PESUGIHAN GAUN PENGANTIN

PESUGIHAN GAUN PENGANTIN
Bab 11


__ADS_3

Tini buru-buru membereskan barang-barangnya dari lokernya.


"Sepertinya ada yang tak beres di sini, sebaiknya aku pergi dari sini sebelum sesuatu terjadi," gumam gadis itu.


Baru saja ia akan melangkah pergi, Arga sudah berdiri di depan pantry. Tentu saja hal itu membuat Tini begitu kaget.


"Pak Arga, ada perlu apa anda datang ke sini, apa ada yang bisa saya bantu?" tanya Tini


"Apa kau bisa menemani ku belanja, kebetulan ada temanku yang berulang tahun dan aku bingung mencari hadiah yang cocok untuknya," jawab Arga


Tini tampak menimbang permintaan atasannya tersebut.


"Temennya cewek apa cowok?" tanya Tini


"Cewek,"


"Kalau begitu beli tas aja atau aksesoris," jawab Tini


"Kalau begitu ayo temani aku membeli barang-barang itu," ajak Arga


Tini mengangguk setuju dan berjalan mengikuti pria itu.


Setibanya di lobby, Arga mempersilakan Tini masuk ke mobilnya dan iapun duduk di sampingnya.


"Maaf ya kalau merepotkan kamu," tutur pria itu sembari memasang save beltnya


"Iya pak, gak papa," jawab Tini


Arga membawa Gadis itu ke sebuah Mall. Ia kemudian menuju ke sebuah gerai Tas mahal dan meminta Tini memilih tas yang bagus untuk kado ulang tahun sahabatnya.


Tini kemudian merekomendasikan sebuah Tas kecil berwarna coklat kepada Arga.


"Tidak salah aku mengajakmu untuk membelikan hadiah untuk temanku, pilihan kamu keren. Terimakasih ya Tin," tutur Arga begitu senang dengan tas pilihan Tini


"Sama-sama Pak," jawab Tini


Selesai membeli Tas, lelaki itu kemudian mengajak Tini makan siang di sana.


Awalnya Tini menolak namun Arga terus memaksanya hingga iapun terpaksa mengiyakan ajakan pria itu.


"Kalau boleh tahu malam ini kamu ada acara atau tidak?" tanya Arga


"Gak ada sih pak, memangnya ada apa?" tanya Tini sedikit penasaran


"Kalau kamu gak keberatan aku ingin memintamu menemaniku ke acara ulang tahun sahabat ku," jawab Arga penuh harap


Seketika Tini merasa haus dia menghabiskan minumannya untuk menghilangkan rasa gugupnya.


Antara bahagia dan sedih, keduanya berkecamuk dalam benak gadis itu.

__ADS_1


Bahagia karena Tini memang menyukai Pak Arga yang ramah dan santun, namun ia juga sedih karena Arga akan menjadi tumbal pesugihannya.


"Kenapa aku pak, bukankah banyak karyawan lain yang bisa menemani bapak ke sana," jawab Tini


"Entahlah aku juga tidak tahu kenapa aku memilih mu. Tapi yang jelas aku suka sekali dengan sikap kamu yang sopan, suka menolong dan juga ramah. Mungkin hal itu yang membuat aku suka padamu," jawan Arga seketika membuat Tini tersipu-sipu.


Selesai makan Arga mengajak Tini ke sebuah butik. Ia berencana membelikan sebuah gaun untuk Tini.


Ia memilih beberapa gaun dan meminta Tini untuk mencobanya.


Gadis itu terlihat begitu cantik meski hanya memakai gaun hitam sederhana.


Namun pilihan Arga jatuh pada gaun warna merah yang membuat aura kecantikan Tini semakin terpancar.


"Kamu cantik sekali dengan gaun itu Tin," puji Arga


"Terimakasih Pak," jawab Tini tersipu-sipu


Arga tersenyum saat melihat Tini yang semakin manis saat tersenyum.


"Kalau kita berdua seperti ini jangan panggil Bapak, panggil saja Arga biar lebih akrab,"


"Baik Pak, eh Arga," sahut Tini


Arga kemudian membayar gaun dan semua aksesorisnya dan memberikannya kepada Tini.


