PESUGIHAN GAUN PENGANTIN

PESUGIHAN GAUN PENGANTIN
Bab 36


__ADS_3

"Aku memang melihatnya di samping mu, tapi aku tidak yakin wanita itu benar-benar Tini gadis yang kau sukai" ucap Sarita


Mendengar Jawa Sari tentu saja membuat Candra berang.


"Dasar pembohong!" seru Candra meluapkan kekesalannya


"Terserah kau mau bilang apa, yang jelas malam ini aku sengaja memakai riasan karena tuntutan pekerjaan. Aku harus melihat mahluk gaib agar bisa meramal seseorang," terang Sari


"Dasar pembohong, sekali berbohong kau akan selamanya berbohong!" sindirnya


Candra yang merasa dibohongi oleh wanita itu bergegas meninggalkannya. Kali ini ia sengaja tak memberikan tumpangan kepada Sari.


Namun melihat Sarita terus berdiri menunggu kendaraan yang lewat, membuat Candra tak tega melihatnya.


Seperti biasa nuraninya selalu tak tega membiarkan seorang wanita berada di jalanan seorang diri. Tak mau terjadi sesuatu dengannya,


Ia kemudian menghentikan mobilnya di depan gadis itu dan menyuruhnya masuk.


Namun Sarita yang masih canggung tampak tak bergeming dari posisinya. Ia bahkan tak berani membuka pintu mobil tersebut.


Melihat Sarita tetap mematung di samping mobilnya, Candra kemudian turun dari mobilnya. Lelaki itu reflek membukakan pintu mobil untuknya dan mempersilakan gadis itu masuk.


Sari segera duduk dan Candra menutup pintu mobilnya kembali.


"Terimakasih," ucap Sarita saat melihat Candra duduk di sampingnya


"Hmm,"


Candra segera melesatkan mobilnya menuju ke kosan Sarita.


Sepanjang perjalanan pulang keduanya saling diam. Sebenarnya ada banyak hal yang ingin Candra tanyakan kepada gadis itu, tapi entah kenapa ia tiba-tiba tak bisa mengungkapkannya.


Sarita segera meminta Candra untuk berhenti saat mendekati kosannya.


"Terimakasih," ucap Sarita saat tiba di depan kosannya.


"Sama-sama," jawab Candra datar


Ia bahkan langsung pergi meninggalkan tempat itu tanpa basa-basi lagi.


Sari hanya menghela nafas melihat kepergian Candra. Meskipun ia menganggap Candra adalah lelaki yang kaku dan menyebalkan, namun tak bisa dipungkiri jika ia mengagumi ketulusan dan kebaikan pria itu.


Sari membaringkan tubuhnya diatas kasur untuk melepaskan penatnya. Seketika rasa penatnya mulai berkurang dan berganti nyaman saat memeluk bantal guling kesayangannya.

__ADS_1


Namun suara dering ponselnya membuat konsentrasinya terbagi.


Rasa panas dan pengap membuat ia memilih keluar sejenak untuk mencari angin segar.


"Ah sial, giliran diangkat malah mati. Siapa sih yang rese nelpon orang malam-malam begini!" pekiknya dengan ketus


Karena sudah berada di luar rumah Sari tak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk menikmati Segarnya udara di malam hari.


Saat ia menatap cahaya rembulan, bola matanya membulat manakala melihat seorang wanita berjalan mendekati dirinya.


Berkali-kali ia mengusap matanya memastikan jika dirinya tidak salah lihat.


"Tini???"


Kini tubuhnya benar-benar membeku saat ia melihat sosok Tini berdiri tepat di depannya.


Tini tampak begitu nyata, ia menggunakan sebuah gaun pengantin berwarna putih dan berdiri menatapnya.


Wajahnya yang tampak pucat menatapnya dengan tatapan sendu. Sari berusaha melihat kebawah untuk memastikan apakah kaki Tini napak di tanah atau tidak.


Lagi-lagi jantung Sari harus dibuat berdebar-debar saat ia tak melihat kaki Tini menyentuh Tanah.


"Ha...ha..hantu!" serunya dengan wajah memucat


"Halo?" sapa Tini sontak semakin membuat Sarita ketakutan


Rasa dinginnya bak sengatan listrik yang menjalar di tubuhnya hingga membuat keringat dingin membasahi wajahnya.


Jantungnya berdetak kencang seolah hendak melompat keluar.


