Pertemanan, Perbedaan, Dan Percintaan

Pertemanan, Perbedaan, Dan Percintaan
21. Pulang


__ADS_3

“Oh ya, Naisa sedang sakit jadi dia tidak akan datang, mungkin………”


“Mungkin?” tanya salah satu perempuan disana


*kouta mebalikkan badannya


“Mungkin sampai besok atau tunggu aku menghangatkan dia dulu” ucap kouta dengan bergaya


“HAH? Kouta jadi gila setelah balik dari rumah sakit” ucap para perempuan itu dengan tertawa


“Ya soalnya disana aku diberi perawatan oleh Naisa dengan sepenuh hatinya” ucap kouta sambil tertawa


“Sangat percaya diri anda ya”


“Iya iya, sangat percaya diri”


“Hahahaha”


Saat aku membalikkan badan, aku tidak sadar bahwa ada Arsenio tepat dibelakangku dari tadi. Mukanya, mukanya kenapa sampai begitu seolah dia tidak senang dengan perilakuanku. Bentar dulu aku harus berbicara dengannya.


“Arsenio!” teriakku


“Ha? Udah mau masuk, aku duluan” ucapnya


“Bentar kambeng!” teriakku


*terhenti


Dia hanya mengangkat tangannya seperti memberi tanda untuk berhenti saja, apa dia cemburu ya? Baguslah kalau gitu. Bel berbunyi, sepanjang pelajaran aku tidak terlalu fokus karena diajak bicara sama Aldi istirahat pun juga begitu entah mengapa pikiranku lagi nggak disana aku tetap berbicara tapi di kepalaku kemana-mana.


“Kenapa woi?” tanya aldi yang dari tadi memperhatikan raut wajah kouta


“Nggak ada” jawabku


“Nggak ada matamu, tertulis di mukamu semua tuh” ucap aldi


“Hahahaha, kangen adikku aja takut dia kenapa-napa” jawab kouta

__ADS_1


“Kami jenguk boleh nggak?” tanya tania


“Boleh, dia lusa dah keluar loh kalian nggak masalah?” tanya kouta


“Nggak apa-apa” jawab tania


“Mugi, kamu ikut kan?” tanya tania


“Hm, boweh kok” jawab mugi sambil mengunyah makanan


“Besok berangkat bareng kita” ajak kouta


“Oke”


Saat sedang menuju toilet, aku tidak sengaja menabrak abang kelas yang ku temui di hari pertama sekolah. Hal ini tidak pernah terpikirkan olehku, saat ingin buang air kecil dia melihatku terus sampai aku merasa terganggu dengan tatapannya. Tak lama kemudian dia mendatangiku dan mendorongku hingga terjatuh, aku hanya terdiam dan tetap terdiam. Setelah dia mendorongku dia langsung pergi tanpa berkata apapun, tak kusangka hari seperti ini akan datang lagi.


Setelah menenangkan diri sedikit lebih lama, aku kembali ke kelas lagi tidak adanya bekas perkelahian hanya saja pantat dan pinggangku benar-benar sakit untuk dibawa berjalan. Sesampainya dikelas, karena guru belum datang jadi aku tidak akan dihukum untuk berdiri diluar. Hari ini serasa lama sekali, aku benar-benar ingin secepatnya pulang ataupun bertemu dengan adikku.


5 jam kemudian.............


“Terimakasih pak” jawab anak-anak


“Nggak ikut ekstra?” tanya aldi


“Izinin lagi tolong, aku mau langsung pulang” jawab kouta


“Ok, hati-hati” ucap aldi


“Nitip salam sama Naisa ya!” ucap mugi


“Lah?” tanya kouta yang bingung


“Nomornya nggak ada?” tanya kouta


“Ke reset kemarin” jawab mugi


“Minta sama Tania noh” ucap kouta

__ADS_1


“Lah iya, kenapa nggak minta” sahut tania


“Oh, ada ya”


*kouta pergi meninggalkan mereka


Di perjalanan ke halte aku berbarengan dengan salah satu kawan kelasku juga tapi aku belum kenal dengannya sama sekali, mungkin Naisa sudah. Dia begitu pendiam, earphone selalu menempel ditelingannya setiap pulang sekolah dan dia begitu tinggi, mungkin sedikit lebih rendah dari Arsenio.


Saat nama Arsenio terlewat di benakku dia sudah duduk disampingku, betapa lamanya aku melihat anak yang memakai earphone ini sampai aku tidak sadar Arsenio sudah berada disampingku. Dia tidak ada bertanya ataupun menyapaku sama sekali dan wajahnya masih sama persis dengan yang tadi pagi.


“Nggak bawa motor?” tanya kouta


“Nggak” jawabnya


“Kenapa? Di bengkel?” tanyaku lagi


“Iya” jawab arsenio


*notif dari handphone kouta berbunyi


“Siapa?” tanya arsenio


“Oh, Naisa” jawab kouta


“Apa dia bilang?” tanya arsenio


“Nggak bisa datang ke rumah sakit hari ini, ya jadi aku juga nggak pergi” jawab ku


“Adik mu gimana?” tanya arsenio lagi


“Dia juga nggak masalah, jadi aku hari ini akan pulang ke rumah” ucap kouta


“Ya udah, aku ikut” ucap arsenio


“HAH?!” teriak kouta


Selanjutnya...............

__ADS_1


__ADS_2