
"Gaun itu, tidak mungkin!" Sari berusaha menyadarkan dirinya dengan menepuk-nepuk pipinya.
Benar saja tiba-tiba gaun itu menghilang dari dalam lemarinya.
"Fiuh, syukurlah ternyata hanya halusinasi ku saja,"
Sari buru-buru berkemas dan menuju ke tempat kerja.
Tidak ada yang istimewa hari itu, bahkan Sari tak bertemu dengan Candra hari itu.
Meskipun ia penasaran dengan pria itu namun ia tak ikut campur dengan urusannya lagi.
Sepulang kerja malamnya Sari kembali membuka praktik sebagai paranormal gadungan untuk mendapatkan penghasilan.
Namun sayangnya malam ini ia kesulitan mendapatkan pasien. Mungkin karena orang-orang mulai tahu jika dia hanya dukun gadungan. Atau mungkin saja ramalannya sudah tidak akurat lagi.
"Kalau malam ini aku tak dapat uang, artinya aku tidak bisa bayar kosan, fiuh... gimana kalau aku ri usir karena sudah menunggak kosan begitu banyak,"
Saat Sari tampak frustasi tiba-tiba seorang wanita menghampirinya.
Kali ini Sari tak percaya saat seorang wanita dengan dandanan seperti orang kaya memintanya untuk melakukan sesuatu.
"Aku dengar kau seorang dukun yang cukup handal dalam meramal, apa itu benar?"
"Benar sekali Bu, memangnya apa yang bisa saya bantu?" sahut Sari
"Apa kau bisa menyantet seseorang?"
Sari mengerutkan keningnya saat mendengar permintaan wanita itu.
"Maaf, saya bukan dukun santet. Saya hanya bisa meramal nasib saja," jawab Diva
"Sayang sekali, padahal aku bisa memberikan bayaran mahal jika kau mau menyantet orang ini sampai mati," ucap wanita itu menunjukkan foto seorang anak perempuan kepadanya.
Entah kenapa saat melihat foto gadis itu, Sari seketika bisa melihat apa yang terjadi dengannya.
Dalam penglihatannya ia melihat gadis itu jatuh terpeleset dari kamar mandi dan meninggal.
Seketika ia merasakan nafasnya memburu setelah melihat kejadian menyeramkan itu.
"Apa yang terjadi, apa yang kau lihat dari foto ini?" tanya sang wanita penasaran
Sari mengambil sebotol air mineral, dan minum untuk menenangkan dirinya.
Setelah merasa kondisinya membaik ia kemudian menyampaikan hasil penglihatannya kepada wanita itu.
Betapa bahagianya wanita itu saat mendengar ucapan Sari. Ia bahkan tak segan memberikan uang dengan jumlah yang tak sedikit untuk membayar jasanya.
"Anggap saja itu sebagai upah meramal hari ini," ucap wanita itu kemudian meninggalkan Sari
__ADS_1
Sari benar-benar shock setelah mengetahui kemampuan barunya. Ia tak menyangka jika dirinya bisa melihat masa depan.
"Apa ini terjadi karena peristiwa kemarin. Apa ini ada hubungannya dengan Tini dan gaun pengantin itu?"
Meskipun beribu tanya menghinggapi benaknya namun Sari tak mau ambil pusing, ia hanya bersyukur karena dengan kemampuan barunya tersebut.
Karena dengan itu ia bisa menambah pundi-pundi keuangannya. Dan menjadikan seorang peramal akan lebih mudah dengan kemampuan barunya itu.
Namun ia juga harus menerima kenyataan menyedihkan karena selain bisa melihat masa depan Sari juga berubah menjadi gadis Indigo yang bisa melihat makhluk astral.
Meskipun awalnya ia merasa ngeri dan selalu ketakutan, namun lama kelamaan Sari menjadi terbiasa.
Sementara itu Candra memilih menghibahkan rumah Tini menjadi sebuah panti asuhan.
Ia berharap rumah itu akan menjadi bermanfaat bagi anak-anak yatim yang membutuhkan tempat tinggal.
Ia bahkan menjadi donatur untuk rumah yatim yang didirikannya tersebut.
Zain bahkan di tunjuk sebagai pengelola panti.
Zain dan Candra semakin dekat bak saudara kandung setelah mendirikan panti asuhan bersama. Sedangkan Sari memilih resign dari perusahaan Candra dan memilih menjadi seorang paranormal dengan kemampuan barunya.
