
“Bentar lagi ini reda” ucap arsenio
“Langsung keparkiran ni?” tanya kouta
“Iya, liat barangmu ada yang tinggal nggak?” ucap arsenio
“Lu yang harusnya liat, gw duduk doang dari tadi megang handphone aja nggak ada” jawab kouta
*arsenio hanya diam tak menanggapi
“Aku duluan ya” ucap kouta langsung berjalan
“Emang tau dimana?” sahut arsenio
*kouta berbalik badan
“Hehehe, nggak tau” jawab kouta
“Dasar” gumam arsenio
“Kau bilang apa barusan?! Aku lihat bibir mu ngomong sesuatu tadi” teriak kouta
“Nggak ada” jawab arsenio langsung berjalan melewati kouta
“HA?! Aku lihat kau ngomong dasar kepadaku” ucap kouta langsung menyusul arsenio
*arsenio tertawa tipis
Sampai di parkiran, Arsenio langsung menghidupkan motornya. Tak lama setelah itu dia memberikan helm, aku bertanya-tanya kenapa dia membawa 2 helm sedangkan dia membawa motor untuk dirinya sendiri. Kusimpan semua yang ingin kutanyakan di dalam kepalaku, dia anak yang populer wajar saya dia punya 1 atau 2 cewek yang pulang bareng dia, tapi kan motornya baru saja selesai diperbaiki? Makin dipikirkan makin pusing.
Saat diperjalanan hujan masih saja turun namun hanya rintik-rintiknya saja. Awalnya kupikir begitu sampai pada akhirnya mulai terasa deras
“Kou, pegangan gw bakal ngebut ni” ucap arsenio
“Ha? Kau ngomong apaan?” tanya kouta
“Pegangan an*ir, gw mau ngebut bakal hujan deras lagi ini” teriak arsenio
“Oh” ucap kouta yang langsung memegang bajunya arsenio karena dia tidak tahu harus pegang dimana lagi
*arsenio langsung menambah kecepatan
“Akhirnya sampai juga” ucap kouta dengan lega
Saat sampai didepan halaman rumahku hujan sudah tidak deras lagi, ya begitulah.
“Udah sampai baru reda” ucap arsenio
“Iya juga ya” jawab kouta yang baru sadar
“Turun lagi” ucap arsenio
__ADS_1
“Jangan ngegas juga lah, kaki gw masih gemetar ini” ucap kouta
“Kenapa pulak?” tanya arsenio
“Ini pertama kalinya gw naik motor, pakai hujan deras segala lagi” ucap kouta sambil berusaha menggerakkan kakinya
“Hahahaha, ada pulak cowok yang seperti ini” arsenio tertawa dengan keras
“Berisik lah, udah malam” ucap kouta yang langsung turun dari motor
“Apa perlu tiap pergi sekolah dan pulang kuantarkan?” arsenio menawarkannya kepada kouta sambil turun dari motor dan berjalan ke depan pintu rumah kouta
“Boleh aja” jawab kouta sambil melihat arsenio
“Biar kaki lu nggak gemetar lagi, hahahaha” arsenio melanjutkan ucapannya dengan tertawa dan menunjuk kaki kouta yang sedang gemetar
“Ha?! Pulang lah sana!” suruh kouta sambil mendorong arsenio
“Tidakkah tuan Kouta kasian kepada saya?” tanya arsenio
“Ih, pulang aja sono” ucap kouta
“Pinjami aku baju dulu, baru aku pulang” ucap arsenio
“AHHKKKK”
“Yaudah masuk lah” ucap kouta sambil membuka pintu
“Nggak usah kau ngomong kayak gitu” teriak kouta
“Nah, ganti bajumu sana” suruh kouta sambil memberi bajunya
“Bentar ya” ucap arsenio
*arsenio pergi menuju kamar mandi
“WOI!! BARANGMU BASAH SEMUA KENAPA DITAROK DI SOFA!!”
“GILA YA, KAU TINGGAL DIRUMAH SENDIRIAN KAH? BEGINI SAJA TIDAK TAHU” teriak kouta sambil memindahkannya keluar
“NANTI AKU PINDAHIN” balas arsenio dengan teriak
“KEBURU BANJIR RUMAH GW” teriak kouta
*kouta membereskan semua barang arsenio
Anak itu mengomel-ngomel seperti orangtua saja, hahaha. Aku emang tinggal sendirian sih jadi tiap akhir minggu baru ku bersihkan. Malas aku sebenarnya untuk pulang, tapi mau bagaimana lagi orang-orang itu selalu mengganggu. Ini tidak butuh waktu yang lama, kalian lihat saja nanti.
*arsenio keluar dari kamar mandi
“Oh, sudah rapi?” ucap arsenio
__ADS_1
“Udah” jawab kouta dengan raut wajah marah
“Makasih, tuan” ucap arsenio berjalan mendekati kouta dan menundukkan kepalanya
“Ya udah cepat pulang sana!” ucap kouta
“Baju basahku tolong kantongin, masih dikamar mandi” ucap arsenio berjalan keluar
“Kau kira aku babu mu?! Bereskan sendiri lah” teriak kouta
*arsenio tidak mendengarkan dan langsung mengecek barangnya
“Tch, lihat saja kau besok” ucap kouta langsung menuju kamar mandi
*arsenio mengecek barangnya dan merasa ada yang hilang
“Kotak pensil gw mana?” gumamnya
*melihat kedalam dan ternyata ada di sofa
“Oh” gumamnya sambil senyum tipis
“Kouta, udah belum?” teriak arsenio
“Bentar lah!” teriak kouta dari dalam kamar
*kouta berlari kearah arsenio
“Nah, jaket lu basah jadi gw cuci dulu” ucap kouta sambil memberikan jaketnya dan pakaian arsenio
“Wah, tuan terimakasih” ucap arsenio menerima barang yang dipegang kouta
“Udahkan? Pulang sana!”
“Ini kalau hujan lagi nanti, lu sakit. Emak lu ngomel yang ada” ucap kouta sambil menunjuk dada arsenio
“Tenang saja tuan, jaketnya melindungi saya dari serangan apapun” ucap arsenio sambil tertawa
“Tch”
“Yaudah gw pulang dulu ya, makasih” ucap arsenio langsung menghidupkan motornya
“Hati-hati kena tabok sama hujan!” teriak kouta dari depan pintu rumahnya
“Ngomong apaan kau itu” balas arsenio dengan teriak juga
*arsenio melambaikan tangannya dan kouta membalasnya
*kouta tersadar dengan apa yang dia lakukan
“Gw ngapain astaga” gumamnya
__ADS_1
Selanjutnya...........