
Saat sedang mengerjakan tugas tiba-tiba Kouta menelfonku, dia menyuruhku untuk datang ke rumahnya secepat mungkin. Ku pikir hal buruk terjadi dirumahnya dengan cepat aku pergi tanpa memberitahu siapa pun dikeluargaku bahwa aku pergi keluar, aku sudah merasakan hal buruk apa yang akan terjadi nanti.
*suara bel berbunyi
“Kouta!” teriak naisa
“Bentar!” balas kouta
*membuka pintu
“Bantuin bersih-bersih” ucap kouta sambil menyondongkan sapu
“HAH?! KAU SURUH AKU KESINI CEPAT-CEPAT CUMA BUAT BEGINIAN!” teriak naisa
“Sorry-sorry, tolong ya” ucap kouta
*naisa menghela nafas
“Okelah, dari pada aku balik lagi” ucap naisa yang harus menerima kenyataan
“Makasih ya” ucap kouta
__ADS_1
“Kenapa lagi? Jangan ngomong kayak gitu, agak gimana rasanya” ucap naisa
“Hahaha, nggak apa-apa” ucap kouta
Kami berdua mulai membersihkan semuanya, setelah itu mengerjakan tugasku. Naisa banyak membantu, tapi bagaimana pun juga Naisa bukan orang yang mengajarkan cuma-cuma dia juga meminta imbalan dari semua ini. Aku lega sikap dia yang ini tidak berubah sedikitpun, ini berlaku untuk siapa saja kecuali dia. Aku berharap dia tidak muncul juga seperti Arsenio.
Malam sudah tiba, aku berjanji akan mengantarnya pulang dan tentu saja juga membayar uang pergi tadi pagi saat dia ingin ke rumahku. Di tengah jalan kami berhenti sebentar di sebuah toko untuk membeli beberapa bahan untuk pelajaran besok dan yang pasti pakai duitku lagi. Dompetku menipis dalam satu hari yang harusnya digunakan dalam jangka waktu 3 hari, bukan hanya bahan untuk besok tapi si Naisa mengambil begitu banyak es krim untuk dia bawa ke rumah sebagai teman belajarnya. Di perjalanan mengantar Naisa ke halte, udara sudah sangat sejuk dan beberapa kali kilat muncul aku sudah menebak sebentar lagi pasti hujan lebat bukan hanya dia yang akan terkena ketika sudah sampai nanti tapi aku juga. Duitku sudah habis untuk memesan kendaran lagi.
Malam sudah berlalu, pagi ini aku akan pergi sekolah lagi dan yang pasti banyak yang kangen padaku. Percaya diri itu dibutuhkan tapi tetap ingat siapa dirimu jangan terlalu dilebihkan.
Matahari baru saja terbit dan Naisa sudah mengirimku pesan yang entah mengapa membuatku geram
“Kau?” kouta
“Ya, kebablasan semalam” naisa
“Kambing memang” kou
“Jadi, malam nanti gimana?” kouta
“Nanti ku kabarin” naisa
__ADS_1
“GWS.” ko
Tidak kusangka semua dimakan habis sama dia, ku pikir dia terkena hujan rupanya gara-gara semua es krim semalam habis dimakan sambil begadang. Malam ini aku akan menjaga adikku lagi di Rumah Sakit tapi sepertinya akan bosan karena hanya aku sendiri saja, walaupun aku datang kesana adikku tidak terlalu peduli padaku hanya aku doang yang berbicara.
Tidak usah bersedih hanya karena adikmu mengabaikanmu, kau terlalu memikirkannya sekali. Mari kita pergi sekolah dan berjumpa dengan kawan-kawan. Kita lihat, apakah ada yang kangen padaku atau tidak?
Di sekolah………………
“KOUTA!!!” teriak perempuan berlari kepadanya
“Pada kangen sama aku ya?” tanya kouta dengan percaya diri
“Ah bukan, betapa percaya dirinya” jawab perempuan itu tertawa
“Hahahaha ku kira ada yang kangen sama ku” ucap kouta
“Kangen sih tapi tidak terlalu” ucap beberapa perempuan itu
“Terimakasih” ucap kouta perlahan meninggalkan mereka
“Oh ya, Naisa sedang sakit jadi dia tidak akan datang, mungkin………”
__ADS_1