Pertemanan, Perbedaan, Dan Percintaan

Pertemanan, Perbedaan, Dan Percintaan
15. Rumah Sakit


__ADS_3

Aku tidak tau kenapa aku begitu kesal dengan Om-Om tadi, hah ini benar-benar mengingatkan masa lalu. Mungkin kelihatan kekanak-kanakan dimata orang kali ya, setidaknya aku sudah ngerasa bisa ngendaliin emosi kali ini. Kuharap Kouta bisa masuk besok aku ingin cerita kepadanya, begitu lemahnya perempuan satu ini.


Setelah keluar dari toko tadi kami langsung mencari toko baru karena waktu sudah malam dan besok masih harus sekolah lagi. Hanya sebentar mencari toko baru namun memilih kemeja yang pasnya lama, menghabiskan begitu banyak waktu. Kulihat jamku sudah menunjukkan pukul 21.15, aku juga buru-buru memilih kemeja yang mana yang kuinginkan. Hingga akhirnya pukul 21.45 selesai memilih kemeja, Mall pun akan tutup pada pukul 22.15 bisa-bisanya tania dan mugi masih ingin membeli makanan, walaupun begitu tetap sempat untuk kami keluar dari Mall dan berakhir pulang kerumah masing-masing.


Sampai dirumah, aku langsung menuju kamar untuk menaruh tas dan barang-barang belanja tadi setelah itu aku menuju dapur untuk meletakkan makanan yang kubeli tadi diatas meja makan. Seperti biasa rumah ini setelah pukul 21.00 selalu sepi, keluarga ini baik-baik saja dulu tapi aku tidak tau kenapa jadi begini sekarang, ini terjadi ketika ayah lebih lama bekerja. Baiklah mending aku mandi saja sekarang setelah itu pergi mengerjakan tugas dan tidur.


Waktu menunjukkan pukul 12.10 ini waktunya aku tidur sekarang, hari ini begitu capek sampai aku belum melihat handphoneku sama sekali. Mungkin, baru 1 jam aku tidur namun mengapa begitu berisik, handphone siapa ini yang berbunyi sangat menggangguku. Seperti sudah pagi tapi tidak ada cahaya matahari yang menembus ke kamarku biasanya aku merasakannya, itu yang kupikirkan selagi mataku tertutup dan ketika membuka mataku ternyata handphoneku yang berdering.


“Siapalah yang nelfon, nggak ngeliat jam kah” gumam ku


*naisa mengangkat telfon


“Ya? Dengan siapa?” tanyaku


“Ini Kouta” jawabnya


“Hah? Kenapa malam-malam? Galau lagi?” tanyaku


“Adikku masuk rumah sakit” jawab kouta


“Lah kenapa? Kok bisa?” tanyaku

__ADS_1


“Jatuh dari tangga, dia mau ke dapur tadi” jawab kouta


“Jadi gimana dia sekarang?” tanyaku


“Lagi diperiksa kakinya tadi sempat pingsan juga sih cua udah siuman” ucap kouta


“Baguslah kalau udah siuman” ucap naisa


“Mamak sama Bapak mu ada disana?” tanyaku


“Nggak ada” jawab kouta


“Nggak usah woi udah tengah malam gini, gila lu ya” teriak kouta


“Tadi mereka pulang buat ganti baju, sama ngambil baju karena dikira mungkin adikku bakal lama disini” ucap kouta


“Oh gitu, bilang dong” ucap naisa


“Terus kenapa nelfon, nggak mungkin lu cuma mau bilang gitu kan?” tanya naisa


“Izinin besok ya, takut ntar aku chat baru besok pas balek lu buka” jawab kouta

__ADS_1


“Tau aja lu” ucap naisa sambil tertawa


“Emang udah kebiasaan anda” ucap kouta


“Ya udah jaga kesehatan juga lu, jangan karena adek lu sakit elu nya juga ikutan” ucap naisa


“Iya iya santai aja, gw bukan abang yang maniak sama adek” ucap kouta


“Anjay sisi cowoknya keluar” ledek naisa


“Bising lu” ucap kouta


“Ya udah aku mau tidur dulu, besok aku kesana ya” ucap naisa


“Ya, malam” ucap kouta


*klik


*panggilan berakhir


Selanjutnya..............

__ADS_1


__ADS_2