PESUGIHAN GAUN PENGANTIN

PESUGIHAN GAUN PENGANTIN
Bab 35


__ADS_3

Malam itu Candra sengaja tak tidur. Ia sengaja melakukan ritual untuk bisa melihat arwah siapa yang mengikutinya.


Sebagai seorang yang memiliki kekuatan supranatural tentu saja ia penasaran kenapa ia tak bisa melihat makhluk halus yang terus mengikutinya.


Tepat tengah malam Candra berdiri di depan kaca tanpa menggunakan pakaian.


Ia berharap bisa melihat Tini malam itu, tapi sayangnya ia tak melihat sosok wanita itu ataupun makhluk astral lain yang katanya selalu mengikutinya.


"Sial, ternyata dia membohongi ku. Aku yakin dia pasti hanya berbohong untuk menakuti ku," gumam Candra.


Candra yang kecewa memilih menghabiskan malam di sebuah diskotek untuk menghilangkan kegalauannya. Ia berharap bisa melupakan semua masalahnya di tempat itu. Terutama melupakan Tini.


Seorang wanita terlihat menggelar sebuah karpet dan memasang beberapa peralatan mistis fi depan diskotek.


Hampir setiap malam Sari memang membuka praktik meramal di depan diskotek sebagai pekerjaan sampingan.


Meskipun ia bukan seorang dukun atau keturunannya, namun keahliannya dalam membaca kartu nasib membuat gadis itu percaya diri dalam meramal nasib semua pasiennya.


Ramalan Sari yang selalu tepat membuat lapaknya tak pernah sepi. Ia membuka praktek ramalan menggunakan sebuah kartu dari pukul sepuluh malam hingga jam tiga pagi.


Beberapa orang menghampirinya dan meminta di ramal dengan membayar sejumlah uang yang telah disepakati.


Tidak sedikit pasien yang puas dengan ramalan wanita itu hingga memberikan tips kepadanya.


Semakin malam semakin banyak orang-orang yang menggunakan jasa ramalannya terutama para muda-mudi yang ingin tahu nasih hubungan percintaan mereka atau beberapa orang pengusaha yang ingin tahu bagaimana nasib perusahaannya.


Bukan hanya itu, bahkan para penjudi online sering mendatanginya hanya untuk meminta wangsit kepadanya.


Pukul tiga dini hari, gadis itu menghentikan praktiknya.


Berapapun hasilnya Sari selalu menghentikan praktik meramalnya tepat pukul tiga dini hari.


Ia membereskan barang-barangnya dan bergegas menuju ke shelter bus. Pagi ini Sari harus puas dengan pendapatan yang tidak sebanyak hari biasanya.


Mengingat sudah larut malam tak ada satupun bus yang lewat. Tak mau ketiduran di halte Sari memilih menghentikan sebuah taksi.


Baginya tidak masalah mengeluarkan uang sedikit lebih banyak untuk keselamatan dirinya.

__ADS_1


Sebuah taksi berhenti di depannya,


namun saat hendak naik ke dalam taksi seorang pria menariknya hingga ia mengurungkan niatnya untuk naik taksi tersebut.


Pria itu menariknya menuju ke shelter bus.


"Ada apa sih main tarik aja, sakit tahu!" pekik Sari


"Dasar peramal gadungan, cepat kembalikan uang ku atau aku akan melaporkan mu ke Polisi karena kasus penipuan!" seru pria itu


"Maaf ya Mas, kan dari awal saya sudah bilang kalau yang namanya ramalan itu tidak semuanya benar. Jadi kalau ada ramalan saya yang tidak sesuai ya itu normal, lagipula kita sudah membuat kesepakatan sebelumnya, jadi jangan salahkan saya," jawab Sari berusaha membela diri


"Aku gak peduli, cepat kembalikan uang ku atau aku lapor polisi!" ancam pria itu


Karena tak mau memperpanjang masalah gadis itu memberikan sejumlah uang kepadanya.


Namun pria itu tak terima dan justru merampas tas wanita itu dan mengambil sebagian uangnya.


Wanita itu segera merebut kembali tasnya dan memintanya uangnya.