"Baik," jawab Tini mengangguk


Arga kemudian mengajak gadis itu kembali ke kantor setelah Semuanya selesai.


Setelah menempuh perjalanan selama satu jam keduanya pun tiba di sebuah lobby Kantor.


Semua mata terlihat menatap keduanya saat mereka memasuki lobby.


Hampir semua karyawan tampak melihat sinis kearah Tini.


Tini yang merasa Canggung segera meletakan semau belanjaan Arga diruang kerjanya dan iapun kembali ke pantry untuk bekerja lagu.


Ia kemudian membersihkan ruang rapat dan segera bersiap-siap untuk pulang karena jam kerjanya sudah selesai.


Wanita itu segera bergegas pulang setelah memastikan semua pekerjaannya selesai.


Ia buru-buru menuju halte Bus agar tidak ketinggalan Bus pertama. Namun setibanya di halte ia terkejut saat melihat Candra tengah duduk di sana sambil memainkan ponselnya.


Apa yang dia lakukan disini, tumben amat dia mau naik busway. Memangnya kemana mobilnya,


Gumam Tini.


Sebuah bus Transjakarta berhenti di depannya membuat ia segera naik begitupun dengan Candra

__ADS_1


Tini semakin terkejut saat pria itu memilih duduk di sampingnya padahal masih banyak kursi lain yang kosong.


"Sebaiknya jangan menerima ajakan Mas Arga jika kamu tak bisa menanggung resikonya," ucap Candra seolah menyindirnya


"Kalau kau begitu takut aku mengganggunya kenapa kau tidak katakan saja siapa aku kepada Pak Arga. Jangan pernah mengalahkan aku saja karena semuanya bukan murni kesalahan ku," jawan Tini


Entah kenapa wanita itu seakan memiliki keberanian untuk menjawab ucapan Candra yang cenderung memojokkannya.


"Cih, sekarang kau sudah berani melawanku rupanya, memang Iblis selalu merasa jika dirinya selalu benar dan me. Aku sudah tak heran mendengarnya," jawab Candra


Tini segera duduk untuk menjauh dari Candra. Namun baru saja ia akan duduk, Candra sudah mendahuluinya.


Tini menggerutu dengan sikap pria itu.


"Dasar menyebalkan, kenapa bisa ada cowok kaya dia," ucapnya kesal.


Tiba-tiba kereta berhenti membuat Tini terpelanting dan hampir jatuh. Beruntung Candra langsung menariknya dan menahan tubuh gadis itu.


"Sebaiknya kamu saja yang duduk," ujar Arga tak menatap wanita itu


Tini segera duduk san menutup wajahnya dengan sapu tangan.


Candra meninggalkan sebuah mawar merah sebelum ia turun membuat Tini terbangun.


"Astaga hampir saja aku kebablasan, btw siapa yang ngasih mawar merah ini??" ucap Tini penasaran Setibanya di kosan ia segera mandi dan keluar untuk membeli makanan.


Saat kembali ke kosan ia melihat Arga sudah berdiri di depan pintu kosannya.


"Pak Arga??" ucap gadis itu terkejut


"Bagaimana anda bisa tahu kosan saya?" tanya gadis itu begitu penasaran


"Oh itu tentu saja aku mengetahuinya dari cv yang kamu kirim ke perusahaan kami." jawab Arga


"Oh begitu, terus Bapak datang ke sini kenapa?" tanya Tini


"Aku ingin mengajak mu ke pesta ulang tahun temanku. Bukankah kau sudah menyetujuinya, makanya aku datang kesini," jawab Arga membuat Tini semakin kesal.


Sepertinya ia sengaja membuntuti ku,


"Baiklah kalau begitu tunggu sebentar karena aku mau ganti baju dulu," jawab Tini


Ia segera keluar menghampiri Arga seusai berganti pakaian. Tapi anehnya ia tak menemukan pria itu di beranda kosannya.


Arga seolah menghilang tanpa jejak membuat Tini tak henti-hentinya menggerutu dan menyumpahi pria itu.


Saat ia hendak masuk ke dalam kosannya sebuah mobil berhenti di depan kosannya membuat ia segera membalikkan badannya.


"Pak Arga???"

__ADS_1


__ADS_2