
Keesokan paginya……………
“Kou bangun lu!” ucap arsenio
“Jam berapa?” tanya kouta yang masih balik sana balik sini
“Udah jam 6, mandi sono!” ucap arsenio
“Duluan lah” ucap kouta
“Gw dah mandi dari tadi” ucap arsenio
“Baju lu dah keringkan?” tanya kouta yang lagi tidur langsung berbalik ke arah arsenio
“Udah gw pakai ini, buka mata lu dah” ucap arsenio
*kouta membuka matanya
“Ya udah bentar lagi aku mandi” ucap kouta
“10 menit gw tunggu, telat gw salahin lu”
“Iya iya” jawab kouta
Sembari menunggu Kouta bangun Arsenio membuat sarapan didapur hanya roti doang sih. Beberapa menit kemudian, ada suara ketukan pintu dan itu munculnya dari depan, Arsenio langsung bergegas membukakan pintunya dan ternyata itu Orangtuanya Kouta. Setelah menyambut mereka Arsenio langsung membangunkan Kouta lagi yang malah kepulasan tidur.
Setelah membutuhkan waktu yang lama untuk membangunkan Kouta berakhir dengan ibunya yang membangunkannya. Tidak banyak percakapan diantara Kouta dan kedua orangtuanya, haya ketika ditanya saja baru menjawab. Ku pikir dengan orangtuanya menelfon dia berkali-kali hubungan mereka bisa dibilang dekat, ternyata tidak. Padahal ketika SMP orangtuanya begitu perhatian kepadanya, cukup dekat untuk hubungan antara orangtua dan anak.
“Kalian pulang jam berapa nanti?” tanya ayah kouta
“Niatnya saya ingin jenguk adiknya Kouta, Om” jawab arsenio
“Boleh saja kalau untuk Om tapi Koutanya gimana?” ucap ayah kouta
“Semalam katanya tidak masalah kalau mau datang” ucap arsenio
“Oh baguslah”
“Sayang, kamu pulang jam berapa nanti?” tanya ibu kouta
“Hari ini aku pulang sore, sekitar pukul 17.00” jawab ayah kouta
“Kalau gitu kamu saja yang pegang mobilnya, aku pulang sedikit larut hari ini” ucap ibu kouta
“Akan kujemput nanti” ucap aya kouta yang sedikit melajukan kendaraanya
Beberapa menit kemudian……………
“Kou, nanti ketika kamu sampai disana tolong bawa sedikit baju adikmu pulang ya” ucap ibu kouta
“Ya, tapi aku tidak membawa banyak karena aku juga belum tau pulang bakal naik apa nantinya” jawab kouta
“Tidak masalah” ucap ibu kouta
Mereka pun tiba disekolah dengan tepat waktu, walaupun tepat waktu mereka harus tetap berlari menuju kelas. Saat sampai didepan kelas, Kouta terpeleset dan langsung ditolong Arsenio. Rasa malu pun tiba-tiba muncul bukan karena ditolong oleh seorang lelaki namun karena pintu kelasnya terbuka lebar dan semua orang dikelas itu tertuju kepadanya. Kouta hanya tertawa saja untuk menutupi rasa malunya, dia malu karena selama ini dia berlagak keren dihadapan perempuan dan tiba-tiba terjatuh didepan mereka juga.
“Kau, kalau lari pun yang betul lah” ucap arsenio
“Mending tolongin dari pada kau ngoceh” ucap kouta
__ADS_1
*arsenio membantunya berdiri
“Makasih” ucap kouta dengan jutek
“Apa-apaan itu, ya udah gw duluan” ucap arsenio meninggalkan kouta
*kouta merapikan pakaiannya
“Pagi bu, maaf saya sedikit telat” ucap kouta memasuki kelas
*bu guru hanya terdiam
“Bu, kenapa?” tanya kouta
“Tidak apa-apa, silahkan masuk” ucap bu guru
Pelajaran pun dimulai, diawal-awal pelajaran masih banyak yang belum fokus karena kejadian Kouta terjatuh. Hari ini Naisa sudah masuk tapi saat aku masuk tadi dia masih meletakkan kepalanya di atas meja, aku tidak tau itu karena dia masih sakit atau malas belajar. Di tengah-tengah pengajaran, Aku dan Aldi dipanggil untuk ke kantor saat sampai aku diberitahu beberapa hal untuk kegiatan minggu depan.
