
Seketika tubuhnya bergetar saat menatap sosok wanita yang duduk dibelakangnya.
Candra tak bisa menyembunyikan rasa ketakutannya.
"Nyai Ratu???"
Wanita itu tersenyum menatap wajah pucat Candra.
Seketika Candra menoleh kebelakang. Ia melihat Tini terbangun dan sudah memakai gaun pengantin yang sudah dibakarnya.
"Tidak, kau tidak boleh pergi sekarang!" Candra berusaha menahan wanita itu agar tak pergi mengikuti Nyi Ratu.
Namun sekuat apapun ia menahannya, Tini tetap melangkah pergi meninggalkan rumah itu.
Candra yang tak bisa bergerak hanya bisa menangisi kepergian wanita itu.
Tangisannya yang begitu keras membuat Ki Santa dan Zain menyambangi rumah itu.
"Apa yang terjadi?" tanya Santa
"Dia sudah pergi!" seru Candra sambil menepuk-nepuk dadanya
"Innalilahi wa innailaihi Rojiun," Ki Santa segera menghampiri Tini dan menyentuh keningnya.
Benar saja, kini tubuh gadis itu menjadi sangat dingin seperti es. Bahkan wajahnya sudah mulai memucat.
Ia kemudian menutup wajah Tini menggunakan kain putih.
"Apa kali ini dia sudah meninggal?" tanya Candra
Ki Santa mengambil piring kecil yang berisikan bunga tujuh rupa.
Ia melihat jumlah bunganya tidak berkurang satupun, namun semua bunganya tiba-tiba mengering.
Lelaki itu mengangguk. Ia kemudian memasukkan bunga-bunga itu ke kain putih dan membungkusnya.
Santa meminta Zain mengumumkan kematian Tini melalui pengeras suara di Masjid.
Tidak lama warga berdatangan untuk melayat. Malam itu semua orang tampak menemani Candra menunggu jenazah.
Meskipun Ki Santa sudah memintanya untuk beristirahat namun Candra yang masih percaya Tini belum meninggal terus duduk di sampingnya sambil membacakan Yasin.
Keesokan harinya setelah acara pemakaman selesai, Candra bahkan tak mau pergi meninggalkan area pemakaman meskipun semua orang sudah pergi meninggalkan tempat itu.
"Meskipun semua orang sudah menganggap mu meninggal, tapi entah kenapa aku merasa sepertinya kau masih hidup. Mungkin ini hanya perasaan konyol ku saja, tapi entah kenapa aku tak bisa merelakan kepergian mu,"
Zain mendekati Candra dan membujuknya perlahan. Usaha Zain tampaknya membawakan hasil, Candra mau meninggalkan area pemakaman dengannya.
#40 hari setelah kematian Tini.
Candra sudah mulai beraktivitas seperti biasa. Sebagai workaholic Candra memang lebih banyak menghabiskan waktunya di kantor, terlebih setelah Tini meninggal.
__ADS_1
Baginya bekerja akan membuatnya melupakan wanita itu.
Sedangkan Zain tetap bekerja sebagai cleaning servis di salah satu hotel Milik Almarhum Faaz.
Meskipun Candra menawarinya pekerjaan yang lebih baik namun Zain lebih senang menjalankan amanah dari Faaz yang menginginkan ia bekerja di hotelnya.
Suatu siang seorang manajer HRD menghadap Candra dan melaporkan tentang salah satu karyawannya yang bermasalah.
Ia meminta pendapat Candra saat hendak memutuskan kontrak kerja dengan karyawan tersebut.
"Kalau memang sudah merugikan perusahaan lebih baik jangan memperpanjang kontraknya karena itu akan merugikan perusahaan," ucap Candra
"Baik Pak," jawab pria itu kemudian meninggalkan ruangan Candra
*******
Pukul lima sore Candra bergegas pulang. Ia menyalakan mobilnya dan melesat meninggalkan kantornya.
Ditengah jalan ia terpaksa mengerem mendadak kendaraannya saat melihat seorang gadis tiba-tiba menyebrang tanpa memperhatikan jalanan yang ramai.
Ia segera turun dari mobilnya dan menghampiri wanita itu.
"Apa kau baik-baik saja?" tanyanya dengan wajah khawatir
Wanita itu segera bangun dan tersenyum menatapnya.
"Alhamdulillah aku baik-baik saja, terimakasih sudah menghentikan mobilnya sehingga kucing ini selamat," jawab gadis itu menunjukkan kucing dalam pelukannya kepada Candra.