"Kebalikan uang saya, aku sudah mengembalikan uang kamu. Jika kau mengambil uang dari tasku maka itu berarti kau mencuri uangku, dan aku tidak bisa tinggal diam!" seru wanita itu


"Dasar maling!" hardik Sari


Gadis itu kemudian berteriak minta tolong,


"Tolong.... ada maling, maling....!" seru Sari berusaha mencari pertolongan.


Namun karena sudah malam dan jarang orang-orang yang melintas Sari pun sulit mendapatkan pertolongan. Bahkan para pejalan kaki yang melintas seolah enggan untuk membantunya.


Merasa tak ada yang membantunya Sari berusaha merebut kembali uangnya dari pria itu apapun caranya. Ia bahkan rela berkelahi dengannya meskipun ia tak mungkin bisa menang melawannya.


"Dasar pencuri, kembalikan uangku!" hardik Sari berusaha memukul pria itu


Candra yang baru keluar dari diskotik tak mau ikut campur. Kali ini Candra berusaha mengabaikan wanita itu dan bergegas menuju ke parkiran mobilnya.


Namun entah Kenapa ia tak tega saat melihat pria itu mulai main tangan dengannya.

__ADS_1


Melihat bibir Sari yang berdarah serta tatap matanya yang berkaca-kaca seolah meminta bantuannya, membuat Candra tak bisa mengabaikannya.


Ia segera membalikkan badannya dan berjalan menghampiri wanita itu.


Candra segera merebut tas wanita itu yang diambil oleh sang pria. Ia bahkan harus kena tinju lelaki itu saat mengambil tas darinya. Perkelahian sengit pun harus terjadi antara Candra dengan pria itu.


Keduanya saling baku hantam hingga sang penjudi jatuh terhempas ke tanah.


"Jangan pernah mengambil sesuatu yang bukan milikmu, apalagi jika benda itu milik seorang wanita miskin sepertinya," ucap Candra


Setelah berhasil menghajar pria itu, Candra mengembalikan tas itu kepada gadis tersebut.


Candra kemudian mengembalikan tas Sari kepadanya.


"Sebaiknya jangan bekerja di malam hari, karena itu sangat berbahaya khususnya bagi wanita seperti dirimu," ucap Candra kemudian bergegas pergi


Wanita itu tampak malu dan sengaja menundukkan wajahnya saat tahu yang menolongnya adalah Candra atasannya sendiri.


Sarita segera bergegas pergi setelah berterimakasih kepada Candra.


Candra yang dalam keadaan mabuk tak mengenali jika Wanita yang ditolongnya adalah Sarita karyawannya sendiri.


Candra yang mabuk berat menelpon sopir pribadinya untuk segera menjemputnya. Tidak lama seorang pria datang dan membawanya masuk kedalam mobil.


Saat melihat Sari tak kunjung mendapatkan tumpangan, Candra menghentikan mobilnya dan menawarkan diri untuk mengantarnya pulang.


Dalam perjalanan Sarita memilih diam tanpa berbicara apapun kepada Candra.


Namun Candra seketika mengingat wajah gadis itu.


"Kenapa wajahmu begitu familiar. Apa kita pernah bertemu sebelumnya?" tanya Candra


"Aku rasa tidak," jawab Sari kemudian memalingkan wajahnya


"Kenapa kau memakai make up, bukankah kau bilang takut menggunakan riasan karena kau bisa melihat makhluk astral jika menggunakan make up?" tanya Candra


Sarita menggerutu dalam hati saat mengetahui jika Candra mengenalinya meskipun ia tak ingat dengan namanya. Gadis itu berusaha mengelak ucapan Candra.

__ADS_1


"Bapak salah orang kali, saya sudah biasa menggunakan riasan pak. Dan tidak ada mitos jika orang yang menggunakan riasan akan bisa melihat hantu,"


"Tapi kau sendiri yang mengatakannya, dan kau bahkan mengatakan jika ada wanita cantik yang selalu mengikuti aku, bukan begitu Nona?" jawab Candra membuat Sarita seketika terperangah


__ADS_2