Dikanti saat jam istirahat………
“Kenapa tadi?” tanya tania
“Ada kegiatan buat minggu depan” jawab aldi
“Eh? Seriusan?” tanya tania bersemangat
“Iya, seharian” jawab aldi
“YES!!!” teriak tania
“Kau yes-yes, kami yang sibuk” sahut kouta
“Makasih ya” ucap aldi mengelus kepala tania
“Hahhh” suara eluhan dari naisa
“Bersuara juga akhirnya” ucap kouta
“Kamu kenapa, Nai?” tanya mugi memegang badan naisa
“Ngantuk paling” ucap kouta
*naisa mengajukan jempol
“Aku kira kamu masih sakit” ucap mugi
*naisa melambaikan tangannya
“Oh ya, sepulang sekolah mau jenguk adiknya Kouta nggak?” tanya tania
“Gw kesana nanti sama Kouta” ucap arsenio tiba-tiba datang ke meja mereka
“Nai, kenapa?” tanya arsenio
“Ngantuk” jawab kouta
“Kalau gitu nanti kami ikut boleh?” tanya tania kepada kouta
“Nggak masalah” jawab arsenio
__ADS_1
“Maaf, hari ini aku harus pulang duluan” ucap mugi
“Tidak masalah, kita juga punya kesibukan masing-masing lagian aku tiba-tiba juga mengajaknya” ucap tania
“Besok adikku sudah pulang, dia juga nggak sakit-sakit kali yakin kalian tetap mau datang?” tanya kouta
“Iyap” jawab tania
“Aku ikut tania” ucap aldi
“Serah dah”
Akhirnya kami semua makan bersama dikantin di satu meja yang sama. Saat Arsenio mau duduk disamping Kouta, Naisa langsung berkata
“Samping Tania aja sana, ntar jadi sempit disini” ucap naisa
“Bentar” ucap aldi
*aldi berdiri
“Nia, geser” ucap aldi
*tania bergeser
*aldi duduk ditempat awal tania duduk
“Dah duduklah” ucap aldi kepada arsenio
“Wahh, nggak bakal direbut itu” sahut naisa
Waktu istirahat sudah selesai. Kouta hari ini terlihat agak aneh, tidak mungkin dia begitu tidak ingin adiknya dilihat sama kawan-kawannya kan. Aku ingin pulang dan tidur hari ini, 3 jam pelajaran yang sama pasti akan membuatmu mengantuk apalagi ini menjelang siang. Dan yang pasti setelah lewat pukul 12.30 aku pasti akan mudah tertidur.
Kemarin saat aku tidak masuk, pasti banyak hal yang terjadi. Aku dirumah hanya tiduran dan makan, sorenya aku baru bisa memainkan handphoneku lagi. Niatnya hari ini aku akan pulang cepat tapi si Tania ngajakin jenguk adiknya Kouta, aku sudah beberapa kali kesana jadi sedikit bosan. Dan adiknya bukan tipe orang yang suka banyak ngunjungin dia.
Setelah beberapa jam didalam kelas akhirnya istirahat kedua pun datang. Kami pergi ke kantin lagi dan mengobrol bebrapa hal tentang Arsenio, dikarenakan istirahat kedua lebih lama aku merasa lebih puas. Hanya 30 menit-an saja kami di kantin, sisanya kami semua mencar. Waktu berlalu cepat sejak pukul 14.00, 2 jam kemudian pelajaran untuk hari ini selesai.
Saat pulang sekolah……………
“Kalian duluan saja” ucap arsenio
“Kau mau kemana?” tanya kouta
“Ngambil motor dibengkel dulu” jawab arsenio
“Oh, hati-hati” ucap kouta
“Ya”
“Naisa, kau yakin ikut?” tanya tania
“Iya, udah puas aku tidur tadi” jawab
“Kalau begitu, ayok kita pergi” teriak tania
“Jangan teriak-teriak, Nia” ucap aldi
Selama di perjalanan menuju rumah sakit, hanya Tania yang banyak bicara. Aldi yang setia mendengarkannya, Kouta sibuk memainkan handphonenya sedangkan aku hanya melihat sepanjang jalan. Ini sudah sangat sore yang pasti kami bakal balik malam semua. Di perjalanan menuju rumah sakit kami terkena macet yang panjang yang membuat kami sedikit lama sampai disana, jadi kami menyuruh Arsenio untuk langsung ke kamar adiknya Kouta saja.
Selanjutnya............
__ADS_1