
“Woi, yang lagi jalan berdua!” teriak seseorang
Kami berdua hanya cuek tidak menanggapi, karna kami tidak tahu siapa yang dipanngilnya. Saat itu aku dan Naisa sedang ngobrol-ngobrol, karena aula dekat dengan kantin suaranya pun tidak terlalu jelas karena dikantin sangat ribut.Tanpa kami sadari yang memanggil tadi sudah ada di belakang kami, dia langsung memegang pundak ku dengan tangannya yang besar.
“We” panggilnya
“Ha?” kata ku sambil menghadap belakang, saat melihat ke belakang aku benar benar kaget karena dia adalah orang yang tadi pagi membayari minuman ku
“Uang kau jatuh di tangga tadi” katanya
“Oh, makasih” jawab ku
“Ga ngomong apa apa lagi?” tanya dia
“Ha? Oh makasi buat tadi pagi bang” jawab ku
“Gw masi kelas 10, tinggi doang aja” kata dia
“Oh ya udah, gw mau ke aula dulu” kata ku sambil pergi menuju aula
Saat itu Naisa hanya diam dan melihat saja, ntah mengapa tadi saat diajak bicara dengannya aku seperti malas menanggapinya. Saat sampai di aula benar benar berisik, Naisa sampai sudah tidak niat main lagi tapi mau gimana lagi sudah sampai disini juga.
“Nai, maen bentaran aja ya 1 jam-an” kata ku
“Yaudah, abis 30 menit istirahat dulu ya” kata Naisa
“Iya iya selo aja” jawab ku
__ADS_1
Ini sudah lama sejak aku dan Naisa tanding waktu SMP, itu benar benar saat saat semangatnya kami .
“We maen yang baek baek lah!” teriak Naisa
“Iya iya bentar, 10 menit maen nanti jadi biasa lagi” jawab Kouta
“Capek bo**t aku maennya kalau lambung terus” kata Naisa
Hwaa…… Omongan Naisa kalau udah kayak gitu terus dibalas pasti jadi cerewet ntar, sangat menyusahkan. Ntah sejak kapan dia mulai seperti itu.
30 menit telah berlalu..............
“Kou, mau minum?” tanya Naisa
“Boleh” jawab Kouta
Saat Naisa sedang di kantin:
“Bu, aqoa dingin 2” kata aku
*tidak baik meminum air dingin setelah olahraga
“10 ribu saja nak” kata ibu yang jualan minuman
“Ini bu duitnya” kata ku sambil memberi uangnya
“Makasih nak” kata si ibu
__ADS_1
“Iya bu sama sama” jawab ku
Dingin kali ni minuman, agak lama ajalah aku jalannya. Banyak juga orang dikantin padahal disuru di dalam kelas aja, mungkin pada keluar seenaknya aja kali. Saat aku sedang melihat lihat aku tidak sengaja menyenggol seseorang:
“Ah sorry ga sengaja” kata ku
“Eh tidak, aku yang harusnya minta maaf” kata orang yang tidak sengaja aku senggol
“Tidak-tidak, aku yang salah karena nggak liat liat jalan” kata ku
“Tidak, bukan kam-“ kata dia
Omongannya yang belum selesai ku potong karena aku merasa dia anak yang pemalu terus pendiam gitu, bakal lama kalau dia yang minta maaf terus. Aku langsung menariknya keluar kantin dan berbicara padanya bahwa aku yang salah dan itu benar benar susah karena dia minta maaf terus. Minuman yang ku beli pun sampai sudah tidak dingin lagi. Dia langsung pergi memasuki kantin lagi dan aku pun menuju ke aula.
“Kouta, nah sorry ga dingin lagi” kata ku sambil memberi minumannya
“Ya gapapa, dari mana aja tadi nai?” tanya Kouta
“Ga sengaja tabrak orang tadi, katanya dia anak kelas kita juga” jawab ku
“Cewek apa Cowok?” tanya Kouta
“Cewek, mau lanjut main atau giman kou?” kata ku
“Balek ke kelas aja yok, takut ntar ketemu sama abang kelas tadi pagi” jawab Kouta
“Yaudah” kata ku
__ADS_1
Selanjutnya..............