
Sampai di rumah Kouta...........
“Masuklah, nggak ada siapa-siapa” ucap kouta
“Orangtua lu kemana?” tanya arsenio
“Belum pulang, kalau pulang pun mungkin balik kerumah sakit” jawab kouta sambil berjalan menuju kamarnya
“Kau udah makan?” tanya arsenio
“Udah tadi pas istirahat” jawab kouta
“Oh ya, mumpung kau lagi disini bantu aku bersih bersih dapur” ujar kouta
Saat mencuci piring........
“Asal kau tahu ya”
“Aku paling tidak suka melihat raut wajah seperti itu, dari tadi pagi sampai sekarang nggak berubah-rubah” ucap kouta
“Aku?” tanya arsenio
“Ya iyalah, siapa lagi?!” teriak kouta
*arsenio menghela nafas
“Raut wajahmu yang seperti itu bakal membuatmu tidak punya seorang pacar asal kau tau itu” ucap kouta yang sedang mencuci gelas
“Hahahaha, begini-gini banyak yang suka kepadaku, hanya kau saja yang tidak tahu” jawab arsenio
“Banyak yang suka kepadamu tapi tidak ada yang cocok denganmu kan?” tanya kouta
“Sudahlah” ucap arsenio
“Mau ikut keluar sebentar nanti?” tanya kouta
“Kemana?” tanya arsenio balik
“Beli makanan, orangtuaku selalu bilang untuk membeli makanan kalau ada teman yang datang kerumah” jawab kouta
“Dari pada aku diam disini lebih baik aku ikut” ucap arsenio
15 menit kemudian.............
“Kau begitu banyak beli es krim ya” sahut arsenio
“Ya biasanya kalau Naisa datang dia selalu ngajak keluar cuma buat beli es krim” ucap kouta
“Oh, kalau gitu lebihkan untuk ku juga” ujar arsenio
“Kau suka es krim juga?” tanya kouta
“Tidak juga, aku tamu dirumahmu jadi tolong belikan” jawab arsenio
“Hah? Kalau ujung-ujungnya nggak dimakan ya jangan dibeli” ucap kouta
“Akan aku makan, belikan saja” ucap arsenio
“Serah kaulah, aku lagi baik saja hari ini” ucap kouta
Di perjalanan pulang………
“Ini masih sore, kau mau keliling keliling dulu nggak?” tanya kouta
__ADS_1
“Kalau sebentar tidak masalah sih” jawab arsenio
“Oke, bentar aja” ucap kouta
“Kau tadi pagi kenapa?” tanya kouta tiba-tiba
“Kapan?” tanya arsenio yang sedang tidak fokus
“Tadi pagi loh di koridor” jawab kouta
“Oh, nggak apa-apa” ucap arsenio
“Raut wajahmu berubah dari biasanya sejak tadi pagi itu loh” ucap kouta
“Karena kau belum dekat denganku jadi kau tak tahu” ucap arsenio
“Oh begitu kah, ku kira karena Naisa tidak datang hari ini” ucapku
“Mungkin juga iya” sahut arsenio
( hah?! Seriusan? )
Sepanjang perjalanan aku tidak banyak berbicara dengan Arsenio. Dia pun tidak banyak bicara seperti sebelumnya. 15 menit kami berjalan, tidak ada hal yang mengganggu sampai akhirnya aku baru sadar kalau tadi kami membeli es krim dan setelah aku pegang es krimnya, ya itu semua sudah mencair.
