Pertemanan, Perbedaan, Dan Percintaan

Pertemanan, Perbedaan, Dan Percintaan
18. Oprasi


__ADS_3

Hari ini, Naisa berkata akan berkunjung lagi namun kedatangannya akan sedikit telat dikarenakan dia harus mengikuti ekstrakulikulernya. Tidak ada masalah dengan itu aku lega hanya karena ada yang datang saja, walaupun aku harus disini sampai besok setelah itu bergantian dengan orangtuaku. Hari senin aku sudah bisa berada disekolah lagi karena orangtuaku mengambil hari kerja lebih di hari ini dan besok.


Setelah beberapa jam aku menunggu Naisa datang akhirnya tiba. Dia tiba saat waktu hampir malam, aku menyuruhnya untuk menginap saja malam ini tapi dia menolak. Aku sudah memberitahu Naisa adikku akan di oprasi malam ini juga sekitar pukul 20.30 dan mungkin orangtuaku juga bisa datang walaupun pukul 21.30 baru sampai disini.


Saat adikku mulai di oprasi entah mengapa aku tidak tenang, ini hanya oprasi di kaki tapi kenapa aku begitu tidak tenang, Naisa menyadari akan ketidaktenanganku.


“Doa aja moga lancar semuanya” ucap naisa


“Iya, tapi kenapa aku ngerasa nggak tenang kali” jawab kouta


“Pertama kali mungkin” ucap naisa


“Iya, karena lu belum ngerasain sebelumnya”


********************************************


Sebelum adik Kouta di oprasi, arsenio menelfon Naisa dan berkata dia bisa datang hari ini namun tidak lama. Dia izin keluar sebentar untuk membeli makanan saja, aku berfikir kenapa anak ini sampai begitunya. Dia berkata akan tiba dalam 20 menit aku menyuruhnya untuk hati-hati dijalan dikarenakan sudah malam.


15 menit telah berlalu


*ditelfon


“Nai, lu dimananya?” tanya arsenio


“Udah sampai?” tanya naisa balik


“Udah, aku langsung kesana aja ya” ucap arsenio


“Iya, bentar lagi adikknya mau masuk ke ruang oprasinya” ucap naisa


“Iya, bentar” ucap arsenio langsung mematikan telfon


Beberapa menit kemudian…………


*di depan ruang oprasi


“Nai!” panggil arsenio

__ADS_1


“Cepat juga” ucap naisa


*kouta menoleh ke arah naisa


“Lah kok ada lu disini?” tanya kouta yang kaget


“Panjang ceritanya” ucap naisa


“Kou, lu nggak apa-apa?” tanya arsenio


“Nggak, Nggak apa-apa” jawab kouta


“Permisi untuk pihak keluarga, pasien akan memulai oprasinya jadi tolong jangan terlalu ribut dan harap tunggu didepan saja” ucap dokter


“Jangan takut ya” ucap kouta


“Kau yang takut bang, tenang saja ini hanya kaki” ucap adik kouta


*pintu ruangan tertutup


*********************************************


“Bising lah, mending kau diam” ucap kouta


*arsenio hanya terdiam


Oprasi telah berjalan 1 jam lebih tiba-tiba orangtuaku datang sambil berlari


“Udah masuk?” tanya mama kouta


“Udah, dari tadi” jawab kouta


“Nai, kamu disini juga?” tanya ayah kouta


“Iya, nemenin aja” jawab naisa


“Yang satu lagi ini siapa?” tanya ayah kouta mengarah ke arsenio

__ADS_1


*arsenio yang sedang duduk seperti seseorang merenung karena dimarahi


*arsenio menyadari ada yang melihatnya


“Oh, nama saya Arsenio kawannya Kouta” jawab arsenio


“Oh begitu, makasih udah nemenin Kouta ya” ucap mama kouta


“Tidak masalah, Tan” ucap naisa


*arsenio hanya mengangguk


“Kalian mau makan nggak?” tanya ayah kouta


“Kalau saya tidak Om, terimakasih” jawab arsenio


“Naisa juga nggak” jawab naisa


“Ya udah kalau nggak mau” ucap ayah kouta


“Sayang!” ucap mama kouta


“Hahaha, bercanda saja” ucap ayah kouta


“Bagaimana kalau kalian mala mini menginap disini saja?” tanya mama kouta


“Nai nggak bisa, tadi udah janji pulang mala mini” jawab naisa


“Saya juga tidak bisa, maaf Tan” jawab arsenio


“Saya hanya izin keluar buat beli makan saja”


“Rela berbohong kamu ya, ada apa ini?” tanya mama kouta penasaran


“Hahahaa, nggak ada ap-“ jawab arsenio terpotong


“Kalian, bisa diam dulu nggak?” tanya kouta yang terganggu karena kebisingan

__ADS_1


*semuanya terdiam


Selanjutnya...........


__ADS_2