
Sore itu juga Candra mengantar Sari ke rumah Tini.
Sari tertegun setibanya di rumah mewah itu.
"Wah rumahnya bagus sekali?" ucap Sari berdecak kagum
Ia tak mengira jika rumah sebagus itu tidak ada yang mau menempati.
Meskipun rumah itu tak ditempati, tapi rumah itu tampak bersih dan terawat.
Bahkan taman di depan rumahnya terlihat begitu asri dan sedap dipandang kata. Sari merasa beruntung Candra mengijinkannya tinggal di rumah itu.
*Krieeet!.
Saat pintu rumah terbuka Candra segera mengajak Sari masuk. Entah kenapa Sari merasakan aroma mistis yang kental di rumah itu. Bayangan Sari yang akan merasakan kehidupan yang nyaman dan menyenangkan saat tinggal di rumah itu seketika sirna.
Apalagi saat melewati sebuah ruangan kosong yang di tata seperti sebuah perpustakaan. Sari bisa merasakan aroma mistis yang kental dan membuat bulu kuduknya berdiri.
Ia seperti mencium aroma darah di ruangan itu. Karena penasaran Sari mendekat ke rak buku.
Sari merasakan seperti menginjak genangan air saat memasuki perpustakaan mini tersebut. Betapa terkejutnya ia saat menoleh ke bawah. Sari melihat darah segar menggenangi seluruh ruangan itu hingga membuatnya seketika berteriak ketakutan.
Candra segera menghampiri gadis itu, "Apa yang terjadi?" tanya Candra menatap wajah pucat Sari
"Darah, tempat ini penuh darah!" seru Sari menunjuk ke lantai
Ia tak bisa menyembunyikan rasa takutnya saat melihat genangan darah di ruangan itu.
Sementara itu Candra yang tak merasakan apapun saat berada di ruangan itu menganggap Sari hanya berhalusinasi.
Ia menghela nafas kemudian membawa gadis itu menuju ruang tamu. Candra kemudian menceritakan jika pemilik rumah itu adalah seorang pelaku pesugihan.
Ia juga mengatakan jika perpustakaan mini yang baru saja dikunjungi Sari dulunya adalah sebuah kamar kosong yang digunakan khusus untuk tempat pertemuan dengan makhluk gaib.
Kini Tini mulai mengerti kenapa ia melihat banyak darah di ruangan perpustakaan.
Candra sengaja merombaknya setelah Tini meninggal dan membuang semua barang-barang klenik yang berkaitan dengan Pesugihan.
"Kalau begitu aku tidak mau tinggal di sini," ucap Sari dengan wajah pias
"Terserah kau saja, aku tidak bisa memaksa. Meskipun rumah ini tampak angker Untuk orang awam, tetapi sebenarnya rumah ini sudah di sterilkan dari aura negatif sang pemilik rumah. Jadi dengan kata lain rumah ini sudah terbebas dari mahluk gaib atau sejenisnya," jawab Candra
"Tapi tetap saja, aku melihat rumah ini seperti sebuah kuburan masal," jawab Sari.
__ADS_1
Sari tetap bersikeras tak mau tinggal di rumah mewah itu. Ia bahkan buru pamitan pulang karena benar-benar tak nyaman berada di rumah itu.
Namun saat ia melangkahkan kakinya keluar pintu, sebuah kekuatan gaib menariknya hingga ia terlempar ke depan perpustakaan.
Candra yang melihat hal itu segera menghampiri Sari dan mencoba membantunya berdiri.
Candra mengulurkan tangannya dan Sari segera meraihnya. Namun tiba-tiba Sari merasakan hawa panas saat menjabat tangan lelaki itu hingga ia langsung melepaskan tangannya.
"Panas!" serunya kemudian meniup lengannya
Melihat reaksi Sari membuat Candra terperanjat. Karena yang ia tahu hanya Tini yang akan bereaksi seperti itu saat berjabat tangan dengannya.
"Tini??"
Tiba-tiba Sari merasakan dadanya terasa sesak hingga ia pingsan karena kehabisan nafas.
"Sari bangun sari, sari!"
Candra seketika menjauh saat melihat bola mata Sari berubah memutih.