"Jadi kau berlari ke jalanan hanya untuk menyelamatkan kucing ini?" tanya Candra tak percaya
"Tunggu dulu!" seru Candra berusaha mengejar gadis itu.
Namun suara klakson mobil di belakang membuat Candra mengurungkan niatnya.
*Tin, tin, tin!!
"Cepat jalan, jangan bikin tambah macet!" seru salah seorang pengemudi
Candra segera naik kedalam mobilnya dan melesat pergi. Ia berusaha memutar balik kendaraannya untuk mencari gadis itu, namun ia tak menemukannya meski sudah berkeliling sepanjang jalan.
Keesokan harinya saat ia baru tiba di kantor ia melihat seorang wanita menunggunya di depan pintu ruangannya.
"Selamat pagi Pak Candra?" sapa gadis itu
"Pagi," jawab Candra tampak familiar dengan wajah Gadis itu.
"Bukankah kau gadis penyelamat kucing yang tempo hari?"
"Benar Pak,"
"Lalu ada apa kau datang menemui ku, apa kau minta ganti rugi?" tanya Candra
__ADS_1
"Bukan," jawab gadis itu
"Lalu?"
"Saya hanya meminta kebijakan bapak untuk memperpanjang kontrak kerja saya. Kebetulan Pak Manajer memberitahu saya alasan dia tidak memperpanjang kontrak kerja saya karena penampilan saya yang kurang menarik. Tapi jujur saja pak, menurut saya ini adalah penampilan saya yang paling menarik. Memang saya tidak punya baju bagus atau berdandan seperti karyawan lainnya. Namun ada alasan kenapa saya tidak memakai riasan saat bekerja," terang gadis itu
"Kenapa?" tanya Candra penasaran
"Karena aku bisa melihat mahluk gaib saat aku memakai riasan pak?" jawab wanita itu
"Itu adalah hal yang mustahil, tapi aku percaya padamu. Karena hal itu memang mungkin bagi orang-orang tertentu khususnya Indigo," jawab Candra
"Jadi kontrak kerja saya bisa diperpanjang kan tanpa saya harus menggunakan riasan saat bekerja?"
Candra memasuki ruangan kerjanya diikuti oleh wanita itu. Lelaki itu meletakkan tas kerjanya dan kemudian duduk di sofa.
Wanita itu terus mengikutinya bahkan duduk di sampingnya.
Candra mengambil ponselnya dan menghubungi manajer HRD.
Ia menanyakan tentang kinerja gadis itu kepadanya. Manajer HRD mengatakan jika kinerja Sarita memang bagus dan merupakan karyawan teladan.
"Hanya saja beberapa pelanggan kita sempat keberatan saat harus bekerja dengannya karena penampilannya yang dinilai kurang menarik," terang Manajer HRD di ujung telepon
Candra kemudian mematikan ponselnya. Ia kemudian menuju meja kerjanya dan mengambil sebuah pouch dari laci meja kerjanya.
Ia mengeluarkan sebuah bedak dan lipstik yang dari pouch tersebut dan memberikannya kepada wanita itu.
"Coba pakai!" serunya
Wanita itu tampak ketakutan saat melihat bedak dan lipstik di hadapannya.
"Tapi Pak...." jawab Wanita itu dengan wajah ketakutan
"Pakai saja, aku akan bertanggung jawab jika sesuatu terjadi padamu," jawab Candra
Dengan tangan gemetar Sarita mengambil bedak itu dan mulai memoles wajahnya. Selesai memakai bedak, bola mata Hazel Sarita mulai menangkap ada sebuah bayangan hitam yang berdiri di belakang Candra.
Gadis itu menunjuk kearah Candra, tanpa berbicara apapun. Candra yang penasaran segera menoleh kebelakang. Namun pria itu tak menemukan apapun.
Ia mengangkat bahunya dan memerintahkan Sarita untuk memakai lipstiknya.
Sarita terlihat gemetar saat mengambil benda kecil berwarna merah itu. Candra yang tak sabar mengambil lipstik tersebut dan mulai memakaikannya di bibir tipis Sarita .
Seketika Sarita memejamkan matanya saat melihat sosok menyeramkan yang menatapnya tajam.
Candra menggenggam jemari gadis itu untuk menenangkannya.
"Sekarang bukalah matamu, jika kau melihat sesuatu beritahu aku," tutur Candra
Sarita perlahan membuka matanya, kali ini ia melihat sosok wanita cantik yang mendekatinya.
__ADS_1
"Apa kau melihat sesuatu?" tanya Candra
Wanita itu mengangguk, "Ada seorang gadis cantik memakai gaun pengantin yang selalu mengikuti mu," jawab Sarita