"Jadi kau sekarang sudah menjadi seorang indigo?" tanya Candra saat Sari berpamitan dengannya
"Alhamdulillah, setelah kejadian di rumah Ka Tini, aku mendapatkan kemampuan supranatural ini. Aku harap ini adalah anugrah yang Tuhan berikan kepada ku untuk bisa menolong orang lain," jawab Sari
"Apa itu?" tanya Sari tampak pen
"Terakhir kali aku menjabat tanganmu, kenapa terasa panas. Kau mengingatkan aku kepada Tini. Yang mana hanya dia yang merasa kepanasan saat menjabat tanganku," jawab Candra
"Benar, tapi mungkinkah saat itu aku sedang kerasukan?"
"Hmm, bisa jadi," sahut Candra
Karena penasaran Sari pun meminta berjabat tangan dengan Candra untuk mengetahui apa masih merasa panas atau tidak.
Candra pun tak menolak keinginan Sari, ia menjabat tangan gadis itu.
"Panas!" seru Sari seketika melepaskan tangannya
"Jangan bercanda," ucap Candra dengan nada sinis
"Beneran panas Pak. Rasanya tuh kaya menyentuh api," jawab Sari
Candra tampak gugup mengetahui kenyataan tersebut.
"Padahal awal kita bertemu kau tak merasakan apapun saat menjabat tangan ku, tapi kenapa sekarang seperti ini,"
"Mungkin karena sekarang aku memiliki kekuatan supranatural, sama seperti dirimu jadi gitu deh," jawab Sari
__ADS_1
"Anggap saja begitu,"
"Kalau gitu aku pamit Pak, semoga perusahaan ini akan semakin sukses kedepannya," ucap Sari kemudian bergegas meninggalkan tempat itu
*******
Malam itu seperti biasa Sari membuka praktek meramal.
Seperti biasa malam itu pasien Sari sangat banyak. Mungkin karena ramalannya yang selalu akurat membuat para pasiennya semakin bertambah banyak.
Pukul tiga dini hari, Sari mengakhiri prakteknya.
Namun saat ia hendak pulang seorang wanita dengan pakai lusuh dan wajah lelah mendatanginya.
"Tolong bantu aku neng," ucap wanita itu menggenggam tangannya
Tiba-tiba saja Sari mendapatkan vision saat menjabat tangan wanita itu ia melihat wanita itu memakai gaun pengantin milik Tini.
"Neng, Neng, Neng!" seru wanita itu mengguncang tubuh Sari
Sari seketika membuka matanya.
Ia menatap lekat kearah Wanita itu.
"Apa yang bisa saya bantu?" tanya Sari dengan nafas yang memburu
"Apa kau bisa membantuku untuk melakukan ritual pesugihan. Aku sudah bosan hidup susah, aku ingin harus punya banyak uang untuk menghidupi kelima anakku yang di tinggal kabur ayahnya. Tapi aku tidak mau yang memakai tumbal keluarga ku, aku maunya orang lain yang jadi tumbalnya," jawab wanita itu
"Kalau seperti itu aku tidak bisa bantu, lagipula aku hanya bisa meramal dan tidak tahu-menahu soal pesugihan. Jadi maaf saaya tidak bisa bantu," jawab Sari
Namun wanita itu terus membujuk Sari untuk membantunya hingga ia mengikuti Sari sampai ke kosannya.
Sari yang sedikit kesal memarahi wanita itu. Namun ia tak tega saat mendengar cerita wanita itu tentang kesusahan hidupnya.
Ia kemudian menyuruh wanita itu masuk ke kosannya.
Ia bahkan memberikan makanan kepada wanita itu yang terlihat sangat kurus.
Karena melihat bajunya yang compang-camping Sari juga berniat mengambilkan pakaian untuknya.
Ia mengambil sebuah gaun yang masih layak pakai kepada wanita itu.
Namun anehnya saat wanita itu memakainya, gaun itu berubah menjadi gaun pengantin milik Tini.
Seketika Sari menjadi shock melihatnya. Dan sejak hari itu Sari tidak memiliki kekuatan supranatural lagi.
******Tamat******
Terimakasih untuk para pembaca yang sudah mengikuti kisah ini dari awal sampai akhir. Maaf kalau alur ceritanya gak jelas ya.....
__ADS_1