Sari menyeringai menatap Candra, ia segera bangun dan menuju ke perpustakaan mini.
Gadis itu membalikan lemari buka dan menggali lantai menggunakan tangannya hingga berdarah.
"Apa yang kamu lakukan Sari!" seru Candra berusaha menghentikannya
Candra terlempar hingga menghantam dinding rumah. Ia segera bangun dan mendekati Sari yang masih mengais tanah seolah mencari sesuatu.
"Jika kau adalah Tini sebaiknya kau kembali ke asalmu. Kau tidak boleh mengganggu orang lain apalagi menyakitinya. Ingat janjimu untuk tidak menyakiti orang lain lagi," ucap Candra
Sari berhenti mengais tanah dan menoleh kearah Candra.
"Gara-gara kamu Tini mati. Apa kau tahu jika selama ini tidak pernah ada tumbal yang tertukar," jawab Sari Kemudian berdiri
Ia berjalan mendekati Candra, membuat pria itu berusaha mundur menjauhinya.
Tiba-tiba terdengar suara gending jawa yang membuat Sari seketika menggerakkan tangannya dan mulai menari.
Mengetahui Sari kerasukan, Candra berusaha membaca ayat-ayat suci Alquran untuk mengusir makhluk gaib dalam diri gadis itu.
Sari yang merasa Candra mengusik ritualnya menggunakan kekuatannya .
Tubuh Candra tiba-tiba melayang membuat konsentrasi pemuda itu seketika hilang.
__ADS_1
Sari menggerakkannya hingga tubuh Candra berputar seperti baling-baling.
Setelah puas ia melemparkan tubuh pria itu menghantam rak buku perpustakaan.
*Brakkk!!!
Sari mengangkat kedua tangannya keatas. Wanita itu kembali menari mengikuti alunan musik.
Semakin lama Candra merasakan dadanya seperti ditusuk-tusuk hingga ia muntah darah.
Sebuah bayangan hitam melesat menghantam tubuh Sari hingga gadis itu jatuh terhempas ke lantai.
Tidak lama Sari kembali sadar dan kali ini ia mencari sesuatu di dapur.
Ia membawanya sebuah pisau dan bergegas menghampiri Candra.
Melihat Sari membawa pisau membuat pria itu merasa jika ia hendak membunuhnya.
Ia berusaha bangkit agar bisa menyelamatkan dirinya.
Ia berjalan pincang meninggalkan rumah itu. Candra sengaja menuju ke kosan Zain.
Ia meminta bantuan sahabat itu untuk menyadarkan Sari.
"Siapa Sari?" tanya Zain
"Dia salah satu karyawanku. Awalnya aku hanya ingin membantunya dengan menyuruhnya tinggal gratis di kediaman Tini. Lumayan kan dengan begitu dia bisa menghemat uang kos. Tapi tidak ku sangka ia malah kesurupan," Jawab Candra
"Kali ini kau keterlaluan Ndra, kau tahu rumah itu bukan rumah biasa tapi kenapa kau malah menyuruh seorang perempuan lemah tinggal di sana. Kau benar-benar jahat," jawab Zain
"Bukan begitu, awalnya aku hanya ingin membantunya saja,"
"Tetap saja tidak boleh, apalagi di rumah itu banyak nyawa melayang," sahut Zain
"Tapi rumah itu kan sudah di sterilkan dari makhluk astral, jadi aman dong jika Sari tinggal di sana," ucap Candra membela diri
"Siapa bilang. Bahkan rumah ibadah yang suci pun bisa jadi tempat bersarangnya makhluk gaib jika tidak pernah di tempati. Kau tahu sudah berapa lama rumah itu kosong?" tanya Zain
"40 hari,"
"Kau tahu makna 40 hari bagi orang meninggal?" tanya Zain
"Hari ke 40 adalah hari terakhir ruh orang yang meninggal berada di kediamannya. Jadi dengan kata lain ini adalah hari terakhir Tini berada dirumahnya," jawab Zain
__ADS_1
"Lalu apa hubungannya dengan Sari?" tanya Candra
"Harusnya aku yang bertanya seperti itu kepada mu. Kenapa kau membawa seorang ke rumah itu. Jangan bilang kau memiliki rencana tertentu?" jawab Zain