
Candra melajukan mobilnya menuju ke Pasar Minggu.
Sebenarnya jarak pasar Minggu dengan tempat tinggal Tini tidak terlalu jauh, namun karena jalanan macet ia tiba di pasar Minggu saat adzan Maghrib berkumandang.
Candra bertanya kepada gadis kecil itu dimana rumahnya.
Gadis kecil itu mengatakan jika ia tinggal di dekat stasiun pasar Minggu.
Candra memutar mobilnya memasuki perkampungan di sekitar stasiun.
"Yang mana rumah kamu?" tanya Candra
Gadis kecil itu menunjuk ke sebuah gang. Karena mobil tak bisa masuk gang, Candra kemudian turun dan menggandeng gadis kecil itu memasuki gang.
Candra mulai merasa aneh saat memasuki gang. Tak ada satupun pintu rumah yang terbuka di sana. Bukan hanya itu, ia bahkan tak melihat satupun orang di gang itu. Suasana gang begitu sepi padahal masih sore.
"Rumah kamu yang mana?" tanya Candra menoleh kearah gadis kecil itu
"Yang paling ujung Om,"
Candra kembali melangkahkan kakinya menuju rumah yang paling ujung. Candra merasa jika itu adalah rumah terakhir di gang itu.
__ADS_1
"Ini?" tanya Candra menunjuk ke rumah bercat hijau.
Gadis kecil itu mengangguk setuju.
Ia kemudian mengetuk pintu rumahnya, sedangkan Candra berdiri disampingnya.
Tidak lama pintu terbuka. Seorang wanita keluar dari dalam dan langsung memeluk erat gadis kecil itu.
"Syukurlah akhirnya kau pulang juga nduk, ibu takut sekali kalau kau hilang dan kita tak pernah bertemu lagi," ucap wanita itu
"Kalau ibu sedih, kenapa ibu tak kembali untuk menjemput ku?"
"Tentu saja Ibu pasti akan menjemputmu, hanya saja waktunya tidak tepat," jawab wanita itu
"Tidak boleh, om tidak boleh pulang. Om harus tetap di sini, kau hanya boleh pergi jika ada seseorang yang menggantikan dirimu,"
Tiba-tiba Candra marasa aneh di sampai. Ia menarik sudut bibir saat menyadari sesuatu.
Ia mendongakkan wajahnya dan menatap gadis kecil di depannya.
Ia mengalihkan tatapannya menatap Ibu gadis kecil itu.
__ADS_1
Seketika ia begitu terkejut saat tiba-tiba wanita itu berubah menjadi makhluk menyeramkan.
Yang lebih anehnya adalah wanita itu menggunakan gaun pengantin yang sudah di bakar oleh Zain.
"Sial, kenapa aku baru menyadarinya!!"
Wanita itu tertawa meringkik hingga membuat suasana di tempat itu mejadi semakin Creepy.
Candra berusaha kabur dari tempat itu, namun lengan wanita itu tiba-tiba memanjang hingga mampu menarik Candra yang sudah menjauh darinya.
Seperti sebuah teka-teki, kini semua rumah terbuka pintunya saat Candra berusaha meninggalkan gang itu.
Beberapa makhluk gaib keluar dari rumah itu dan menghadang Candra.
Pria itu menghentikan langkahnya saat melihat puluhan makhluk astral menghadang langkahnya.
Ia merogoh saku celananya dan mengambil beberapa bunga yang masih ada disana dan melemparnya kearah makhluk-makhluk itu.
Saat melihat ada jalan, Candra berlari sekencang-kencangnya meninggalkan kampung itu.
Namun sejauh apapun ia berlari ia merasakan tetap berada di gang itu tanpa bisa keluar.
__ADS_1
"Kenapa gang ini berubah menjadi lebih panjang, padahal saat aku masuk, aku hanya melihat hanya ada sepuluh rumah, kenapa sekarang banyak sekali rumah-rumah di sini. Bahkan jalanan di gang ini seperti jalan tak berujung. Sehingga sejauh apapun aku berlari aku tidak bisa keluar dari gang ini.
"Apa aku tersesat di alam gaib???"