"Kenapa kau begitu takut, apa kau mengenalku?" tanya wanita itu


Sarita berjalan mundur berusaha menjauhinya.


Namun Tini segera menarik lengan wanita itu saat ia hendak menabrak pintu kosan.


*Grep!!!


Saat Keduanya berpelukan tiba-tiba Sarita merasa sesuatu yang dingin merasuk kedalam tubuhnya.


Ia membelalak matanya saat melihat sosok Tini yang menghilang dari hadapannya.


Namun di sisi lain, Tini tampak bingung karena berada dalam tubuh Sarita.

__ADS_1


"Apa benar aku sudah merasukinya??" ucap Tini tak percaya


Tini menatap wajahnya di cermin, ia tersenyum saat melihat dirinya benar-benar sudah menyatu dengan Sarita. Ia begitu bahagia karena bisa berhasil masuk kedalam tubuh manusia.


Sarita berusaha membuatnya keluar. Ia beberapakali mencoba melakukan sesuatu untuk mengeluarkan Tini dari tubuhnya. Namun sekuat apapun usaha Sarita, ia tak mampu mengeluarkan Tini dari dalam tubuhnya.


Sarita yang putus asa memilih pasrah saat Tini mulai mendominasi dan mengendalikan dirinya.


Malam itu Sarita tak bisa tidur karena ia yang biasanya hanya berbohong bisa melihat makhluk gaib, kini benar-benar bisa melihat makhluk astral.


Sepanjang malam ia melihat Tini mengusir para hantu usil yang menghuni kosannya.


Selain bisa melihat hantu, Kini Sarita bisa mengusir hantu dengan kekuatan yang dimiliki Tini.


Pukul empat pagi Sarita baru bisa memejamkan matanya.


Karena bergadang semalaman Sarita bangun kesiangan. Ia merasakan tubuhnya terasa berat hingga berjalan sempoyongan menuju kamar mandi. Jika saat malam Tini tampak mendominasi dirinya. Namun saat siang Sari bisa mendominasi dirinya karena Tini terlelap saat siang hari.


Meskipun ia memiliki misi saat memasuki tubuh Sari, namun Tini memang tak bisa mengendalikan gadis itu di saat ia hendak menjalankan misinya tersebut.


Seorang atasan Sarita langsung memarahinya saat mengetahui gadis itu datang terlambat.


Mendengar suara berisik membuat Tini terbangun. Ia kembali berusaha mengambil kendali atas diri Sari.


Ia yang kesal karena seseorang mengganggu tidurnya, reflek menggunakan kekuatannya untuk membalas perbuatan pria itu.


Ia menjatuhkan sebuah vas bunga tepat di kepala pria itu hingga ia harus dilarikan ke rumah sakit.


Berita heboh tentang pria itu yang tiba-tiba terluka tersebar ke seluruh kantor hingga terdengar oleh Candra.


Gosip tentang perubahan sikap Sari yang berubah menjadi seorang yang kasar segera tersebar dengan cepat. Bukan hanya Sari yang di gosipkan para karyawan Candra. Mereka juga menggosipkan seorang hantu penasaran yang dianggap sebagai penghuni gedung tempat mereka bekerja.


Candra yang geram melihat para karyawannya lebih suka bergosip daripada bekerja, sengaja mendatangi setiap divisi secara bergantian.


Para karyawan yang bergosip jika di kantornya terdapat makhluk halus yang akhir-akhir ini sering mengganggu para karyawan seketika terdiam saat melihat kedatangan Candra.


"Memangnya siapa yang melihat hantu di kantor ini!" tanya Candra


Seorang karyawan langsung mengacungkan jarinya ia kemudian memberitahukan jika ia pernah melihatnya sekali saat di toilet. Ia juga mengatakan jika Makhluk gaib tersebut bahkan mengamuk karena suatu hal hingga membuat Supervisor Sarita terluka.


Mendengar nama Sari ikut terseret, Candra segera menemui gadis itu untuk meminta klarifikasi.


Sarita yang sudah dirasuki oleh Tini terlihat begitu bahagia saat bertemu dengan Candra.

__ADS_1


Wanita itu bahkan terlihat begitu agresif saat bertemu dengannya. Candra yang terkejut melihat tingkah Sarita yang berubah berusaha menghindarinya, bahkan ia yang mengira jika gadis itu kerasukan segera melemparkan beras kuning dan bunga mawar kearahnya.


"Pergi atau aku akan mengusir mu secara paksa!" seru Candra


__ADS_2