naisa


Tak lama setelah beberapa percakapan terjadi, terdengarlah suara rintikan hujan. Tania dan Aldi bergegas untuk pulang dikarenakan sudah malam juga karena mereka naik bus, aku juga barengan sama mereka. Arsenio mungkin akan balik malam karena dia mengendarai motor, kalau Kouta aku tidak tahu mungkin saja dia akan pulang bareng dengan Arsenio.


2 jam kemudian..............


“Kau balik jam berapa?” tanya kouta


“Tunggu reda” jawab arsenio tanpa melihat wajah kouta


“Bisa antarin gw nggak?” tanya kouta


“Bisa” jawab arsenio lagi dan tetap fokus dengan handphonenya


“Ser”


“Kenapa?” tanya sera


“Nggak datang katanya hari ini” jawab sera


“Oh, kutinggal nggak apa-apa kan?” tanya kouta


“Nggak apa-apa, pergilah” ucap sera


“Tunggu bawah mau nggak?” ajak kouta kepada arsenio


“Ya, boleh” jawabnya


“Bentar, aku beres-beres dulu” ucap kouta


“Ya”

__ADS_1


Beberapa menit kemudian……………


“Udah selesai” ucap kouta


“Yaudah” ucap arsenio yang langsung berdiri dan keluar


“Aku balik dulu ya, jangan lupa makan” ucap kouta


“Ya” jawab sera


Kouta dan Arsenio pun turun ke bawah dan duduk sambil menunggu hujan reda. Tidak ada percakapan sama sekali antara kedua belah pihak. Kouta hanya duduk diam melihat rintikan hujan dan hembusan angin sedangkan Arsenio masih sibuk dengan handphonenya. Waktu terus berjalan ini sudah hampir tengah malam, hujan sudah sedikit mereda tapi kalau mereka pulang sekarang ada kemungkinan mereka akan berhenti di tengah jalan. Dengan begitu mereka memutuskan untuk menunggu sedikit lebih lama lagi.


“Dingin kali an*ir, nyesal aku nunggu bawah” ucap kouta dengan spontan


“Mau naik lagi?” tanya arsenio


“Nggak, nanti kita nggak tau kapan ini reda” jawab kouta


“Ya udah” ucap arsenio yang langsung memasukkan handphone ke sakunya


*membuka tas


*mengambil jaket


“Pakai nih” ucap arsenio


“Dari tadi lah” ucap kouta


“Udah di pinjamin, nggak terima kasih” ujar arsenio


“Makasih ganteng” ucap kouta langsung memakai jaketnya


“Eh, nanti lu gimana?” tanya kouta yang langsung menyadari


“Kau aja yang pakai, kalau anak orang sakit gara-gara gw ribet ntar urusannya” jawab arsenio

__ADS_1


“Oke deh”


Selanjutnya............


__ADS_2