
“Oh sudah datang rupanya” ucap tania
“A-Ada a-apa?” tanya mugi gemeteran
“Santai aja, duduk aja dulu” suruh tania
*mugi langsung bergegas duduk
*tania mendatangi naisa dan berbisik
“Makasih udah panggilin dia, harusnya aku yang datangin tapi dia nggak gerak-gerak dari tempat duduknya” ucap tania
“ha iya” jawab naisa
*tania berjalan kedepan mugi
“Jadi begini, aku dengar mu sama Aldi dekat benar?” tanya tania
“I-Iya” jawab mugi
“Udah santai aja dia nggak bakal main tangan kok” ucap naisa
“Iya benar tuh” sahut tania
“Kamu tau aku sama Aldi pacaran kan?” tanya tania
“Tau kok” jawab mugi dengan cepat
“Nah kalau begitu tolong-“ ucap tania dipotong
“Bukan begitu, aku hanya mau berterima kasih saja” ucap mugi
“Ya aku tau maksud kamu itu, tapi orang lain mikirnya yang aneh-aneh”
“Aku kasian ke kamu kalau hubungan kami nggak ada masalah apa-apa” ucap tania
*mugi hanya terdiam
“Ngerti kan? Orang banyak yang jelek-jelekin kamu, si Aldi ganteng jadi dia nggak ada masalah dan juga dia nggak banyak tingkah” ucap tania
“Udah Tan, santai aja” ucap naisa
“A-Aku dekat sama dia karena cuma mau dekat sama si Reza, itu doang” ucap mugi
“Oh Reza, emangnya ada apa dengannya?” tanya tania
“Reza siapa?” tanya naisa
“Yang dekat sama Aldi kadang ke kantin bareng” jawab tania
“Oh nggak tau” ucap naisa
*tania menghela nafas
“Nah jadi Reza kenapa?” tanya tania
“A-Aku mau balas kebaikannya juga” ucap mugi dengan gagap
“Yakin cuma itu?” tanya tania lagi
*mugi terdiam
__ADS_1
“Oke dah paham aku” ucap naisa
“Bagus lah kau juga paham”
“Nanti kami bantu, santai aja” ucap tania
“Nggak perlu!” teriak mugi
*naisa dan tania langsung melihat ke arah mugi
“Wah wah ada apa ini?” tanya naisa
“B-bukan begitu, aku tidak mau merepotkan kalian saja” jawab mugi
“Udah santai aja, sesama kawan harus saling membantu” ucap tania
“K-Kalau begitu terimakasih dan p-permisi aku pergi dulu” ucap mugi langsung berdiri
“Ehh, biar kita pergi bersama-sama” teriak tania
“Ayok Nai” ajak tania
*menuju toilet bersama
Di toilet………
“Nai, muka mu kenapa bisa mulus gitu sih?” tanya tania
“Muka? Nggak tau emang dah begini” jawab naisa
“Kalau kamu mugi?” tanya tania
*tania mendekati wajah mugi
“Oh iya iya, masih ada bekasnya” ucap tania
“Iya, tapi muka kamu bersih kok Tan” ucap mugi
“Bersih dari mana? tanya tania
“Bagian ini ada jerawat” menunjuk jerawat yang berada di jidat
“Bagian ini juga ada” menunjuk pipinya
“Mending itu cuma satu-satu” ucap naisa sambil merapikan rambutnya
“Dan juga jerawat kamu tidak berbekas nantinya” ucap mugi
“Tapiii” ucap tania
“Udahlah bersyukur aja” ucap naisa
*bel istirahat ke 2 berakhir berbunyi
“Udah masuk aja” ujar tania
“Ayuk ke kelas” ajak mugi
*menuju ke kelas
Baguslah kalau Tania dan Mugi sudah berteman setidaknya tidak ada permasalahan diantara mereka. Taniapun bukan orang yang kalau ada masalah langsung hajar aja dia lebih tenang dan memikirkannya dulu sama seperti pasangannya walaupun kadang sifatnya kayak anak kecil. Semoga aja pertemanan yang terbuat hari ini akan bertahan sampai lulus, kalau bisa terbentuklah pertemanan yang dimana ada pasangan dari kamipun saling kenal.
__ADS_1
“Eh bentar dulu” ucap tania
“Kenapa?” tanya mugi
“Roti aku ketinggalan di belakang sekolah, yang tadi kita disana”jawab tania
“Ya ampun kebiasaan kali” ucap naisa
“Ya mau gimana lagi, kebawa suasana” ucap tania
“Udah-udah mending kita ambil aja” ujar mugi
“Naisa ni” jawab tania
“Hah?” ucap tania dengan ekspresi bingung
“Udah yok” ucap mugi sambil berlari
*berlari menuju tempat tadi
“Dimana Tan rotinya?” tanya mugi
“Di kursinya ada nggak?” tanya tania balik
“Nggak ada” jawab mugi
“Disamping dindingnya itu ada nggak?” tanya naisa
“Bentar” ucap mugi
*melihat-lihat
“Eh ada ini” ucap mugi menunjukkan rotinya
“Ya ampun, untung ada” ucap tania dengan lega
“Udah kayak kehilangan apa aja” sahut naisa
“Bising lah, duitku udah abis nggak bisa beli makan lagi nanti” ucap tania
*berjalan menuju kelas
“Nggak peduli sih” ucap naisa
“Hah? Apa katamu?” tanya tania langsung melihat kearah naisa
“Kalian kenapa sih? Perasaan tadi baik-baik aja” tanya mugi
“Nggak ada apa-apa, santai aja emang anak ini kayak anak kecil” jawab naisa
“Apaan dah” kata tania
*sampai didepan kelas
*mengetuk pintu
“Permisi pak” ucap mugi sambil membuka pintu
“Dari mana saja kalian? Sudah lewat dari 10 menit ini” teriak pak arif
Selanjutnya.............
__ADS_1