Pertemanan, Perbedaan, Dan Percintaan

Pertemanan, Perbedaan, Dan Percintaan
28. Luar Kota


__ADS_3

"Mau makan diluar nggak?" tanya Arsenio


"Nggak usah langsung pulang aja, aku udah capek" jawab Kouta


"Kau belum makan sama sekali kan tadi siang?" tanya Arsenio


"Iya emang benar aku belum makan, tapi mau gimana pun kau tau rasanya kan? Saat capek tak ingin makan?" ucap Kouta


*arsenio hanya terdiam


"Kalau begitu cepat antarkan aku pulang" ucap Kouta


"Iya iya" jawab Arsenio


Selama perjalanan ia mengantarku pulang, tidak ada terjadi percakapan sama sekali. Terkadang dia hanya melihat orang jualan seakan "Pengen kubeli tapi nggak enak ada yang nunggu". Sebenarnya tidak masalah kalau dia pengen beli, bisa berhenti sebentar. Dan begitu saja hingga akhrinya sampai dirumahku.


"Makasih udah antarin pulang, kalau gitu duluan" ucap Kouta langsung meninggalkan Arsenio dan langsung masuk ke dalam rumah.


"Iya,  jangan lupa makan!" teriak Arsenio


Hahh, aku nggak tau apa yang terjadi padanya, apa terlalu lama kah dia menunggu? Ini membuatku frustasi hanya memikirkannya. Menunggu itu memang tidak enak sepertinya. Tapi untuk apa aku berkata "Frustasi?" sesama teman ini sudah biasa terjadi bukan? Hahhh.....


Keesokan harinya............


"Ayolah, maaf" ucap Arsenio


"Udah kubilang nggak masalah gila*" balas Kouta


"Tapi semalam kau nggak kayak biasanya" ucap Arsenio


"Semalam?" tanya Kouta


"Iya njir, biasanya kau doain aku kena masalah dijalan" jawab Arsenio


"Huh? Iyakah?" tanya Kouta lagi


"Tapi udahlah semalam tuh kecapekan doang, laper juga" ucap Kouta


"Ku ajak makan nggak mau" ucap Arsenio


"Intinya dah biarl

__ADS_1


ah berlalu yang semalam itu nggak usah lihat kebelakang lagi" ucap Kouta


*arsenio terdiam sejenak


"Kalau gitu nanti aku antar pulang lagi" ucap Arsenio


"Oke oke" jawab Kouta


"Nggak ada yang mau diomongin lagi kan?" tanya Kouta


"Oh nggak ada, emang kenapa?" tanya Arsenio balik


"Aku mau main voli dari tadi udah nggak sabar gara-gara ndengerin kau ngomong" jawab Kouta


"We, aku cuma mau minta maaf karena ngerasa bersalah" ucap Arssenio


"Ya ya" jawab Kouta yang langsung meninggalkan Arsenio


Aku paling malas saat ada orang yang menggagu waktuku untuk bermain voli karena hanya ini hobi ku satu-satunya, ya sudahlah dia orang yang baik terkadang kepadaku. Saatnya aku bermain.......


Sorepun tiba........


"Kou, jadi pulang bareng kan?" tanya Arsenio


"Langsung keparkiran aja nanti!" teriak Arsenio


*kouta sibuk dengan volinya


...-------------------------------------------...


"Maaf nunggu lama!" teriak Kouta sambil menghampiri Arsenio


"Nggak selama kau nunggu kemaren" ucap Arsenio


"Dah cepat naik ntar macet kayak kemaren" ucap Arsenio sambil memakai helm


*kouta naik ke motor


"Oh ya, nanti makan dirumah gw dulu ya" ucap Kouta


"Kenapa?" tanya Arsenio

__ADS_1


"Disuru" jawab Kouta


"Okelah" ucap Arsenio


Saat sampai dirumah Kouta.......


"Arsenio, kamu makan malam disini saja" ucap Mama Kouta


"Baik tan" jawab Arsenio


Sepanjang waktu makan malam tidak ada yang berbicara satu pun dan tiba-tiba.........


"Kou, bulan depan ikut ayah kerja diluar kota!" ucap Ayah Kouta


"Kenapa tiba-tiba?" tanya Kouta


"Ujianku gimana?" tanya Kouta lagi


"Jarang-jarang anak cowok memiikiran ujiannya" ucap Ayah Kouta


"Dia sudah SMA wajar saja sayang" ucap Mama Kouta


( bukan masalah ujian sih, aku baru saja menikmati hari sekolahku ini kenapa harus sudah pergi )


*ucap kouta dalam hatinya


"Kou, kau serius ngomong gitu?" tanya Arsenio sambil tertawa


"Woi!" teriak Kotuta


"Hahahaha sudah-sudah kalian berdua" ucap Mama Kouta


"Kak, kali ini kau yang pergi aku sudah capek 2 tahun belakangan ini ikut ayah" ucap Sera (adik Kouta)


"Iya iya" jawab Kouta


"Intinya begitu  dan kau mungkin akan ujian susulan saja" ucap ayah Kouta


*kouta menghela nafas


"Tenang saja nanti aku bantu" sahut Arsenio

__ADS_1


"NGGAK BUTUH, TERIMAKASIH" tegas Kouta


Selanjutnya...................


__ADS_2