Sesampainya di rumah Kouta…………
“Bisa-bisanya aku lupa kalau beli es krim tadi” ucap kouta
“Hahahahaha, dah nggak enak di makan lagi tu” sahut arsenio
“Kalau kau nggak mau makan ya udah sih” jawab kouta
“Aku makan aku makan” ucap arsenio sambil tertawa berjalan ke ruang tamu
“Kou, handphone mu barusan getar loh” teriak arsenio
“Lah nggak aku bawa rupanya dari tadi” ucap kouta
*kouta berjalan ke ruang tamu
“Banyak kali miscall nya” ucap kouta
“Dari siapa?” tanya arsenio
“Orangtua” jawab kouta
“Ada ninggalin pesan nggak?” tanya arsenio
“Ada, katanya malam ini mereka bakal lembur jadi kau disuru nginap disini aja, mereka baliknya pagi jadi nanti pagi mereka antarin kesekolah” ucap kouta
“Kau ngasih tau aku kesini?” tanya arsenio
“Iya, aku bilang Naisa nggak bisa datang karena sakit dan aku juga capek mau ke rumah sakit lagi adikku pun juga nolak aku datang, dan kau pun mau datang ke rumahku” jelas kouta
“Oh” kata arsenio
“Ya udah kau mandi aja dulu” ucap kouta
“Baju?” tanya arsenio
“Aku ambilin, mandi aja duluan” jawab kouta
Arsenio pergi menuju ke kamar mandi dan langsung bergegas untuk mandi sedangkan Kouta menuju kamarnya untuk mengambil pakaian untuk Arsenio. Di saat Kouta masuk ke kamarnya dia lupa kalau kamarnya sangat berantakan, sudah dibersihkan tapi bakal berantakan lagi begitulah kamar Kouta. Dia segera membereskan semuanya dan saat dia keluar kamarnya, Arsenio sudah tepat didepan hadapannya. Hanya ditutupi oleh sehelai handuk yang melingkari bagian pinggang sampai bagian pahanya, jikalau ada angin yang berhembus kencang mungkin itu akan terbang sampai melewati dimensi lain.
__ADS_1
“WOI!” ucap kouta dengan menatap lantai yang becek
“Hm? Baju gw mana?” tanya arsenio
“SEPANJANG JALAN INI LANTAINYA BECEK NGGAK MIKIR APA YA?!” teriak kouta
“Baju gw mana dari tadi gw dah teriak?!” tanya arsenio
“Sabarlah aku lagi nyari celana yang lebih panjang, kau itu tinggi nanti jadi gantung semua kalau aku kasih yang pas sama aku”
“Kalau emang mau keluar kan bisa keringin dulu pakai handukmu, pakailah otakmu” teriak kouta sambil memberikan bajunya kepada arsenio
“Kau seperti perempuan jadinya kalau cerewet begitu” ucap arsenio
“HAH?! INTINYA ABIS KAU PAKAI BAJU, PEL INI SEMUA” teriak kouta yang langsung pergi menuju kamar mandi
“Bentar aku pakai baju di kamar mandi dulu woi!” teriak arsenio
“Cari tempat lain sana!” teriak kouta
“Kalau begitu di kamar dia saja” gumam arsenio”
Saat Kouta mandi Arsenio sedang mengepel lantai yang dia buat becek tadi, dia berfikir untuk mengepel lantainya terlebih dahulu dari pada si Kouta tidak sadar dan terpeleset nantinya jadi dia mengurungkan niatnya untuk memakai baju. Kouta sudah mau selesai mandi Arsenio baru mau memakai pakaiannya, di kamar Kouta Arsenio langsung memakai bajunya dan ternyata bajunya kesempitan dia terpaksa tidak memakainya. Arsenio tidur-tiduran di kasur Kouta sambil memaikan handphonenya hingga dia tak sadar kalau Kouta sudah berdiri di depan pintunya.
“Kau belum pakai bajunya lagi?!” teriak kouta
“Bajunya sempit, jangan marah marah dulu” jawab arsenio yang langsung duduk
“Oh, padahal itu yang paling besar” ucap kouta
“Cepat kali berubah moodnya” gumam arsenio
“Ya udah, mending lu keluar dulu dari sini biar ku carikan baju yang gedean” ucap kouta
“Gw dah ngantuk, tidur aja lagi dah kagak usah dicari” ucap arsenio
“Lu masuk angin mampus dah sana” ucap kouta
“Di rumah gw dah biasa nggak pake baju kalau tidur” ucap arsenio
“Ya udah, aku mau makan dulu” ucap kouta meninggalkan arsenio
2 jam kemudian di ruang tamu..........
“Woi, buku lu buat besok gimana?” teriak kouta
*mematikan tv
*mengunci pintu dan mematikan semua lampu
*menuju kamar
*CEKLEK
“Untung kalau tidur dia matiin lampu juga, mending aku tidur juga" gumam kouta
*kouta naik ke atas kasur
“Geser dikit napa!” ucap kouta
( mari kita tidur )
Selanjutnya..............
__ADS_1